Komoditi Ramadhan Untuk Anak Kos

Komoditi Ramadhan Untuk Anak Kos – Dalam kondisi dimana sedang terjadi larangan mudik, banyak anak rantau yang menjalankan bulan ramadhan sendiri tanpa keluarga di rumah.

Manyambut Ramadan di tengah kondisi jauh dari keluarga memang terkadang memaksa para anak kos http://162.214.117.184/ untuk senantiasa mandiri dalam mengatur berbagai keperluan selama sahur sampai waktu berbuka.
Komoditi Ramadhan Untuk Anak Kos
Salah satu cara untuk mengatur hal tersebut ditawarkan melalui solusi seperti masak sendiri. Namun demikian, perlu adanya perhatian terhadap beberapa komoditi agar puasa ala anak kos menjadi lancar. Apa saja persiapan bahan tersebut?

1. Selalu sedia beras

Sebagian besar masyarakat Indonesia cukup bergantung akan kebutuhan karbohidrat dengan memanfaatkan beras sebagai makanan pokok. Tentu apabila kamu merupakan bagian dari kelompok ini, maka menempatkan beras sebagai prioritas merupakan hal penting selama Ramadan.
Karena beras cukup fleksibel untuk dapat disimpan di mana saja, maka kamu bisa menyimpan stok beras dalam jumlah yang disesuaikan. Bila tinggal sendiri dalam kos, kamu bisa membeli 3-5 kg beras untuk jatah sekian minggu.

2. Bumbu masak jadi

Kebanyakan tempat kos memiliki peralatan yang jauh lebih sedikit ketimbang di rumah, mengakses alat-alat untuk membuat bumbu pun terkadang harus dimiliki oleh diri sendiri. Oleh sebabnya, kamu tidak mesti berbelanja banyak bumbu mentah selama Ramadan ini.
Selain mempersingkat waktu, hal tersebut dilakukan untuk mempermudah kamu selama memasak. Sehingga tidak ada bumbu mentah yang terbuang atau membusuk sebelum digunakan. Maka dari itu, membeli bumbu jadi, baik itu berupa bumbu basah ataupun kering dalam kemasan merupakan alternatif bagi para penghuni kos.

3. Pilih lauk sesuai kondisi

Tidak semua tempat kos memiliki tempat yang baik untuk menyimpan beberapa jenis bahan makanan. Hal tersebut disebabkan keterbatasan penyimpanan yang dimiliki, seperti lemari pendingin yang digunakan bersama atau bahkan tidak tersedia sama sekali.
Kalau sudah begini, kamu dapat menyesuaikan bahan masakan dengan penyimpanan seadanya. Hindari membeli bahan-bahan yang tidak kuat di suhu ruang terlalu banyak, sebab rasa dan kualitas akan menjadi kurang baik bila didiamkan terlalu lama.

4. Stok buah dan sayur

Meskipun tidak memiliki lemari pendingin atau penyimpanan yang memadai, usahakan jangan absen dalam membeli buah dan sayur sebagai pelengkap nutrisi harian kamu.
Pilih buah dan sayur yang tahan lama, atau kamu dapat membeli keduanya dalam porsi yang cukup untuk beberapa hari saja. Akan lebih baik jika buah dikonsumsi secara langsung, dan sayur dimasak tidak terlalu lama agar vitamin yang terkandung tetap terjaga.

5. Sedia air minum

Jika tempat kos tidak memfasilitasi air minum bersama ada baiknya selama puasa ini kamu membeli air dalam kemasan galon, baik yang berukuran mini atau besar untuk persediaan.
Selain memiliki durasi penghabisan yang lebih panjang, harga air dalam botol kemasan dan air dalam galon terpaut berbeda sedikit dengan jumlah yang jauh lebih banyak, sehingga kamu dapat berhemat untuk jatah pengeluaran air minum.
Bahkan jika memungkinkan, ada baiknya kamu memasak sendiri supaya lebih mudah dalam mengonsumsi air dalam jumlah yang cukup tanpa repot membeli di luar.
Pemblokiran Komoditi Ilegal

Pemblokiran Komoditi Ilegal

Daftarhargakomoditi.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan ulasan mengenai Kemendag yang memblokir 39 situs perusahaan berjangka komoditi ilegal. Komoditi Ilegal disini maksudnya adalah tindak komoditi yang tidak sah atau gelap.

Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) kembali blokir 39 domain situs perusahaan berjangka komoditi ilegal.Kepala Bappebti Tjahya Widayanti mengatakan, sampai bulan September 2019, Bappebti telah melakukan pemblokiran terhadap 142 domain situs perusahaan berjangka komoditi ilegal. Sepanjang tahun 2018, Bappebti telah melakukan pemblokiran terhadap 161 domain situs perusahaan berjangka komoditi ilegal.

Bappebti sebagai salah satu dari 13 Kementerian/Lembaga anggota Satgas Waspada Investasi (SWI), turut berperan aktif memberantas kegiatan di bidang perdagangan berjangka ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat,” jelas dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (17/9/2019).Pemblokiran ini merupakan langkah pencegahan dalam melindungi masyarakat terhadap pelanggaran perundang-undangan di bidang perdagangan berjangka. Bappebti memiliki wewenang untuk mewajibkan setiap pihak menghentikan kegiatan usaha yang tidak memiliki izin usaha dari Bappebti.

Pemblokiran terhadap domain situs perusahaan berjangka komoditi ilegal rutin dilakukan Bappebti bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, penyedia jasa situs internet, dan tempat pendaftaran domain yang ada di Indonesia. Bappebti juga secara terus-menerus memantau secara langsung aktivitas domain ilegal tersebut.Selain itu, Tjahya menyampaikan, Bappebti sangat menyambut baik dan berterima kasih kepada SWI yang turut mengumumkan daftar domain situs perusahaan berjangka komoditi ilegal.

“Informasi daftar domain situs perusahaan berjangka komoditi ilegal yang diumumkan SWI diharapkan dapat membuat masyarakat untuk semakin berhati-hati terhadap penawaran produk, investasi, dan kegiatan usaha di bidang perdagangan berjangka illegal,” tegasnya.Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan dan Penindakan M. Syist juga mengimbau kembali agar masyarakat dapat memastikan terlebih dahulu legalitas dari pemerintah terhadap perusahaan yang menawarkan investasi.

Baca Juga : Korut Meraup Untung Dari Ekspor Komoditi Terlarang

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati, karena ada banyak cara yang dilakukan perusahaan perdagangan berjangka ilegal untuk menarik minat para calon nasabah,” jelas Syist.

Adapun modus-modus yang sering digunakan antara lain:

1. Melakukan aktivitas selayaknya pialang berjangka yang memiliki izin usaha dari Bappebti. Entitas ilegal tersebut menawarkan kontrak berjangka (biasanya forex, index, dan komoditi) kepada masyarakat dan biasanya dengan margin yang rendah.

2. Melakukan duplikasi/mendompleng situs pialang berjangka legal yang memiliki izin usaha dari Bappebti dengan menggunakan nama yang mirip dengan pialang berjangka legal. Bagi calon nasabah yang tidak jeli, perusahaan tersebut terkesan sebagai pialang berjangka yang legal.

3. Menawarkan bagi hasil. Nasabah hanya menyetorkan sejumlah dana dan pihak perusahaan yang akan melakukan transaksi atas dana tersebut dan keuntungan akan dibagi dengan jumlah persentase tertentu.

4. Memberikan janji pendapatan tetap yang tinggi dengan nilai persentase dan jangka waktu tertentu. Menawarkan daftar paket investasi yang dibagi berdasarkan kemampuan keuangan calon nasabah. Paket investasi tersebut biasanya dibagi menjadi paket silver, gold, dan platinum.

5. Seolah-olah menjalankan/melakukan transaksi kontrak berjangka. Namun, kenyataannya hanya digunakan sebagai modus untuk mengelabui masyarakat agar menanamkan modal kepada perusahaan tersebut. Dana yang terkumpul hanya berputar di antara anggota tanpa ditransaksikan di bidang PBK (biasanya menggunakan skema Piramida/skema Ponzi).

6. Menjadi Introducing Broker (IB) dari pialang luar negeri dengan mencantumkan legalitas dari regulator dunia, misalnya International Financial Services Commission (IFSC) di Belize, Cyprus Securities and Exchange Commission (CYSEC) di Siprus, Financial Conduct Authority (FCA) di London, dan British Virgin Islands Financial Services Commission (BVI FSC) di Kepulauan Virgin Britania Raya. Meskipun telah memiliki legalitas dari regulator internasional, untuk dapat melakukan kegiatan usaha sebagai pialang berjangka di wilayah Republik Indonesia harus memiliki izin usaha dari Bappebti.

7. Mencatut legalitas dari Bappebti dan lembaga pemerintah lainnya (biasanya menampilkan logo) untuk menarik dan meyakinkan masyarakat.

8. Menyelenggarakan seminar, edukasi, dan pelatihan di bidang perdagangan berjangka dengan penarikan margin untuk tujuan transaksi, tanpa memiliki izin dari Bappebti.

perbedaan komoditi dan komoditas,

Mengenal Arti Komoditas Yang Sesungguhnya

Daftarhargakomoditi.web.id – Setelah membahas mengenai aktifitas aktifitas komoditas di Indonesia, kali ini mari kita membahas mengenai apa itu komoditas. Komoditas adalah benda nyata yang mudah diperdagangkan baik yang berukuran besar maupun kecil. Benda ini dapat diserahkan secara langsung maupun dapat disimpan dalam jangka waktu tertentu atau bisa dipertukarkan dengan produk lain yang jenisnya sama.

Jadi, secara singkatnya, komoditas adalah produk yang diperdagangkan. Elemen ini memiliki karakteristik tersendiri. Salah satunya ialah harga ditentukan oleh penawaran dan permintaan pasar dan bukan ditentukan oleh penyalur (pemasok).

Kata komoditas sendiri mulai digunakan di Inggris pada abad ke 15. Asal kata ini ialah dari bahasa Perancis, yaitu commodite. Artinya ialah “sesuatu yang menyenangkan” baik dalam kualitas maupun layanan.

Sedangkan di Indonesia, istilah ini berarti barang dagangan, benda niaga, bisa juga berupa bahan mentah. Penggolongannya berdasarkan standar perdagangan internasional.

Apa Saja Jenis Jenis Dari Komoditas

Sebenarnya istilah komoditas bukan hanya berlaku dalam perdagangan internasional. Dalam perdagangan antar daerah pun juga membutuhkan komoditas untuk diperjualbelikan. Hal yang melatar belakangi terjadinya kegiatan ini ialah adanya perbedaan sumber daya alam.

Baca Juga : Harus Ada Pengendalian Harga Komoditas Agar Target Inflasi Tak Meleset

Keterbatasan sumber daya alam tersebut membuat terjadinya permintaan kepada komoditas tertentu. Akhirnya terjadilah perdagangan baik lokal, antar provinsi, bahkan antar negara.

Secara umum, ada banyak jenis-jenis komoditas yang diperdagangkan. Beberapa jenis yang sering ditemui ialah :

  • Komoditas hasil pertanian => Biasanya berupa makanan, seperti beras, kopi, gula, kedelai, gandum, bunga, dan lain-lain.
  • Komoditas berupa energi => Batu bara, bensin, diesel, dan lain-lain
  • Komoditas logam hasil tambang => Emas, platinum, silver, dan lain-lain.
  • Komoditas logam hasil industri => Tembaga, aluminium, timah, seng, nikel dan lain-lain.
  • Komoditas hasil peternakan => Makanan ternak, ternak sapi, dan lain-lain.
  • Itulah jenis-jenis secara umum dari komoditas. Di dalamnya juga termasuk komoditas dari hasil perkebunan dan kehutanan. Jadi, cakupan produk yang diperdagangkan sangat luas. Umumnya ialah berupa bahan baku atau bahan mentah.

Kriteria-Kriteria Komoditas Untuk Diperdagangkan

Komoditas bisa pula diartikan sebagai hasil usaha masyarakat untuk dipasarkan. Selanjutnya akan memberikan keuntungan tersendiri. Untuk itu, sebagai komoditas, sebuah barang harus memiliki kriteria ini untuk bisa jadi barang niaga, seperti :

  • Memiliki daya saing tinggi di pasar
  • Memanfaatkan potensi dari sumber daya lokal
  • Memiliki nilai tambah bagi masyarakat
  • Bisa membawa keuntungan dan manfaat terutama dalam menghasilkan pendapatan
  • Resiko-Resiko dalam Perdagangan Komoditas

Dalam perdagangan barang niaga tak bisa lepas dari resiko-resiko yang bisa terjadi. Salah satunya ialah gagal janji. Hal ini bisa terjadi lantaran ada fluktuasi harga di pasaran. Harga ini sendiri sangat ditentukan oleh permintaan maupun penawaran.