Harga Sayur Mahal Keuntungan Pedagang Menipis

Harga Sayur Mahal Keuntungan Pedagang Menipis

Daftarhargakomoditi.web.id – Masuk akhir pekan, harga beberapa komoditas sayuran di pasar tradisional terpantau tinggi. Hal itu membuat para pedagang hanya sedikit mengambil untung yaitu di kisaran Rp 1.000-2.000 saja. keuntungan yang didapat relatif kecil sehingga membuat para pedagang kesulitan, dan jika ingin mendapatkan keuntungan sedikit lebih besar maka kemungkinan sayur sayuran yang ia jual tidak akan laku.

Nur (59 tahun), salah seorang pedagang di Pasar Kwitang Dalam, Jakarta Pusat, mengatakan, pihak pemasok telah mematok harga tinggi untuk beberapa komoditas seperti oyong, terong dan pare.

“Seperti oyong dan terong. Dapatnya (dari pemasok) Rp 13 ribu (per kg), jualnya Rp 14 ribu (per kg). Pare juga. Dapat Rp 13 ribu (per kg), jual Rp 14 ribu (per kg). Cuman seribu perak (untungnya),” keluh Nur

Hal senada turut disuarakan oleh Toyyibah (44 tahun), pedagang sayurandi pasar yang sama. Meski bisa mendapat harga beli yang sedikit lebih rendah, ia tetap memasang harga jual pada kisaran Rp 14 ribu per kg.

“Sayuran kayak timun naik juga. Dari sana (pemasok) dapatnya Rp 12 ribu per kg, jualnya Rp 14 ribu. Terong dan pare juga sama. Dapat Rp 12 ribu per kg, jual Rp 14 ribu,” jelas dia.

Baca Juga : Perdagangan Sepi Harga Emas Turun Tipis

Harga Bawang Terkendali

Di sisi lain, lonjakan harga tak diikuti oleh komoditas bawang yang masih terkendali. Nur menyampaikan, harga bawang merah dan bawang putih kini masih terhitung murah.

“Kalau bawang murah. Bawang merah dari sononya (pemasok) dapat Rp 30 ribu (per kg), dijual Rp 32 ribu (per kg). Kalau bawang putih (bulat) jualnya Rp 35 ribu (per kg), yang cutting Rp 40 ribu (per kg),” paparnya.

Sementara Toyyibah menuturkan, harga bawang merah dan bawang putih yang diperdagangkannya masih standar, yakni pada kisaran Rp 30-40 ribu per kg.

“Untuk bawang merah dapatnya Rp 25 ribu per kg, jualnya Rp 30 ribu. Turun sih enggak, standar aja. Kalau bawang putih bulat dapat Rp 25 ribu per kg jual Rp 30 ribu. Cutting dapatnya Rp 35 ribu per kg, jual Rp 40 ribu,” tuturnya.

Harga Minyak Dunia Menguat Karena OPEC

Harga Minyak Dunia Menguat Karena OPEC

Daftarhargakomoditi.web.idHarga minyak menjadi kuat karena OPEC. Menguatnya harga minyak Indonesia di cek oleh bursa New York Mercantile Exchange dan pengecekan tersebut berdasarkan data mulai dari januari sudah menguat.

Dengan adanya keputusan ini, menjadikan harga minyak WTI kontrak Januari di rilisan bursa New York Mercantile Exchange menguat 0,09 (0,16%) ke posisi US$ 57,39/barel.

Sedangkan harga minyak jenis Brent, rilisan pasar ICE Future di London dalam posisi melemah 0,46 (0,73%) di level US$ 63,57/barel.

Sejak bulan lalu memenag perdagangan minyak mampu naik dengan kisaran rata-rata 5,6%. Di rapat evaluasi yang pertama lalu memang sudah diketahui jika akan ada pemangkasan stok produksi minyak mentah sebesar 1,8 juta bph, jika minyak mampu naik 17%.

Penguatan harga minyak mentah dunia memang juga dipengaruhi dukungan kuat dari pihak Arab Saudi dan Rusia didalam melanjutkan waktu pemangkasan jumlah produksi minya sebanyak 1,8 juta bph. Semula memang akan sampai bulan Maret 2018 dan sesudah keputusan akan sampai akhir tahun 2018 nanti.

Baca juga : Flynn Redam Melambungnya Harga Minyak

Sebelum adanya pertemuan, memang sehari sebelumnya ada pertemuan tertutup 6 menteri dan diketahui kalau Rusia dan Iran sama sekali tak menginginkan adanya perpanjangan pemangkasan produksi minyak yang usai di Maret 2018 nanti. Namun dua negara ingin jika ada sebuah evaluasi ulang lagi di bulan Juni 2018.

Dalam laporan, pihak Nigeria dan Libya akan memulai aksi pembatasan produksi di awal tahun 2018. Jika masih banyak negara yang tidak setuju masa perpanjangan batasan sampai akhir tahun, maka selepas Maret pembatasan ini akan tidal diberlakukan lagi.

EIA melaporkan jika sejak pekan lalu produksi minyak AS sudah mengalami kenaikan sebesar 24 ribu bhp ke kisaran 9,68 kuta bph. Dan angka produksi ini memang masih ada di bawah total produksi dari Rusia dan Arab Saudi.

Flynn Redam Melambungnya Harga Minyak

Flynn Redam Melambungnya Harga Minyak

Daftarhargakomoditi.web.idHarga minyak yang meningkat membuat parah masyarakat resak. Memang minyak yang naik tidak setinggi yang di pikirkan namun bagi sebagian masyarakat yang tidak mampu hal ini cukup membuat beban bagi kehidupan. Berikut mengapa minyak bisa naik di karenakan dibawah ini.

peningkatan ini memberikan manfaat bagi beberapa pihak. Dampaknya adalah terungkapnya kasus Michael Flynn yang mampu membuat pasar dunia goyah.

Sedang harga minyak jenis Brent dalam pasaran ICE Futures London juga nampak mengalami pelemahan sekitar $1,10 poin (1,76%) ke posisi $63,73 / barel. Meski selama seminggu lalu, minyak Brent alami mengalami kenaikan sebesar 0,4%.

Usai rapat evaluasi pertama mengenai pemangkasan produksi minyak 1,8 juta bph, saat itu harga minyak mengalami kenaikan 18% dan ini harga terbaik sejak Mei lalu. Masih menguatnya harga minyak dunia saat ini memang masih dipengaruhi adanya perpanjangan masa pemangkasan sampai akhir tahun 2018 nanti.

Pengaruh keputusan Rusia didalam keputusan perpanjangan, mampu melegakan pasar usai Rusia ragu jika keputusan itu hanya akan berlaku sampai akhir 2017 ini. Dengan keputusan ini produksi minyak AS bakal akan terus ditambah dan akibatnya pasokan minyak dunia kedepan akan masih berlimpah.

Baca juga : Harga Bawang Putih Terus Naik

Rusia juga senang akan keputusan OPEC yang mengajak kerja sama Libya dan Nigeria didalam batasan pasokan karena dua negara tersebut memang selama ini menjadi dua negara dengan pasokan besar dan angka kapasitas keduanya memang ada di atas batasan normal dunia.

Dalam rilisan terakhir EIA, mengenai angka produksi minyak mentah dari AS, di pekan lalu saja angka produksi di negara Paman Sam sudah naik sebesar 24 ribu bph ke 9,68 juta bph.

Harga Bawang Putih Terus Naik

Harga Bawang Putih Terus Naik

Daftarhargakomoditi.web.id – Semakin hari harga bawang putih semakin naik menjelang lebaran yang semakin dekat terus naik apakah akan naik terus sampai di kisaran berapakah bawang putih ini akan tetap naik. Berikut kali ini Daftarhargakomoditi.web.id akan memberikan ulasan lengkapnya dibawah ini.

Pekan ketiga ramadhan sejumlah harga komoditas dibeberapa daerah terlihat sudah mengalami kenaikan secara perlahan. Harga komoditas pangan seperti, cabai, bawang, dll terlihat sudah mengalami lonjakan. Harga bawang putih di beberapa pasar tradisional di Kota Solo terpantau mengalami lonjakan. Kenaikan harga komoditas bawang putih impor itu terutama untuk jenis kating yang bukan termasuk sasaran stabilisasi pangan pemerintah sesuai harga eceran tertinggi (HET)

Menurut keterangan salah seorang pedagang dipasar Legi, Sri Rahayu menjelaskan, harga bawang honam saat ini perlahan sudah mulai turun dan dibandrol dengan harga Rp 20.000 perkg. Berbeda ketika diawal ramadhan yang sempat menyentuh Rp 25.000 perkg. Sebab pasokan bawang putih impor dari Vietnam sudah banyak.

Selama ini, operasi pasar yang dilakukan pemerintah hanya mengincar bawang putih honam dengan HET maksimal Rp 38.000 perkg. Namun permintaan masyarakat justru lebih banyak terhadap bawang putih jenis kating, yang berasal dari China.

Baca juga : Sangat Sulit Mencari Beras Bagus

Masyarakat banyak yang memilih bawang jenis kating, sebab dari rasa lebih enak dibanding jenis honam. Stok kating dari China sudah lama kosong, sehingga banyak para pedagang yang menawarkan kating dari Korea yang seharga Rp 45.000 perkg.

Walau bawang putih kating mengalami lonjakan, namun untuk harga kebutuhan pokok lainnya masih terpantau normal, dan tidak terlalu mengalami kenikan harga yang signifikan.

Sangat Sulit Mencari Beras Bagus

Sangat Sulit Mencari Beras Bagus

Daftarhargakomoditi.web.idBeras bagus sulit di temukan di karenakan tidak banyak petani yang ingin menamamnya karena beras ini tidak banyak orang yang mau menurut petani kebanyakan orang lebih memilih beras biasa dari pada beras kelas utama. Berikut kali ini Daftarhargakomoditi.web.id akan memberikan ulasan lengkapnya dibawah ini.

Sangat sulit untuk menghitung jumlah produksi beras khusus, hal tersebut karena jumlah petani yang menanam beras ini masih terhitung minim, sementara beras khusus sangat beragam. Saat ini pemerintah masih terus melakukan diskusi untuk mengelompokan beragam jenis beras khusus tersebut. karena banyak petani yang berbeda beda menanam beras khusus, dan produksinya masih sulit dihitung.

Pengelompokan beras khusus mengalami kendala dari jenisnya, sebab jenis beras khusus cukup banyak. Ditambah dengan data terbaru yang belum dimiliki. Menghitung dari produksi sulit, karena petani beras khusus masih sedikit. Benih beras ini tidak dikeluarkan oleh pemerintah. beras merah dan beras hitam dikeluarkan pemerintah tetapi tidak banyak

Saat ini luas areal sawah untuk beras khusus masih terbilang minim. dari 8 juta hektar luas sawah, hanya ada sekitar 100.000-300.000 hektar sawah yang ditanami beras khusus dan sisanya di tanam jenis padi biasa. Banyaknya jumlah petani yang menanam beras khusus masih mengikuti permintaan dipasar. Namun untuk saat ini, masih sedikit masyarakat di Indonesia yang tertarik mengonsumsi beras khusus.

Baca juga : Memburuknya Harga Jagung

Sementara itu, proses menanam beras khusus juga lebih sulit dibandingkan dengan beras biasa. Seperti menanam beras organik yang harus melalui uji coba laboratorium dulu sebelum mendapatkan sertifikat organik. beras organik juga memiliki berbagai tingkatan.

Ada juga beras semi organik, yang dimana proses penanamannya tidak menggunakan pupuk nonorganik, namun bila terserang hama, petani dapat menggunakan pestisida

Memburuknya Harga Jagung

Memburuknya Harga Jagung

Daftarhargakomoditi.web.idMemburuknya harga jagung membuat petani jagung di Indonesia mengalami kewalahan di karenakan tidak dapatnya penghasilan lagi karena petani jagung terutama di Gorontalo hanya mengharapkan jagung untuk memenuhi kebutuhan. Berikut kali ini Daftarhargakomoditi.web.id akan memberikan ulasan lengkapnya dibawah ini.

Trend harga jagung dunia yang melandai bikin petani di Gorontalo enggan jual hasil produksi untuk ekspor. Alhasil, neraca perdagangan luar negeri propinsi Serambi Madinah tersebut defisit dalam dua bulan berturut-turut.

Data badan Pusat Statistik (BPS) tunjukkan, dari sejak Desember 2016 sampai Februari 2017, ekspor Gorontalo nihil. Jadi, secara kumulatif pada dua bulan pertama 2017, ekspor Gorontalo menurun 100%. Di bulan Januari-Februari 2016, Gorontalo masih tetap cetak ekspor bungkil kopra sebesar US$870. 000.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI), Suryono menyampaikan kinerja ekspor Gorontalo begitu di pengaruhi oleh komoditas jagung sebagai andalah propinsi itu. Untuk sekarang ini harga jagung internasional benar-benar masih tak menarik untuk para pengusaha, ” tuturnya, Senin 10/4/2017.

Baca juga : Bersautan Di Pasar Jokowi dan Sandiaga

Data BPS , ekspor jagung selama 2016 juga nihil. Alhasil, ekspor Gorontalo terkoreksi sampai 86. 27% jadi tinggal US$4, 30 juta.Sepanjang tahun 2015, ekspor Gorontalo meraih US$31, 28 juta dimana 85, 24% salah satunya datang dari ekspor jagung. Nyaris semua ekspor Gorontalo pada 2015 di kirim ke Filipina.

Biro Statistik Filipina melansir, mulai sejak 2016 impor jagung mulai berpindah ke Thailand. Pada 2015, impor jagung Filipina Indonesia meraih 44, 5% dari total impor 518. 756 ton. dalam kurun waktu satu tahun berselang impor jagung dari Indonesia nihil sedang impor jagung dari Thailand meraih 76, 58% dari keseluruhan impor sebesar 717. 944 ton.

Bersautan Di Pasar Jokowi dan Sandiaga

Bersautan Di Pasar Jokowi dan Sandiaga

Daftarhargakomoditi.web.id – Kandidat untuk pencalonan presiden Joko Widodo dan kandidat wakil presiden nomor 02, Sandiaga Uno ‘saling berteriak’ tentang harga di pasar. Masalah harga kebutuhan sehari-hari di pasar menengah adalah salah satu tema utama tahun politik ini.

Seperti diketahui, Sandiaga kerap berbicara soal keadaan ekonomi di Indonesia. Dia kerap keluar masuk pasar untuk menunjukkan harga-harga kebutuhan yang mahal sehingga membuat orang menjerit.

Seperti pada Jumat (23/11) kemarin, Sandiaga mengunjungi Pasar Besar Kota Malang. Ia mengaku mendapat keluhan harga sayur yang yang naik.

“Alhamdulilah kondisi pasar ramai. Tetapi pedagang bilang bahwa sejumlah barang harganya naik, yakni buncis dan wortel,” kata Sandiaga usai mengecek kondisi Pasar Besar Kota Malang.

Dikatakan Sandi, kenaikan buncis dan wortel seperti disampaikan para pedagang berkisar pada angka 20-30 persen.

“Yang sebelumnya seharga Rp 10 ribu jadi 15 ribu per kilo. Ada yang dari Rp 10 naik jadi Rp 12 ribu per kilonya. Saya melihat perlu dan tugas pemerintah untuk harga-harga bisa terjangkau,” ucapnya.

Sandiaga juga menemui pedagang tempe. Dari pedagang tersebut, Cawapres Prabowo Subianto itu mendapatkan informasi jika harga tempe juga sedikit naik dibandingkan hari sebelumnya.

“Sedikit mahal nggak masalah, karena ini (tempe) menyehatkan,” kata Sandiaga.

su harga sayur dan kebutuhan pokok di pasar disebut dijadikan ‘gorengan’ politik jelang Pilpres 2019. Sandiaga menyebut kondisi seperti itu adalah kenyataan yang ada di lapangan.

“Saya nggak mau tanggapi karena yang cerita soal sembako itu bukan kami, tapi kan dari ibu-ibu yang ngomong, yang bicara seperti itu. Dan tadi kalau lihat Facebook Live saya di event kami di Wonosobo, saya tanya ke mereka ‘ibu-ibu bilang sembako mahal itu karena ada saya apa ibu merasakan’? Memang sembako mahal,” kata Sandiaga, Senin (19/11).

“Ini adalah kisah, kisah yang harus kami cermati sebagai aspirasi. Dan kami harus hadir sebagai calon pemimpin dengan solusi, bukan dengan mengeluh, karena ini memang tahun politik dan ini adalah siklusnya politisi ramai,” sambungnya.

Jokowi memang sempat menyatakan harga sembako dijadikan ‘gorengan’ politik. Padahal menurutnya ia benar-benar menjaga kestabilan harga di pasar.

“Sedih juga kita, kalau sudah masuk ke tahun-tahun politik, apa pun ‘digoreng’. Harga sembako ‘digoreng’. Sarapan pagi saya adalah angka-angka. Harga beras, harga cabai, harga daging, harga sayur, semuanya pagi pasti masuk ke meja saya,” ungkap Jokowi, Senin (19/11).

“Kalau harga naik sedikit, Rp 100 perak saja, pasti detik itu juga saya akan telepon Kepala Bulog, akan saya telepon Menteri Perdagangan, saya telepon Menteri Pertanian. Hati-hati, harus ada operasi pasar untuk mengendalikan ini,” tambahnya.

Seakan tak mau kalah dengan Sandiaga, Jokowi juga sering mendatangi pasar untuk mengecek harga-harga di pasar. Beberapa kali dia juga melakukan counter atas pernyataan Sandiaga, termasuk soal harga tempe.

Baca juga : Jangan Lewatkan Wisata Kuliner Malam Di Busan

Seperti hari ini, Jokowi mengunjungi Pasar Gintung Tanjung Karang, Bandar Lampung. Ia menjelaskan harga sayur mayur yang harganya murah. Menurut Jokowi, harga tempe hanya Rp 3 ribu per papan, sehingga ia memborongnya sampai membeli Rp 100 ribu.

“Cabai lebih murah, tempe juga. Tempe hanya Rp 3.000, saya nggak tahu, tapi tempe lebih murah di Lampung. Sayur, bayam atau kangkung, ikat itu Rp 2.500, di sini Rp 1.500 sama Rp 2.000. Ada yang Rp 1.000, Rp 1.500, ada yang Rp 2.000. Nggak tahu, di sini lebih murah,” tutur Jokowi.

Jokowi pun menceritakan pengalamannya berbelanja di Pasar Gintung Tanjung Karang tadi pagi. Harga-harga di lokasi itu disebutnya stabil.

“Tadi saya beli cabai Rp 23.000. Saya beli 1 kilogram, ternyata itu satu tas kresek gede banget. Ini beli, habis berapa bulan. Yang naik daging ayam dari Rp 28.000 jadi Rp 32.000, biasa namanya harga ada yang naik dan turun, tapi secara rata-rata stabil,” kata Jokowi.

Kemudian Jokowi menyindir pihak-pihak yang kerap membicarakan harga-harga mahal di pasar, padahal belum tentu pernah datang langsung. Ia meminta jangan ada yang menakut-nakuti masyarakat dengan isu harga mahal di pasar tradisional.

Orang nggak pernah ke pasar, nongol-nongol ke pasar, keluarnya ngomong mahal. Nggak pernah ke pasar. Nggak mungkin orang superkaya datang tahu-tahu datang ke pasar, nggak mungkinlah. Datang ke pasar, nggak beli apa-apa, pas keluar bilang mahal, mahal, mahal. Haduuh…,” ujar Jokowi saat memberikan arahan di depan TKD Jokowi-Ma’ruf di Graha Wangsa, Bandar Lampung, Sabtu (24/11).

Jangan Lewatkan Wisata Kuliner Malam Di Busan

Jangan Lewatkan Wisata Kuliner Malam Di Busan

Daftarhargakomoditi.web.id – Di tengah cuaca dingin di akhir musim semi, sebuah keluarga kecil Indonesia yang telah menetap di Busan selama beberapa tahun mengundang saya untuk pergi ke pasar malam. Pada awalnya saya berpikir bahwa hanya pasar malam yang memiliki konsep pasar, biasanya pasar malam di kompleks perumahan. Saya salah Ini adalah pasar Bupyeong Kkantong, pasar malam yang berlokasi di pasar tradisional Korea dengan beragam penerimaan saya. Sebagai pecinta makanan jalanan dan keahlian memasak, tentu saja, ini adalah kebahagiaan khusus bagi saya secara pribadi di setiap perjalanan.

Terletak tak jauh dari Pasar Gukje, Bupyeong Kkantong Market merupakan pasar tradisional yang sudah ada sejak tahun 1910 lalu. Kawasan pasar tersebut juga dikenal dengan nama Bupyeong Kkantong Yasijang, dengan istilah Yasijang yang memiilki arti pasar malam. Sementara Kkantong mengacu pada makanan kaleng yang saat itu banyak dijual di pasar tersebut ketika jaman perang Korea masih berlangsung.

Meskipun merupakan pasar tradisional tertua di Busan, seiring waktu Bupyeong Kkantong berkembang menjadi pasar yang menyuguhkan kekayaan aneka jajanan baik itu rasa lokal maupun dari berbagai negara. Bisa dikatakan bahwa ini pasar internasional yang dibalut dengan konsep tradisional yang menyenangkan. Kios-kios berbaur dengan stand makanan ringan dari mancanegara dengan baik. Harmonisasi kehidupan pasar yang humanis.

Saya menghampiri stand kebab turki yang penjualnya orang Turki dan tentunya fasih berbicara Korea. Interaksi dengan pedagang asli Korea pun terlihat dengan baik tanpa memandang perbedaan. Tak saja kebab Turki, Di sini kamu dengan mudah menemui masakan Vietnam, China, Jepang dan aneka ragam jajanan dari Timur Tengah. Dari aneka makanan dengan rasa gurih hingga manis pun mengoda untuk segera dicicipin.

Beroperasi sejak pukul 07.30 pagi hingga tengah malam, Bupyeong Kkantong Market sebenarnya bukanlah dikhususkan sebagai pasar malam. Baru ketika menjelang malam tempat ini dipenuhi stand aneka jajanan makanan tempat ini dikenal dengan jajanan malamnya.

Baca juga : Pasar Di Tenga Sawa Cuma Di Purworejo

Menyenangkan adalah suasana pendar cahaya lampu di malam hari yang membuat kegiatan belanja aneka jajanan lebih mengasyikan dan seru jika dibandingkan siang hari. Sementara jika di sepanjang siang, seperti pasar tradisional tempat ini dipenuhi oleh kios-kios yang menjual bahan kebutuhan dapur dan sayur-sayuran segar.

Oh, ya meskipun stand makanan lebih banyak kala menjelang malam hari, namun bukan berarti kamu tidak bisa berwisata kuliner lho ketika siang hari. Di dekat pasar juga ada beberapa kios yang menjual makanan yang tetap mengiurkan dan mengoda mata serta mengembirakan perut.

Pasar Bupyeong Kkantong cukup terkenal dikalangan masyarakat lokal maupun turis mancanegara sehingga baik datang di kala siang hari maupun malam hari. Karena tetap menyisakan cerita yang mengasyikan dan seru soal wisata kuliner dan berbelanja.

Yang membuat betah untuk menelusuri pasar tradisional di Korea termasuk Bupyeong Kkantong Market adalah kebersihan yang terjaga dengan baik. Selain bisa menikmati kuliner yang mengiurkan dan mengenyangkan, di pasar tersebut kamu juga bisa lho berburu souvenir untuk oleh-oleh.

Kios-kios pakaian, souvenir dan aneka barang tertata dengan rapi. Menelusuri kawasan tersebut sungguh menyenangkan, dan hati – hati lupa waktu. Untuk harga pun terbilang terjangkau dan ramah bagi turis.

Malam itu, keramahan keluarga kecil dari Indonesia yang membuat saya terjebak pada kehidupan humanis pasar tradisional Korea, Bupyeong Kkantong Market memberi rasa hangat di hati. Pada dinginnya cuaca saat itu, mengingatkan saya pada sebungkus Tolak Angin yang menyisakan rasa hangat di tenggorokan dan badan.

Kebaikan keluarga kecil itu mentraktir saya aneka ragam jajanan dari kue ikan hingga kebab yang dibeli di Bupyeong Kkantong sebagai bekal perjalanan di kereta menuju Seoul, menyisakan kesan yang mendalam.

Pasar Di Tenga Sawa Cuma Di Purworejo

Pasar Di Tenga Sawa Cuma Di Purworejo

Daftarhargakomoditi.web.id – Pasar Inis terletak di desa Brondongrejo, Kabupaten Purwodadi. Meski berada di tengah lapangan, rute ini mudah ditemukan. Ketika Anda tiba di Jalan Jogja KM 7, pengunjung tinggal di barat sekitar 3 km dan Anda akan menemukan pasar tradisional di tengah hamparan sawah.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Inis, Ester Yuni Astuti (55) menuturkan kata Inis berasal dari Bahasa Jawa yang berarti sejuk, adem dan tertiup angin sepoi-sepoi. Karena letaknya yang berada di pedesaan dan dikelilingi persawahan serta pepohonan, maka pasar ini disebut Pasar Inis.

“Dinamakan Pasar Inis karena suasananya silir atau sejuk karena banyak pepohonan di sekitar tempat ini. Jadi adem,” kata Ester ketika ditemui daftarhargakomoditi.web.id di lokasi, Minggu (21/4/2019) lalu. Berbagai makanan tradisional pun dijajakan pedagang yang memakai kebaya lengkap dengan capingnya di dalam saung-saung yang berjajar rapi. Uniknya, setiap pengunjung yang datang harus menukar uang rupiah dengan dit pring atau uang dari bambu yang digunakan untuk transaksi di pasar yang hanya buka setiap hari Minggu pukul 05.00 hingga 11.00 WIB ini.

“Makanannya macem-macem, ada sego urap, sego telang, lupis, growol, jamu, wedang telang dan lain-lain pokoknya yang tidak ada di tempat lain. Sebelum masuk pasar pengunjung bisa menukar uang rupiah dengan dit pring untuk transaksi, pecahannya mulai dari Rp 2 ribu sampai Rp 20 ribu. Untuk Bulan Ramadan besok bukanya sore sampai berbuka,” jelasnya. Setelah membeli makanan, pengunjung bisa menikmatinya sambil duduk di deretan bangku bambu yang telah ditata rapi dalam Halte Inis. Selain berbagai makanan dan minuman tradisional, di pasar ini juga disediakan permainan tradisional seperti egrang, teklek panjang hingga arena mobil untuk anak-anak. Sembari menikmati menu ‘ndeso’, pengunjung bisa menikmati pula sajian musik tradisonal angklung melung. Untuk memperingati Hari Kartini sekaligus merayakan ulang tahun Pasar Inis yang pertama, berbagai perlombaan pun digelar.

Baca juga : Perbedaan Pasar Tradisional Jerman Dan Indonesia

“Hari ini tambah meriah karena ada puncak peringatan hari ulang tahun Pasar Inis yang pertama, sebenarnya ulang tahunnya tanggal 8 April tapi sekaligus dibarengkan dengan Hari Kartini 21 April. Untuk itu diadakan juga lomba-lomba seperti fashion show, 3 on 3 rinjing sawah, estafet wedang telang tanpa Selang, melukis Inis, tangkap bebek di sawah, dan adi busono wong-wongan sawah,” lanjutnya. Tak hanya itu, bagi pengunjung yang ingin berfoto selfie, spot-spot unik serta taman bunga juga tersedia. Salah satu pengunjung, Titis Hestiningtyas (30) yang tak henti-hentinya memainkan kamera ponselnya untuk berfoto selfie di taman bunga. Ia mengaku senang bisa menghabiskan waktu di pasar tersebut. Bahkan ia sudah lebih dari sekali mengunjungi tempat wisata tradisional ini.

“Bagus, nggak bosan. Makanannya juga enak, tadi beli pakai uang bambu. Suasananya enak sejuk, cocok kalau buat ngadem. Kalau bisa si taman bunganya diperluas lagi biar kalau pengunjungnya banyak tidak berjubel,” ucap Titis.

Perbedaan Pasar Tradisional Jerman Dan Indonesia

Perbedaan Pasar Tradisional Jerman Dan Indonesia

Daftarhargakomoditi.web.id – Meskipun sepenuhnya modern, Jerman masih mempertahankan sisi tradisionalnya. Mengunjungi Dusseldorf, seorang pelancong dapat berbelanja seperti pasar tradisional di Indonesia. Kota Dusseldorf di Jerman dikenal sebagai pusat mode dan mode. Tidak hanya itu, kota ini merupakan perpaduan sisi bersih dan modern. Salah satu sisi tradisional Dusseldorf disimpan di daerah Carlsplatz.

rombongan Fam Trip Singapore Airlines berkunjung ke Carsplatz pada akhir bulan Maret lalu. Singapore Airlines memang punya rute menuju ke Dusseldorf yang terbang 4 kali dalam sepekan.

Carslplatz sendiri merupakan pasar tradisional yang menjual aneka kebutuhan sehari-hari traveler. Dari mulai bahan-bahan makanan, sayur-mayur, bumbu dapur, daging, keju, hingga sosis. Ada juga yang menjual perkakas dapur dan peranti lainnya.

Saat daftarhargakomoditi.web.id berkunjung ke Carsplatz, suasana pasar saat itu sedang ramai-ramainya. Maklum, sedang akhir pekan. Cuaca saat itu juga sedang cerah. Jadinya warga Kota Dusseldorf memanfaatkan waktu buat keluar rumah dan berbelanja ke pasar. Ini juga menjadi sebuah tempat wisata di Jerman.

Mereka membeli beberapa kebutuhan pokok seperti daging dan juga sayuran. Ada juga beberapa yang membeli keju dan roti. Mereka membawa sendiri kantong belanjaan dari rumah.

Para pedagang di pasar ini tidak menyediakan kantong plastik buat para pembeli. Kalaupun ada, akan dikenakan biaya ekstra. Sebuah langkah sederhana untuk ‘Go Green’ yang patut ditiru di Indonesia.

Para penjual di pasar ini terhitung ramah. Mereka selalu tersenyum setiap ada calon pembeli datang. Baik itu pedagang keju, sosis, atau pun bunga, mereka selalu tersenyum menyambut kedatangan kami.

Baca juga : Fungsi Pasar Tidak Hanya Jual Beli

Kondisi pasar juga terhitung sangat bersih. Nyaris tidak ada sampah yang berserakan. Padahal jarang terlihat tempat sampah di sekitar pasar. Mungkin karena masyarakat di sana sudah sadar soal tidak membuang sampah sembarangan.

Jalanan antar kios pedagang juga cukup lebar, sehingga nyaman buat jalan kaki. Walaupun agak ramai, tapi suasana di pasar tidak sumpek karena serba terbuka.

Selain berjualan bahan-bahan pokok untuk kebutuhan sehari-hari, di pasar ini juga ada sentra kuliner yang patut untuk dicoba. Selain restoran lokal Jerman, ada juga beberapa kedai yang menjual menu bercita rasa internasional.

Traveler pecinta wisata kuliner pasti akan merasa dimanjakan begitu berkunjung ke pasar ini. Warga lokal bercampur dengan turis nampak asyik menikmati kulineran di pasar ini.

Meski tempat kulinerannya di pasar, tapi dijamin bersih kok. Wajib dicoba kalau traveler liburan ke Kota Dusseldorf di Jerman.

1 2