Semua Harga Naik Di Pasar Kelapa Gading

Semua Harga Naik Di Pasar Kelapa Gading

Daftarhargakomoditi.web.id – Bahan pokok seperti bawang, cabe, sayur, dll merupakan bahan yang selalu di beli untuk makanan di rumah tangga namun dalam kondisi seperti ini semua keluarga pusing di karenakan seluruhnya naik. Sedangkan bahan tersebut wajib di beli tidak dapat di gantikan dengan sayuran instan selalu. Kali ini daftarhargakomoditi.web.id akan membahas kenaikan harga di pasar Kelapa Gading.

Jakarta Per Maret, harga tomat turun Rp 2.000, dari Rp 12 ribu menjadi Rp 10 ribu per kilo di Pasar Mandiri, Kelapa Gading, Jakarta. Penurunan harga ini disebabkan oleh tanaman tomat. Pedagang sayur, Maryam (47), menyatakan bahwa hanya harga tomat yang turun. Sisa harga sayuran naik 3.000 rupee menjadi 5.000 rupee.

“Harga tomat turun sekarang jadi Rp 10 ribu, kalau cabai itu naik rata-rata Rp 5.000-lah, ya cabai rawit merah, rawit hijau, keriting. Bawang putih juga naik,

Harga cabai memang tidak dapat diprediksi. Sekarang, cabai rawit merah naik dari Rp 25 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram dan cabai rawit hijau naik dari Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per kilogram. Untuk cabai merah keriting, harga tetap stabil di angka Rp 25 ribu per kilogram.

Rita (44) juga mengatakan hal yang sama. Untuk bawang, khususnya, dia mengatakan harganya tidak berubah dari minggu lalu, tapi memang terjadi kenaikan harga.

“Sebenarnya sudah naiknya dari minggu kemarin sih. Dua minggu ini Rp 35 ribu, bawang ini,” ungkapnya.

Minggu lalu, bawang putih cutting dan bawang merah mengalami kenaikan dengan selisih yang sama, masing-masing naik dari Rp 30 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram.

Berbeda dengan harga tomat, untuk sayuran lainnya seperti kentang dan wortel, harga terpantau stabil di angka masing-masing Rp 12 ribu hingga Rp 14 ribu per kilogram.

Pembeli Sepi, Harga Daging Ayam di Pasar Slipi Turun

Harga ayam di Pasar Slipi terpantau turun. Atas efek pembeli yang sepi, pihak penjual pun siap menurunkan harga daging di bawah harga standar.

“Turun Rp 500. Sekilonya Rp 37 – 38 ribu per kilogram/kg,” ujar Ani (59) ketika berbincang bersama Liputan6.com pada Jumat, 1 Maret 2019 di Pasar Slipi, Jakarta Barat.

Baca juga : Di Kelapa Gading Harga Bawang Putih Naik

Ani menyebut siap menjual daging ayam sekilo dengan harga Rp 35 ribu karena sepi pembeli. “Ini saja enggak ada yang beli. Ini sepi banget, Mas,” tunjuknya.

Total 30 ekor daging masih belum laku terjual di tempatnya. Ukuran yang ia pilih jual pun kecil agar ketika harus masuk freezer, maka tidak terlalu beku. Untuk bagian ayam lain, kepala dijual Rp 14 – 15 ribu/kg, dan ati ampela dijual dengan kisaran Rp 2.000 – Rp 3.000.

Pedagan lain, Merie (65), menjual dengan harga serupa, yakni kisaran Rp 37 ribu/kg untuk daging dan sayap. Ceker dijual Rp 30 ribu/kg dan kulit seharga Rp 20 ribu/kg sementara tulang dijual Rp 2.500 per satuan.

“Omzet biasa saja, enggak naik, enggak turun. Orang dagang kan kadang-kadang ramai, kadang-kadang sepi,” jelasnya. Beralih ke daging sapi, pada di awal Maret harga terpantau stabil. Para pedagang menyebut tiada kenaikan atau penurunan setelah Imlek atau saat musim politik.

“Harga masih sama 12 (Rp 120 ribu/kilogram),” ujar Abah Kemed (87).
Bagian lain seperti iga ia jual seharga Rp 80 ribu per/kg dan hati ia jual Rp 70 ribu/kg, meski ia memberi penawaran hingga Rp 30 ribu per setengah kg. Adapula tetelan seharga Rp 50 ribu/kg.

Penjual lain, Suminta (34) menjual dengan harga yang sama untuk daging sapi. Daging sumsum dijualnya Rp 20 ribu dan lidah sapi seharga Rp 120 ribu/kg. “Lidah harga sama dengan daging,” tutur dia.

Kedua pedagang satu suara menyebut tak ada perubahan omzet di awal bulan ini. “Ya, masih standar,” kata Abah Kemed.

Tetap Stabil Harga Sayur Di Pasar Tradisional

Tetap Stabil Harga Sayur Di Pasar Tradisional

Daftarhargakomoditi.web.id – Tidak ada yang berubah dari harga sayuran di Pasar Rawa Badak akir-akhir ini. Semua sayuran normal dengan harga sejak dua minggu terakhir. Mayo (40), salah satu pedagang sayur di Pasar Rawa Badak, mengungkapkan bahwa dagangannya tidak mengalami kenaikan atau penurunan. Untuk berbagai jenis cabai, harganya mulai dari Rp. 30 ribu per kilogram menjadi Rp. 40 ribu per kilogram.

“Cabai merah besar Rp 40 ribu, cabai merah keriting Rp 30 ribu, cabai rawit hijau juga Rp 30 ribu. Tomat sekarang masih Rp 12 ribu, belum berubah lagi,” ujarnya pada Liputan6.com, seperti ditulis Selasa (26/03/2019).

Sementara, bawang merah berada di angka Rp 30 ribu per kilogram dan bawah putih cutting dihargai Rp 40 ribu per kilogram, meski sempat naik jadi Rp 42 ribu per kilogram. Komoditas lain seperti kentang masih stabil Rp 15 ribu per kilogram.

Selain May, Rudi (39) juga menyatakan harga sayurannya masih stabil. Untuk pendapatan, dirinya mengaku tidak ada penaikan maupun penurunan. Rudi sendiri mematok harga sayuran dengan selisih Rp 1.000 dari harga umum.

“Kalau jual sayur sebenarnya gini-gini aja, karena meskipun naik kan memang dari petaninya yang naik, turun juga dari petaninya. Nggak ngaruh, sebenarnya,” ujarnya.
Harga Tomat dan Cabai Merah Besar Naik di Pasar Rawa Badak

Sedangkan dua pekan lalu, harga sayur mayur di Pasar Rawa Badak, Jakarta Utara bervariasi. Beberapa komoditas harganya sudah stabil, namun untuuk tomat dan cabai merah besar masih mengalami kenaikan cukup besar.

Baca juga : Pasar Tempo Dulu Bernuansa Trending

Cabai merah besar naik dari Rp 32 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram (kg). Harga tomat juga naik dari Rp 12 ribu per kilogram menjadi Rp 18 ribu per kilogram. Hal yang sama terjadi pada cabai rawit merah, yang tadinya Rp 35 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

Rosidi (44), salah satu penjual sayur mayur mengungkapkan, harga sayur semakin tidak bisa diprediksi. Kenaikan dan penurunan pasti akan terjadi bergiliran dengan selisih besar.

“Enggak pasti, kemarin tomat cuma Rp 12 ribu, tahu-tahu naik Rp 6 ribu. Cabai juga begitu. Nanti kalau turun, turunnya drastis lagi,” ujarnya pada Liputan6.com, pada Senin 11 Maret 2019.

Selain Rosidi, Eroh (50) mengatakan hal sama. Meski begitu, harga sayur mayur tidak mempengaruhi jumlah pembeli.

“Mungkin karena butuh setiap hari, orang kalau mau masak perlu cabai, bawang, tomat, mau harga mahal atau nggak ya tetap dibeli,” tutur dia.

Sementara, harga komoditas lain terpantau stabil selama sepekan terakhir. Harga cabai merah keriting, cabai rawit hijau dan bawang merahu stabil di angka Rp 30 ribu per kilogram. Bawang putih cutting juga masih berada di harga Rp 40 ribu per kilogram.

Untuk kentang masih dihargai Rp 15 ribu per kilogram, begitu pula kelapa kupas dengan harga Rp 8 ribu per kilogram.

pasar ekstrime

Pasar Tradisonal Paling Ekstrim

Daftarhargakomoditi.web.id – Berbicara tentang pasar tradisional, ada sisi lain yang menarik. Di beberapa negara, ada pasar yang dikenal paling ekstrim di dunia.
Pasar ini di anggap ekstrim karena menjual makanan hewan peliharaan, tempat-tempat berbahaya untuk pesona yang tak terduga.

Pasar Tomohon – Indonesia

Sudah sejak lama, para aktivis dalam dan luar negeri menyerukan penutupan pasar Tomohon, di Sulawesi Utara, Indonesia.

Sebab, pasar tradisional tersebut memjual daging anjing, kucing, ular, biawak hingga hewan lainnya yang kadang tak pantas untuk dikonsumsi manusia.

Selain mendapat daya tarik karena kontroversinya, pasar ekstrem di Tomohon ini sudah terkenal ke mancanegara. Bahkan, situs travel terkenal seperti TripAdvistor menjadikannya sebagai salah satu wisata ekstrem bagi para penjelajah.

Jika Anda ke kawasan ini, maka siap-siap untuk merasakan mual. Karena kebanyakan orang awam yang tak biasa melihat itu akan merasakan hal demikian.

Pasar Maeklong Railway Station – Thailand

Jika sebelumnya di Tomohon menjual daging anjing hingga kucing, pasar di Thailand ini menjual kebutuhan normal yang selayaknya ada di tempat berjualan tradisional.

Lalu, apa yang membuatnya beda dan dianggap ekstrem?

Rupanya, bukan dari bahan makanan yang dijual, melainkan lokasinya yang berada di rel kereta api. Bahkan, kereta api di sana masih beroperasi dan kerap lewat, dikutip dari laman CNN.

Apabila kereta api lewat maka para pedagang akan segera melipat payungnya. Kereta yang terlihat akan melaju lambat dari biasanya agar para pekerja bisa dengan sigap membereskan barang dagangannya.

Para pembeli pun juga turut menepi. Sesekali, para turis mengeluarkan ponsel untuk merekam kejadian.

Anda patut berhati-hati apabila ada di pasar ini. Jangan sampai Anda sampai tertabrak kereta.

Baca juga : Wisata Belanja Jika Tahun Baru Terjebak Di Jakarta

Pasar La Paz – Bolivia

Dikatakan sebagai pasar ekstrem karena pasar ini sudah sejak lama menjual barang-barang yang dianggap memiliki sihir.

Secara terbuka, pasar ini menjajakan benda-benda yang memiliki bentuk aneh dan ada unsur magisnya, demikian dikutip dari laman keepcruisingworld.com.

Sebagian dari Anda mungkin tidak percaya dengan hal ini. Tetapi, pasar itu masih bertahan lantaran banyak warga yang datang untuk membeli barang tersebut.

Baik untuk mendapatkan jodoh hingga mengirimkan ilmu hitam ke seseorang yang tidak ia sukai.

Salah satu hal yang paling menarik di pasar adalah janin llama, yang menurut tradisi lama harus dilemparkan ke ruang bawah tanah rumah untuk keberuntungan dan kemakmuran.

daftar harga

Wisata Belanja Jika Tahun Baru Terjebak Di Jakarta

Daftarhargakomoditi.web.id – Sekarang jangan khwatir jikalau anda terkendala ingin berbelanja di tahun baru khusus kota jakarta. Kali ini kita akan merangkumkan tempat – tempat yang nyaman untuk anda berbelanja ketika di tahun baru di kota jakarta.

Pasar Santa

Nama pasar yang terletak di Jalan Cipaku I dan Jalan Cisanggiri II, Jakarta Selatan ini begitu booming beberapa tahun lalu. Ini tidak lepas dari peran anak-anak muda kreatif yang membuat Pasar Santa jadi fenomenal dan terkenal. Di tahun 2014 masuk komunitas-komunitas anak muda kreatif di lantai satu dengan kreasi dan dagangan. Ada kopi, piringan hitam, kaos, jam tangan, dan kuliner. Pasar Santa menawarkan beragam pemenuh kebutuhan. Di lantai basement khusus sembako, sayur mayur, beras, ikan, daging, dan kopi. Di lantai dasar lebih pada aksesori, jam tangan, toko emas, dan toko pakaian. Sementara di lantai satu, barulah semua kreativitas anak muda berkumpul.

Pasar Baru

Pasar Baru atau dikenal dengan nama Passer Baroe merupakan pasar pertama di Jakarta dan dibangun pada zaman Hindia Belanda di awal 1820an. Tempat belanja di kawasan Jakarta Pusat ini jadi gambaran kerukunan hidup di Jakarta dengan berbaurnya para pedagang dan pembeli dari berbagai etnis, baik dari masyarakat Betawi, Tionghoa, India maupun Eropa. Selain berbelanja, wisatawan juga bisa menikmati wisata sejarah di Pasar Baru.

Pasar Mayestik

Pasar Mayestik, merupakan salah satu pasar terlengkap yang berada di daerah Jakarta Selatan. Tak hanya untuk berbelanja, di pasar ini terdapat berbagai wisata kuliner lezat yang menggoyang lidah. Kalau selama ini pasar tradisional identik dengan becek atau bau sampah, sekarang sudah tak berlaku lagi terutama di Pasar Mayestik yang justru bersih dan nyaman karena menggunakan AC. Tapi, sensasi tawar-menawar masih ada, karena pedagangnya pun masih sama termasuk toko tekstil yang jadi ciri khas pasar di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini. Hanya saja, lapak-lapak mereka makin apik. Selain pasar tradisional, ada semacam plaza yang dimanfaatkan untuk duduk-duduk sembari jajan camilan. Atau buat yang bawa bocah, ada area penyewaan mobil dan motor kecil bertenaga baterai.

Baca juga : Beli Sayur Dengan Aplikasi ?

Jakarta Gems Center Rawabening

Pasar Rawabening yang kini disebut Jakarta Gems Center (JGC), merupakan salah satu pusat penjualan batu akik.Beragam jenis batu akik dijual di pasar yang terletak di Jatinegara, Jakarta Timur ini. Mulai dari bacan, bandan, Sungai Dare, hingga rubi ada di pasar yang berada persis di seberang Stasiun Jatinegara ini.Namun, saat ini pamor batu akik sudah meredup. Seiring perkembangan zaman, batu akik mulai ditinggalkan. Padahal pada 2014 hingga 2015, batu akik sempat booming. Karena itu, banyak batu akik yang ditawarkan dengan harga murah. Kalau Anda masih menjadi peminat atau pecinta batu akik, tak ada salahnya untuk datang ke Pasar Rawabening atau Jakarta Gems Center ini. Pilihan batu akik untuk dibeli masih sangat beragam, dan harganya pun miring.

SMESCO Indonesia

Berbelanja tak harus di pasar atau di mal, tapi bisa juga di gedung. Di Jakarta ada SMESCO merupakan kepanjangan dari “Small and Medium Enterprises and Cooperatives”, atau KUKM – Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. Gedung yang didirikan pada Maret 2007 dan berlokasi di Jalan Gatot Subroto ini, bertujuan: untuk mempromosikan produk-produk unggulan Indonesia kepada dunia Internasional. Sebagai pengelola, gedung SMESCO Indonessia menyewakan sebagian ruangan untuk area komersial seperti perkantoran dan sarana pendukung lainnya seperti Bank, ATM, Money Changer, Travel Agent, Mini Market, Restoran dan Cafe. Di Asian Games 2018, SMESCO Indonesia ditunjuk Inasgoc sebagai official marketing agency dan banyak atlet serta ofisial berburu oleh-oleh khas Nusantara.

Pasar Seni Ancol

Ancol termasuk kawasan favorit di Jakarta untuk merayakan Tahun Baru. Tapi kalau tak ingin mengikuti kemeriahan Tahu Baru, bisa dengan mengunjungi Pasar Seni.Di tempat ini Anda bisa berbelanja beragam benda seni sekaligus menyaksikan pertunjukan seni. Pasar ini cocok untuk berbelanja aneka benda seni, karena terdapat puluhan galeri yang memajang aneka kerajinan mulai dari lukisan, patung, relief, hingga tembikar. Di sana pengunjung pun bisa menjumpai koleksi kain tenun dan batik. Pasar di Jalan Pantai Indah tersebut juga tempat yang pas bila Anda tengah mencari ukiran khas Jepara atau Bali, wayang golek, wayang kulit, dan topeng khas dari beberapa daerah di tanah air. Meski tak seramai di masa kejayaannya di era 1980an, Pasar Seni Ancol tetap bisa mempertahankan eksistensi mereka dengan melahirkan berbagai karya seni.