Rokok Peran Kedua Kemiskinan

Daftarhargakomoditi.web.id Rokok merupakan sumber penghasilan bagi Indonesia dan juga aspek kemiskinan. Berikut ini adalah ulasan mengenai rokok yang menjadi peran kedua dalam kemiskinan RI.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data data garis kemiskinan di Tanah Air per Maret 2018. Ada sejumlah komoditi makanan yang mempengaruhi angka kemiskinan di Indonesia tersebut.Secara nasional, demikian dikutip dari situs BPS, beras menjadi faktor paling berpengaruh, baik di perkotaan (20,95 persen) maupun di pedesaan (26,79 persen). Apa lagi komoditi lainnya yang mempengaruhi garis kemiskinan ini?

1. Rokok kretek filter ternyata ada di posisi kedua
Kala Rokok Kretek Filter Punya Andil Besar Terhadap Garis Kemiskinan
Boleh percaya boleh tidak, tapi data menyebutkan bahwa rokok kretek filter memberi sumbangan terbesar kedua terhadap garis kemiskinan. Dan, ini terjadi di perkotaan (11,07 persen), maupun di pedesaan (10,21 persen).

Contoh di Kalimantan Barat. Di provinsi ini, beras juga memberi sumbangan pengaruh sebesar 22,52 persen di perkotaan dan 29,53 persen di pedesaan. “Sedangkan rokok kretek filter, di perkotaan sebesar 12,11 persen dan 9,71 persen di pedesaan,” kata Kepala BPS Kalbar Pitono, Selasa (17/7), seperti dikutip dari situs Antara.

Lebih lanjut dia menjelaskan, garis kemiskinan dipergunakan sebagai suatu batas untuk mengelompokkan penduduk menjadi miskin atau tidak miskin. Garis kemiskinan merupakan juga nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kalori per kapita per hari. Jadi, penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Baca Juga : Rokok Dan Beras Jadi Penyumbang Kemiskinan RI

2. Apa arti data-data di atas?
Artinya berdasarkan data garis kemiskinan tersebut, ungkap Pitono, warga memilih untuk membeli rokok kretek setelah beras ketimbang kebutuhan lainnya, seperti makanan bergizi bagi anak.

3. Komiditi lain yang mempengaruhi garis kemiskinan
1. Telur ayam ras (4,09 persen di perkotaan dan 3,28 persen di pedesaan)
2. Daging ayam ras (3,55 persen di perkotaan dan 2,08 persen di pedesaan)
3. Mi instan (2,43 persen di perkotaan dan 2,21 persen di pedesaan)
4. Gula pasir (2,24 persen di perkotaan dan 3,07 di pedesaan)
5. Kopi bubuk dan kopi instan (1,88 persen di perkotaan dan 1,93 persen di pedesaan)

Sementara itu, komoditi bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar terhadap garis kemiskinan–baik perkotaan dan pedesaan–adalah perumahan, bensin, listrik, pendidikan, dan perlengkapan mandi.