Harga Ayam Rp 35 Ribu perKg di Pasar Tomang Barat

Harga Ayam Rp 35 Ribu perKg di Pasar Tomang Barat

Daftarhargakomoditi.web.id – Harga daging ayam di pasar tradisional terpantau stabil di kisaran Rp 35 ribu per kilogram (kg). Kisaran harga ini tetap sama dari pekan dan bulan sebelumnya. “Harga sekilo kalau filet dada Rp 50 ribu per kg, kalau daging biasa Rp 35 ribu. Ini lagi turun, kalau stabilnya Rp 37 ribu,” ujar Sadiman (45) di Pasar Tomang Barat, Jakarta Barat.

Selain daging ayam, bagian lain seperti kulit dijual Rp 25 ribu per kg, ati ampela sepasang Rp 2.500, dan sayap Rp 30 ribu per kg. Ceker sekilo dijual Rp 20 ribu per kg dari biasanya Rp 25 ribu per kg. Ijan (44) menjual dengan varian lebih murah, yakni Rp 29 ribu per kg. Murahnya harga daging ini disebutkan karena tergantung tempat pemotongan. Ijan mengambil dari daerah Ciledug, Karang Tengah.

Harga daging ayam buntung (tanpa kepala dan ceker) lebih murah karena harga yang ditimbang seutuhnya daging. Beda dengan daging ayam yang buntung yang masih punya kepala dan ceker, sehingga harga per kilonya lebih murah. “Yang buntung Rp 29 ribu per kg, yang utuh seharga Rp 26-Rp 27 ribu. Filet dada Rp 45 ribu per kg,” ucap Ijan. Harga daging sapi pun tetap stabil di Pasar Tomang Barat. Ari (25) menyebut harga daging masih Rp 120 ribu per kilogram seperti minggu-minggu sebelumnya.

Dongkrak Harga, Kemendag Minta K/L Gelar Bazaar Daging Ayam

Awal bulan ini dilaporkan, anjloknya harga ayam hidup siap potong (livebird) kini menemukan titik terang. Harga livebird di tingkat peternak mulai hari ini terpantau berangsur naik. Meski belum dipastikan dapat berlangsung dalam jangka panjang, Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengupayakan sejumlah langkah khusus guna menjaga harga livebird agar tak anjlok lagi di level Peternak.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Suhanto mengatakan, pihaknya sudah menyurati Asosiasi Pengusaha Ritel (Aprindo) untuk menyerap livebird sesuai harga acuan mengangkat harga ayam di peternak. Selain itu, Kemendag juga menyurati Kementerian dan Lembaga (K/L) dan instansi daerah untuk membantu menyediakan lokasi pelaksanaan bazaar daging ayam ras, bagi para karyawan dengan teknis penjadwalan yang akan diatur.

Baca Juga : Kegiatan Ekspor Teh RI ke Mesir Terus Meningkat

“Kami juga sudah menyurati Dirjen PKH untuk melaksanakan usulan peternak dalam hal pengurangan produksi guna mengurangi supply sehingga dapat memperbaiki harga livebird di tingkat peternak,” Suhanto menjelaskan, dari sisi Aprindo menyebutkan sangatlah mendukung permintaan Kemendag dan akan langsung berkoordinasi di lapangan dengan rumah potong dengan seluruh anggotanya.

“Langkah-langkah ini antara lain memang kami lakukan untuk menjaga harga ayam,” terangnya. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Pengusaha Peternak Ayam Nasional (Gopan) Sugeng Wahyudi menyebutkan, pihaknya akan terus memantau pergerakan harga ayam di level peternak beberapa hari mendatang. “Harga kami akan pantau terus, sampai dengan sesuai Peraturan Kementerian Perdagangan (Permendag) dengan harga Rp18.000 batas bawah,” ujarnya.

Jelang Akhir Pekan Harga Daging Ayam Naik

Jelang Akhir Pekan Harga Daging Ayam Naik

Daftarhargakomoditi.web.id – Memasuki akhir pekan, harga daging ayam terpantau naik di pasar tradisional Pondok Gede, Bekasi. Hal ini dirasakan oleh para pedagang di pasar tersebut salah satunya, Tardi (50). Harga daging ayam itu kerap membauat Tardi dan pedagang pedagang lain kesulitan karena naik nya harga tak kunjung selesai.

Tardi mengaku saat ini menjual harga daging ayam yang berukuran besar mencapai Rp 50 ribu per ekor. Padahal sebelumnya, hanya dijual Rp 45 ribu per ekor.

Sementara untuk ayam yang berukuran sedang yang mulanya hanya Rp 30 ribu per ekor menjadi Rp 35 per ekor. Sedangkan, untuk daging ayam yang berukuran kecil menjadi Rp 30 ribu per ekor dari yang sebelumnya hanya Rp 28 ribu per ekor.

Pedagang Ayam Lainnya Turut Keluhkan Hal yang Sama

Senada dengan Tardi, pedagang ayam lain di pasar yang sama bernama Nur (54) mengatakan melonjaknya harga daging ayam ini naik akibat dari harga ayam hidup per ekornya yang juga turut naik sejak lima hari lalu.

“Sekarang harga per ekor ayam hidupnya itu Rp 26 ribu per kg, sebelumnya Rp 21 ribu per kg,” ujar Nur.

Nur juga menambahkan ketidak stabilan harga ayam ini sering terjadi, bahkan menurutnya harga ayam naik cenderung lebih lama dibandingkan saat harganya turun.

“Iya ini paling nanti naik Rp 5 ribu selama seminggu atau duaminggu, nanti turun tuh dua hari tapi cuma Rp 500 terus nanti naik lagi deh berapa ribu,” tuturnya.

Baca Juga : Harga Sayur Mahal Keuntungan Pedagang Menipis

Harga Telur dan Daging Sapi Turun

Berbeda dengan ayam, harga telur ayam dalam negeri justru mengalami penurunan. Ipin (45), seorang pedagang telur di pasar Pondok Gede mengatakan bahwa telur ayam dalam negeri turun harga Rp 1.000 sejak sepekan ini.

“Turun nih mba sekarang jadi Rp 23 ribu per kg. Sudah tujuh hari turunnya. Tadinya kan Rp 24 ribu per kg,” kata Ipin.

Sedangkan untuk harga daging sapi saat ini terpantau masih normal dikisaran Rp 110 ribu per kg. Kata Ipin saat itu.