Penurunan Ekspor Indonesia Hampir 5 Persen

Penurunan Ekspor Indonesia Hampir 5 Persen

Penurunan Ekspor Indonesia Hampir 5 Persen – Mungkin anda sudah pernah membaca artikel serupa atau sejenis,tapi artikel ini berbeda karena sudah kami ambil dari sumber terpercaya , berikut mengenai penurunan ekspor indonesia hampir 5 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Agustus sebesar US$ 13,07 miliar. Nilai ekspor ini turun 4,62% dibanding bulan sebelumnya atau Juli 2020. Nilai ekspor juga turun dibandingkan year on year (yoy).

“Perkembangan ekspor secara bulanan posisi tahun 2020 digambarkan jadi kita lihat pada bulan Agustus 2020 nilai ekspor kita US$ 13,07 miliar, agak turun sedikit dibandingkan Juli lalu, agak melandai turun 4,62%,” kata Kepala BPS Suhariyanto, Selasa (15/9/2020).

Suhariyanto menjelaskan, ekspor secara year on year juga turun sebesar 8,36% bila dibandingkan periode yang sama pada 2019 sebesar US$ 14,26 miliar

Suhariyanto menjelaskan, penurunan nilai ekspor ini disebabkan ada penurunan ekspor juga pada komoditas non migas dan migas.

“Ekspor yang turun pada kedua komoditas. Untuk migasnya alami penurunan 9,94%, untuk non migas turun 4,35%,” ujarnya.
Nilai impor Indonesia pada Agustus sebesar US$ 10,74 miliar. Angka ini naik 2,65% dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 24,19% secara year on year (yoy) atau dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pergerakan impor secara bulanan dapat dilihat impor kita US$ 10,74 miliar, naik 2,65% dari bulan lalu tapi turun 24,2% dari bulan Agustus 2019,” kata Kepala BPS Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Baca Juga:India dan China Berenca Libur, Diakibatkan Harga CPO Naik Lagi

Suhariyanto mengatakan, pemicu naiknya impor pada bulan ini karena ada peningkatan impor sejumlah barang konsumsi dan bahan baku.

“Barang konsumsi MtM-nya naik 7,31%. Barang konsumsi yang naik cukup besar ini diantaranya grapes anggur dari China, impor barang konsumsi milk dari Selandia Baru, raw sugar impor dari India,” ujarnya.

Sementara impor bahan baku yang alami kenaikan besar di bulan Agustus 2020 ini di antaranya emas dari Hong Kong.

“Kemudian soya bean flour dari Brasil, kemudian ada juga besi baja dari Ukraina dan juga ada untuk komunikasi dari China,” ujarnya.

Sementara impor barang modal turun 8,81% pada bulan ini. dan turun 24,93% secara year on year.