Pemblokiran Komoditi Ilegal

Pemblokiran Komoditi Ilegal

Daftarhargakomoditi.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan ulasan mengenai Kemendag yang memblokir 39 situs perusahaan berjangka komoditi ilegal. Komoditi Ilegal disini maksudnya adalah tindak komoditi yang tidak sah atau gelap.

Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) kembali blokir 39 domain situs perusahaan berjangka komoditi ilegal.Kepala Bappebti Tjahya Widayanti mengatakan, sampai bulan September 2019, Bappebti telah melakukan pemblokiran terhadap 142 domain situs perusahaan berjangka komoditi ilegal. Sepanjang tahun 2018, Bappebti telah melakukan pemblokiran terhadap 161 domain situs perusahaan berjangka komoditi ilegal.

Bappebti sebagai salah satu dari 13 Kementerian/Lembaga anggota Satgas Waspada Investasi (SWI), turut berperan aktif memberantas kegiatan di bidang perdagangan berjangka ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat,” jelas dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (17/9/2019).Pemblokiran ini merupakan langkah pencegahan dalam melindungi masyarakat terhadap pelanggaran perundang-undangan di bidang perdagangan berjangka. Bappebti memiliki wewenang untuk mewajibkan setiap pihak menghentikan kegiatan usaha yang tidak memiliki izin usaha dari Bappebti.

Pemblokiran terhadap domain situs perusahaan berjangka komoditi ilegal rutin dilakukan Bappebti bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, penyedia jasa situs internet, dan tempat pendaftaran domain yang ada di Indonesia. Bappebti juga secara terus-menerus memantau secara langsung aktivitas domain ilegal tersebut.Selain itu, Tjahya menyampaikan, Bappebti sangat menyambut baik dan berterima kasih kepada SWI yang turut mengumumkan daftar domain situs perusahaan berjangka komoditi ilegal.

“Informasi daftar domain situs perusahaan berjangka komoditi ilegal yang diumumkan SWI diharapkan dapat membuat masyarakat untuk semakin berhati-hati terhadap penawaran produk, investasi, dan kegiatan usaha di bidang perdagangan berjangka illegal,” tegasnya.Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan dan Penindakan M. Syist juga mengimbau kembali agar masyarakat dapat memastikan terlebih dahulu legalitas dari pemerintah terhadap perusahaan yang menawarkan investasi.

Baca Juga : Korut Meraup Untung Dari Ekspor Komoditi Terlarang

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati, karena ada banyak cara yang dilakukan perusahaan perdagangan berjangka ilegal untuk menarik minat para calon nasabah,” jelas Syist.

Adapun modus-modus yang sering digunakan antara lain:

1. Melakukan aktivitas selayaknya pialang berjangka yang memiliki izin usaha dari Bappebti. Entitas ilegal tersebut menawarkan kontrak berjangka (biasanya forex, index, dan komoditi) kepada masyarakat dan biasanya dengan margin yang rendah.

2. Melakukan duplikasi/mendompleng situs pialang berjangka legal yang memiliki izin usaha dari Bappebti dengan menggunakan nama yang mirip dengan pialang berjangka legal. Bagi calon nasabah yang tidak jeli, perusahaan tersebut terkesan sebagai pialang berjangka yang legal.

3. Menawarkan bagi hasil. Nasabah hanya menyetorkan sejumlah dana dan pihak perusahaan yang akan melakukan transaksi atas dana tersebut dan keuntungan akan dibagi dengan jumlah persentase tertentu.

4. Memberikan janji pendapatan tetap yang tinggi dengan nilai persentase dan jangka waktu tertentu. Menawarkan daftar paket investasi yang dibagi berdasarkan kemampuan keuangan calon nasabah. Paket investasi tersebut biasanya dibagi menjadi paket silver, gold, dan platinum.

5. Seolah-olah menjalankan/melakukan transaksi kontrak berjangka. Namun, kenyataannya hanya digunakan sebagai modus untuk mengelabui masyarakat agar menanamkan modal kepada perusahaan tersebut. Dana yang terkumpul hanya berputar di antara anggota tanpa ditransaksikan di bidang PBK (biasanya menggunakan skema Piramida/skema Ponzi).

6. Menjadi Introducing Broker (IB) dari pialang luar negeri dengan mencantumkan legalitas dari regulator dunia, misalnya International Financial Services Commission (IFSC) di Belize, Cyprus Securities and Exchange Commission (CYSEC) di Siprus, Financial Conduct Authority (FCA) di London, dan British Virgin Islands Financial Services Commission (BVI FSC) di Kepulauan Virgin Britania Raya. Meskipun telah memiliki legalitas dari regulator internasional, untuk dapat melakukan kegiatan usaha sebagai pialang berjangka di wilayah Republik Indonesia harus memiliki izin usaha dari Bappebti.

7. Mencatut legalitas dari Bappebti dan lembaga pemerintah lainnya (biasanya menampilkan logo) untuk menarik dan meyakinkan masyarakat.

8. Menyelenggarakan seminar, edukasi, dan pelatihan di bidang perdagangan berjangka dengan penarikan margin untuk tujuan transaksi, tanpa memiliki izin dari Bappebti.

Harus Ada Pengendalian Harga Komoditas Agar Target Inflasi Tak Meleset

Harus Ada Pengendalian Harga Komoditas Agar Target Inflasi Tak Meleset

Daftarhargakomoditi.web.id – Kembali lagi kita membahas komoditas komoditas dibulan lalu agar kita mengetahui tentang pengendalian keseimbangan Komoditas yang ada, karena kita sebagai warga Indonesia haruslah mengetahui kemajuan kemajuan maupun hambatan yang dihadapi Indonesia mengenai Komoditas.

Berikut ini merupakan pembahasan mengenai Komoditas Komoditas yang telah terjadi pada bulan juni 2019 lalu :

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi selama bulan Juni 2019 sebesar 0,55 persen, angka ini lebih rendah dibanding Mei 2019 di 0,68 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender yaitu Januari-Juni 2019 mencapai 2,05 persen.

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, mengakui bahwa inflasi yang terjadi pada Juni 2019 tersebut masih disebabkan oleh bahan komponen seperti makanan. Di mana, beberapa harga komoditas makanan masih ikut terkerek karena adanya Lebaran.

“Jadi makanan yang paling tinggi. Kalau yang lain saya belum lihat,” kata Menko Darmin saat ditemui di Kantornya,

Darmin juga menekankan agar inflasi secara tahun kalender selama Januari-Juni 2019 sebesar 2,05 persen dapat dipertahankan hingga akhir 2019. Dengan demikian, perlu adanya upaya pengendalian terhadap beberapa harga komoditas. Sebab, pemerintah sendiri mematok inflasi hingga akhir 2019 mencapai 3,5 plus minus 1 persen.

“Artinya harus ada upaya-upaya pengendalian. Ya kalau enggak bisa diturunkan bisa di atas 4 persen bisa-bisa,” pungkasnya.

Baca Juga : Daftar Komoditas yang Ekspornya Naik dan Turun Dibulan Februari

Sebelumnya, Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, komponen bahan makanan mengalami inflasi sebesar 1,63 persen dengan andil terhadap inflasi secara keseluruhan sebesar 0,38 persen.

“Inflasi umum 0,55 persen, di situ kita mendeteksi inflasi tertinggi untuk bahan makanan karena masih ada dalam masa Lebaran, dengan inflasi 1,63 persen,” ujar dia di Kantor BPS.

Dia menjelaskan, dari komponen bahan makanan, penyumbang inflasi terbesar yaitu cabai merah sebesar 0,2 persen. Kemudian diikuti oleh ikan segar sebesar 0,05 persen dan aneka sayuran sebesar 0,1 persen.

“Kenaikan inflasi cabai merah 0,2 persen, kemudian ikan segar sebesar 0,05 persen. Selebihnya tomat sayur, cabai hijau 0,1 persen. Tapi di sisi lain ada bawang putih yang harganya sudah turun. Kemarin deflasi sebesar 0,06 persen dan daging serta telur ayam ras 0,02 persen,” jelas dia.

Jangan mengabaikan apa yang sedang terjadi di Negara kita, ayo peduli untuk mengetahui keseimbangan Negara kita tercinta.

Banyaknya Pendapatan Impor Tahun Lalu Capai Puluhan Miliar

Banyaknya Pendapatan Impor Tahun Lalu Capai Puluhan Miliar

Daftarhargakomoditi.web.id – Tahun lalu Komoditas Indonesia mengalami kemajuan pesat sekali sampai menghasilkan puluhan miliar, mari kita simak kabar tersebut seperti yang tertulis dibawah ini.

Komoditas Impor Indonesia – Hallo salam sejahtera dan bahagia buat sahabat Juraganers seluruh Indonesia dimanapun kalian berada, terimakasih telah mengunjungi laman artikel pada kanal ekspor impor. Tentu, bagi kalian yang tertarik seputar dunia perdagangan internasional, artikel kali ini dapat membuka wawasan anda seputar hal tersebut.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas apa saja sih jenis komoditas impor Indonesia yang memiliki nilai impor tertinggi pada tahun 2018? Dan apa saja komoditi yang sering diimpor ke dalam negeri sang saka merah putih? Temukan jawabannya disini!

Meskipun Indonesia adalah negara yang memiliki sumber daya alam melimpah atau bisa disebut sebagai negara kaya raya serta banyak sekali komoditas ekspor Indonesia yang melalang ke berbagai belahan negara lain seperti kopi, karet, nikel, rotan dan lain-lain.

Namun, Indonesia juga harus melakukan proses impor barang dari luar negeri mulai produk pangan, bahan baku penolong hingga barang modal. Nah Juraganers, kira- kira apa saja komoditas impor Indonesia yang paling banyak dibeli dari luar negeri?

Berikut 15 barang yang paling banyak diimpor berdasarkan data BPS secara akumulatif sepanjang awal tahun 2018

5 komoditas pangan impor di Indonesia sepanjang Januari 2018

Hingga sekarang, Indonesia masih harus terus melakukan impor beberapa komoditas barang konsumsi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Berikut 5 jenis komoditas impor Indonesia yang memiliki nilai tinggi sepanjang bulan Januari 2018.

1. Daging lembu beku tanpa tulang sebesar US$ 15,1 miliar

Sudah lama diketahui bahwa sistem produksi sapi dalam negeri belum bisa diandalkan. Segmen usaha peternakan masih belum diminati secara komersil maka tak heran kalau Indonesia masih harus melakukan impor untuk komoditas pangan satu ini. Peningkatan kebutuhan konsumen terus meningkat apalagi waktu khusus terjadi lonjakan permintaan seperti bulan puasa atau hari raya tiba.

2. Susu bubuk sebesar US$ 11,3 juta

Komoditas impor Indonesia yang juga masih tinggi adalah kebutuhan susu bubuk. Kualitas susu sapi Indonesia masih kalah jauh dengan negara penghasil susu terbesar, Selandia Baru. Jangan heran kalau negeri ini masih harus melakukan impor susu dalam bentuk skim (bubuk) dari Selandia Baru dan Australia. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, setidaknya 80% kebutuhan susu di Indonesia merupakan hasil impor luar negeri.

Baca Juga : Bahan Komoditas Naik Daya Tarik Pun Menurun

3. Beras khusus sebesar US$ 4,7 juta

Negara agraris namun tidak mampu melakukan swasembada beras memang patut disoroti. Beras menjadi salah satu komoditas impor Indonesia yang selalu menduduki jajaran sepuluh besar komoditi impor setiap tahun. Negara yang mensuplai beras di Indonesia antara lain Vietnam, Thailand, Pakistan, India, Myanmar dan lain-lain.

4. Apel sebesar US$ 4,6 juta

Indonesia juga mengimpor apel dari Tiongkok, Jepang dan Amerika Serikat untuk memenuhi kebutuhan buah dalam negeri.

5. Anggur US$ 4 juta

Meski diberitakan angka pada Januari 2018 cenderung menurun dari angka impor pada Desember 2017, anggur tetap menjadi komoditas impor Indonesia tertinggi untuk buah-buahan. Negara yang memasok anggur antara lain China, Peru, Amerika Serikat dan lain-lain.

Tentu masih ada banyak bahan pangan yang diimpor Indonesia dari luar negeri seperti beras, gandum, daging ayam, susu, buah-buahan dan sebagainya. Kebijakan impor memang harus disoroti agar stabilitas harga lokal tetap seimbang. Namun, nilai impor bisa berubah sewaktu-waktu mengingat kebutuhan masyarakat yang tidak menentu.

Pada bulan-bulan penuh permintaan seperti hari raya, kebutuhan barang impor khususnya produk pangan atau konsumsi ini bisa saja meningkat drastis.

5 Komoditas Impor Bahan Baku Indonesia Sepanjang Tahun 2018

Bahan baku atau merupakan jenis bahan mentah yang akan diolah menjadi barang jadi. Untuk komoditas impor Indonesia di sektor bahan baku atau penolong Indonesia yang memiliki akumulatif tinggi pada bulan Januari 2018 sebagai berikut.

1. Peralatan helikopter sebesar US$ 143 juta

Anda pasti sudah tahu bahwa negeri ini memerlukan suplai peralatan helikopter dari negara lain karena PT DI belum mampu memproduksi pesawat atau helikopter sendiri. Ya, PT DI didesak mampu merancang helikopter sendiri untuk mengurangi impor helikopter dan pesawat dari luar negeri. Selama ini, PT DI dianggap memiliki banyak kelemahan dalam proyek perakitan pesawat dan helikopter.

2. Kain katun sebesar US$ 133 juta

Kain katun menjadi komoditas impor Indonesia terkait kebutuhan tekstil. Hal ini disebabkan oleh harga tekstil impor dari China lebih murah dibandingkan lokal. Selain itu, lahan di Indonesia tidak mampu memproduksi kapas dengan baik dibandingkan dengan Amerika Serikat dengan kapasitas lahan yang sama. Tak heran jika impor kapas untuk bahan baku kain katun juga sangat tinggi.

3. Kedelai sebesar US$ 97 juta

Indonesia merupakan negara penghasil tempe terbesar di dunia namun masih bergantung pada impor kedelai. Miris, ya? Hal ini disebabkan oleh kebutuhan kedelai yang mencapai 2,5 juta ton setiap tahun, sedangkan pertanian Indonesia hanya mampu menyumbangkan total 700-800 ribu ton saja per tahun.

Beberapa penyebab ditengarai menjadi alasan rendahnya produksi kedelai dalam negeri seperti lahan penanaman yang minim, penyediaan benih varietas unggul dan pupuk para petani yang kurang maksimal hingga kebijakan penetapan harga kedelai pada setiap panen yang membuat petani kehilangan gairah menanam komoditas ini.

4. Peralatan elektronik lainnya US$ 87 juta

5. Bagian Peralatan elektronik US$ 69 juta

Dua sub nomor 4 dan 5 ini merupakan komoditas impor Indonesia yang selalu dilakukan sejak dulu hingga sekarang. Saat ini, industri elektronik Indonesia masih harus bergantung pada impor komponen elektronik luar negeri. Padahal, industri elektronik merupakan jenis usaha yang terus mengalami peningkatan sepanjang tahun.

5 Komoditas Impor Barang Modal Indonesia Sepanjang Januari 2018

Barang modal memiliki pengertian barang yang dihasilkan untuk menghasilkan barang lain bukan sekadar memenuhi kebutuhan konsumen secara langsung.

Berikut ini, 5 komoditas impor Indonesia terkait barang modal yang menduduki akumulatif tinggi sepanjang awal tahun ini.

1. Laptop sebesar US$ 67 juta

Kebutuhan masyarakat Indonesia pada sistem komputer terus meningkat. Gempuran produk luar negeri khususnya Negeri Tirai Bambu membuat masyarakat membeli teknologi yang dibandrol dengan harga murah tersebut.

2. Telepon sebesar US$ 45 juta

Sebagai negara dengan jumlah penduduk mencapai 250 juta jiwa, Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial. Kemajuan teknologi penyiaran dan telekomunikasi membuat barang berupa telepon begitu digilai masyarakat Indonesia. Impor produk telepon atau smartphone Indonesia mencapai angka puluhan juta dolar Amerika Serikat.

3. Mesin logam US$ 1,2 juta

4. Penggilingan US$ 300 ribu

5. Mesin air panas US$ 200 ribu

Indonesia masih menjadi negara yang mengimpor berbagai mesin yang bisa digunakan untuk mengolah sumber daya alam atau energi. Sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam, Indonesia masih harus bersaing dengan negara lain untuk mampu mengolah sumber daya manusia secara maksimal.

Tak mengherankan jika Indonesia masih harus mengimpor berbagai peralatan mesin dan teknologi dari luar. Selain 15 komoditas impor Indonesia yang disebutkan di atas, sektor impor migas juga masih sangat tinggi.

Pada awal tahun 2018 ini, sektor migas melonjak drastis sehingga neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit hingga 670 juta USD. Nilai tersebut terjadi setelah nilai ekspor minyak mentah dan hasil minyak cenderung sedikit dibandingkan nilai impor pada produk yang sama.

Komoditas impor Indonesia terus berubah sepanjang waktu baik sektor konsumsi, bahan baku penolong dan barang modal. Informasi mengenai 15 jenis komoditas yang memegang nilai tertinggi sepanjang awal tahun 2018 di atas bisa menjadi bahan referensi Anda.