BPOM Siapkan Pengawasan Khusus

BPOM Siapkan Pengawasan Khusus

daftarhargakomoditi.web.id Impor Daging sapi mendapatkan regulasi terhadap BPOM,tidak hanya daging ternyata kosmestik juga mendapatkan pengawasan khusus dari BPOM. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai BPOM Siapkan Pengawasan Khusus. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai BPOM Siapkan Pengawasan Khusus

Pemerintah berencana membuka kuota impor daging kerbau sebanyak 60.000 ton pada tahun 2020. Impor ini dilakukan untuk program stabilisasi harga.Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi mengatakan, untuk sementara sudah diputuskan rencana impor untuk daging kerbau sebanyak 60.000 ton dalam rapat koordinasi (rakor) pangan di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian hari ini. “Tadi sudah diputuskan sementara untuk tahun 2020,” ujarnya usai rakor di Jakarta, Kamis (26/12/2019).Agung melanjutkan, penugasan impor daging kerbau sebanyak 60.000 ton diberikan kepada Perum Bulog. Dia mengakui, jumlah impor daging kerbau di tahun 2020 memang lebih kecil dari alokasi 2019 yang sebanyak 100.000 ton. “Tahun ini realisasinya baru 80.000 ton daging kerbau,” ungkapnya.Dia menambahkan, pemerintah juga berencana akan melakukan impor daging sapi dan kerbau untuk industri sekitar 129.000 ton. Agung mengaku, pemerintah masih mengevaluasi kebijakan impor daging sapi dari Brasil, Argentina, maupun Australia. “Kita lagi coba mempelajari kemungkinan impor dari mana saja. Yang jelas supaya bisa menekan harga turun,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan, pembahasan terkait daging sapi termasuk beras masih akan difinalisasikan minggu depan. “Nanti ada tahapan berikutnya 1-2 minggu lagi,” tuturnya.Badan POM menyiapkan pengawasan khusus untuk produk ilegal di jalur perdagangan online. Produk yang paling diawasi adalah kosmetika impor ilegal yang saat ini sangat meresahkan.Kepala Badan POM Penny K. Lukito menyatakan pihaknya tahun ini telah melakukan kerjasama dengan Kemenkominfo dan marketplace utama di Tanah Air. Tahun depan kerjasama tersebut akan lebih diintensifkan. Pihaknya menargetkan nantinya akan ada pengawasan spesifik untuk obat-obatan, kosmetik, dan pangan olahan.”Produk kosmetik ilegal di atas 50% dari temuan kami untuk obat dan makanan ilegal. Ini dampak perdagangan cross border sehingga akan ada operasi khusus untuk itu,” ujar Penny di Jakarta, Senin (23/12/2019).

Baca Juga : Teten Mengeluh Impor Susu Nasional Melonjak

Pihaknya bersama Kemenkominfo akan menarik produk kosmetik ilegal di toko online secara intensif. Produk yang diawasi lainnya adalah obat yang tidak ada izin edar ataupun obat yang membutuhkan resep dokter. Pihaknya juga akan mendorong platform marketplace besar untuk lebih selektif dan mengikuti aturan BPOM di Indonesia.”Mereka harusnya yang seleksi produk obat mana punya izin edar atau butuh resep. Kami juga ada kerjasama dengan asosiasi ekspedisi. Nanti akan kami take down produk ilegal di internet,” ujarnya.Sebelumnya BPOM melalui Tim Cyber Patrol menemukan banyak produk obat dan makanan yang tidak memenuhi standar keamanan, manfaat, dan mutu yang diperjualbelikan melalui berbagai platform marketplace. Terhitung dari tahun 2018-2019, total ada 4.063 situs penjual obat ilegal. Sekitar 3.580 diantaranya berjualan di marketplace.Badan POM telah menggandeng Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) dan beberapa marketplace (Bukalapak, Tokopedia, Gojek, Grab, Klikdokter dan Halodoc) untuk bekerja sama melakukan pengawasan, pengiriman, dan iklan penjualan produk Obat dan Makanan yang beredar secara online.

Malaysia Larang Impor Babi Dari Indonesia

Malaysia Larang Impor Babi Dari Indonesia

daftarhargakomoditi.web.id Malaysia mulai takut terhadap impor babi dari Indonesia,maka dari itu Malaysia memberikan regulasi terhadap impor babi dari Indonesia.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Malaysia Larang Impor Babi Dari Indonesia. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Malaysia Larang Impor Babi Dari Indonesia

Pemerintah Malaysia melarang impor babi asal Indonesia untuk masuk ke negaranya. Indonesia menjadi negara ke-11 yang produk babinya dilarang beredar di Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pelarangan impor tersebut merupakan risiko yang harus dihadapi Indonesia. Pasalnya, beberapa wilayah di Indonesia yang menjadi produsen utama daging babi telah terjangkit wabah demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF). Ini dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran wabah yang lebih luas, dia pun telah memerintahkan pemerintah daerah untuk mengisolasi daerah terjangkit.

“Itulah salah satu risiko kalau kita terjangkit maka saya tetapkan daerah khusus aja yang terjangkit itu yg harus dijawab. Maka katakanlah pengalaman kita tentang flu burung, begitu kita bilang terjangkit dia tidak masuk lagi,” ujar ditemui usai mengunjungi kediaman Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, Rabu (25/12/2019). Syahrul pun mengatakan wabah tersebut hanya menjangkiti beberapa kabupaten di kawasan Sumatera Utara, yaitu di 16 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Kabupaten/kota tertular yakni Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Karo, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Samosir, Simalungun, Pakpak Bharat, Langkat, Tebing Tinggi, Pematang Siantar, dan Medan. Syahrul pun mengatakan, untuk babi yang sudah positif terjangkit harus dimusnahkan.

“Katakanlah virus babi yang kita takutkan itu, kami sudah lakukan pengendalian secara maksinal dilakukan oleh para Gubernur, para Bupati dan jajaran pengaman yang ada. Tentu saja pengamanan sesuai prosedur memang kita harus musnahkan di sana dan itu dalam proses,” ujar dia. Hingga 11 Desember, jumlah babi mati di Sumatera Utara (Sumut) sudah mencapai 27.070 ekor di 16 kabupaten.

Matinya puluhan ribu babi itu terjadi sangat cepat. Dalam satu hari, angka kematian yang terlapor rata-rata 1.000 hingga 2.000 ekor per hari. Balai Veteriner Medan menyatakan babi yang mati selain terjangkit hog cholera, juga terindikasi virus demam babi afrika atau African Swine Fever (ASF). Pemerintah Malaysia melarang peredaran babi dan produk turunannya sejak 13 Desember 2019 lalu.

Baca Juga : Impor Barang Via E Commerce Mendapat Bea Cukai

Dilansir dari The Phnom Penh Post, larangan ini menyusul flu babi Afrika yang tengah mewabah. Deputi Kementerian Agrikultur dan Industri Agro Sim Tze Tzin menyatakan turis juga dilarang membawa masuk produk berbahan babi ke Malaysia. Petugas keamanan akan memeriksa bawaan peumpang dengan ketat. Apalagi ini puncak musim liburan dan banyak turis masuk. “Industri babi lokal nilainya 5 miliar ringgit Malaysia (Rp 16,8 miliar) dan 93 persen memenuhi kebutuhan. Pelarangan ini tidak akan memengaruhi penjualan babi di Malaysia,” kata Sim. Menurut Sim, hanya tujuh persen babi yang diimpor. Masyarakat tak perlu khawatir harga babi akan naik karena larangan ini.

Sejak November tahun lalu, Malaysia sebenarnya sudah menghentikan impor produk berbahan babi, termasuk daging babi yang dibekukan. Produk yang dilarang berasal dari 10 negara yang terkena wabah flu babi Afrika. Kesepuluh negara itu yakni Kamboja, China, Mongolia, Vietnam, Korea Selatan, Laos, Myanmar, Filipina dan Timor Leste.

Impor Barang Via E Commerce Mendapat Bea Cukai

Impor Barang Via E Commerce Mendapat Bea Cukai

daftarhargakomoditi.web.id Mulai 1 Januari 2020, mulai mendapatkan bea cukai untuk pembelian barang via e-commerce.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Impor Barang Via E Commerce Mendapat Bea Cukai. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Impor Barang Via E Commerce Mendapat Bea Cukai

Pemerintah ubah aturan impor barang yang dilakukan via online atau e-commerce. Sebelumnya aturan impor barang minimal seharga USD 75 atau Rp 1 juta (USD 1= Rp 13,971) menjadi USD 3 atau Rp 41 ribu dan mulai berlaku pada 1 Januari 2020.”Bahwa menjawab tuntutan daripada masyarakat usaha, juga masyarakat umum bahwa pemerintah masih harus melakukan perlindungan kepada pengusaha dalam negeri, yang memproduksi barang-barang yang head to head dengan barang-barang kiriman yang terutama di bawah USD 75,” kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Pambudi, di Kementerian keuangan, Jakarta, Senin (23/12/2019).

Dengan diberlakukannya aturan baru, maka barang impor seharga di atas USD 3, dikenakan tarif bea masuk pajak. Adapun tarifnya yakni 7,5 persen untuk bea masuk, PPN 10 persen, PPh 10 persen dengan NPWP, sedangkan tanpa NPWP dikenakan PPh 20 persen.”Yang sekarang ini barang kiriman di bawah USD 75 diberikan fasilitas biaya masuk dan pajak dalam rangka impor, diturunkan bebas bea masuk jadi USD 3,” jelas Heru.Menurutnya, terdapat beberapa kebijakan yang diterapkan untuk melakukan penyesuaian nila pembebasan (de minimis), untuk treshold ditetapkan beberapa kebijakan, yakni menurunkan bea masuk untuk melindungi para pelaku usaha di Indonesia, yang menjual barang-barang di e-commerce seperti sendal, tas, kerajinan, makanan, dan lain sebagainya.Kebijakan selanjutnya, yakni merubah dari yang sebelumnya ambang batas USD 1 atau Rp 13,971, yang artinya juga kena pajak.”Tidak ada batas, sesuai prinsip tidak mengenal de minimis,” ungkapnya.

Baca Juga : Impor Buku Bebas Bea Cukai

Tarif Khusus
Selain itu, pemerintah juga membedakan secara khusus tarif untuk tiga komoditi, yaitu produk tas, sepatu, dan garmen atau baju. Dikarenakan, beberapa sentra-sentra pengrajin tas dan sepatu banyak yang gulung tikar dan hanya menjual produk dari Cina.Sehingga untuk tiga komoditi tersebut, tetap diberikan de minimis untuk bea masuk sampai dengan USD 3 dan selebihnya dikenakan tarif normal atau Most Favoured Nation(MFN)Untuk bea masuk tas dikenakan 15 persen-20 persen, sepatu 25 persen-30 persen, dan produk garmen 15 persen-25 persen, PPN 10 persen, dan PPh 7,5 persen-10 persen.

“Kenapa seperti itu, karena untuk melindungi pelaku usaha di Cibaduyut, Cihampelas, Tajur, Tasikmalaya, dan sebagainya,” jelasnya.Ia pun mengatakan bahwa kebijakan tersebut diambil, untuk menciptakan perlakuan yang adil dalam perpajakan antara hasil produksi dalam negeri yang produknya mayoritas berasal dari beberapa asosiasi Industri Kecil Menengah (IKM), Kementrian Perindustrian, asosiasi Forwarder (ALFI), dan pengusaha retail atau distributor offline.

Impor Buku Bebas Bea Cukai

Impor Buku Bebas Bea Cukai

daftarhargakomoditi.web.id Akhirnya yang telah ditunggu tunggu impor terhadap buku bekas akhirnya mendapat bebas akan bea cukai. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Impor Buku Bebas Bea Cukai. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Impor Buku Bebas Bea Cukai

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan remsi mengubah aturan terkait impor barang kiriman lewat e-commerce. Adapun bea masuk atas barang kiriman yang dikenakan saat ini menjadi USD 3 per kiriman atau Rp 42 ribu dari sebelumnya USD 75.Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi menjelaskan tidak semua produk impor melalui penjualan online akan dikenakan bea masuk. Sebab, ada salah satu produk yakni buku, yang dibebaskan dari bea masuk dan juga pajak.”(Impor buku?) Bea masuk 0, PPn bebas dan PPh tidak dipungut. Artinya tidak ada pungutan baik bea masuk dan pajak impor,” kata dia saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (23/12/2019).

Baca Juga : Masalah Defisit Bisa Beres Dalam 5 Tahun

Sebelumnya, Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan, penyesuaian ambang batas dilakukan untuk bea masuk atas barang kiriman menjadi USD 3 per kiriman atau Rp 42 ribu dari sebelumnya USD 75. Sedangkan pungutan pajak dalam impor diberlakukan normal atau tidak ada batas ambang bawah.Sedangkan pungutan Pajak Dalam Rangka Impor diberlakukan normal tidak ada batas ambang bawah,” katanya dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (23/12/2019).

Rasionalisasi Tarif
Di samping itu, pemerintah juga membuat rasionalisasi tarif dari semula total ± 27,5 persen – 37,5 persen (Bea Masuk 7,5 persen, PPN 10 persen, PPh 10 persen dengan NPWP atau PPh 20 persen tanpa NPWP) menjadi ± 17,5 persen (Bea Masuk 7,5 persen, PPN 10 persen, PPh 0 persen).Sebagai informasi, berdasarkan catatan dokumen impor, sampai saat ini kegiatan e-commerce melalui barang kiriman di Tanah Air mencapai 49,69 juta paket pada tahun 2019 meningkat tajam dari sebelumnya yang hanya sebesar 19,57 juta paket pada tahun 2018

Masalah Defisit Bisa Beres Dalam 5 Tahun

Masalah Defisit Bisa Beres Dalam 5 Tahun

daftarhargakomoditi.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Masalah Defisit Bisa Beres Dalam 5 Tahun.  Berikut ini kami akan memberikan pembahasan yang berkaitan dengan artikel yang membahas mengenai Masalah Defisit Bisa Beres Dalam 5 Tahun

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta pelaku industri otomotif Indonesia bisa mengekspor minimal 1 juta unit kendaraan pada 2024. Pasalnya saat ini total ekspor otomotif Indonesia sudah mencapai 300 ribu unit per tahun.”Saya minta sampaikan kepada seluruh keluarga besar industri otomotif, 2024 minimal 1 juta unit harus keluar dari Indonesia. Caranya gimana, saya enggak mau tahu,” kata Jokowi saat melepas ekspor perdana Isuzu Traga di di pabrik Isuzu Karawang Plant, Kawasan Industri Suryacipta, Karawang Timur, Kamis, 12 Desember 2019.Jokowi menuturkan saat ini nilai ekspor otomotif Indonesia mencapai US$ 8 miliar per tahun. Dengan target yang ia berikan maka pada 2024 nilai ekspor otomotif harus naik tiga kali lipat.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu meminta pelaku bisnis harus optimistis dengan target yang ia berikan. Ia merasa selama ini masyarakat Indonesia lebih kuat pesimistisnya. “Kita sering tak percaya diri karena kerja enggak pernah pakai target yang terukur dan realistis. Saya yakin, insya Allah bisa terwujud,” tuturnya.Menurut Jokowi, fokus pemerintah saat ini adalah mengurangi impor dan meningkatkan ekspor. Hal ini untuk memperbaiki masalah defisit transaksi berjalan dan neraca perdagangan yang puluhan tahun tidak bisa diselesaikan.Ia yakin masalah defisit yang Indonesia alami bisa selesai dalam waktu 4-5 tahun ke depan. “Itulah target yang ingin kami capai dalam 5 tahun ke depan. Saya melihat peluang itu sangat terbuka lebar,” ujarnya.

Baca Juga : Uni Eropa Gugat Indonesia Ekspor Nikel

Presiden Direktur PT. Astra International, Prijono Sugiarto, mengatakan untuk ekspor perdana ini, rencananya Isuzu bakal mengirim 6 ribu unit Isuzu Traga ke Filipina hingga akhir 2020. Ia memperkirakan kontribusi pada devisa negara dari ekspor ini mencapai US$ 66 juta per tahun. Pada tiga tahun ke depan, Isuzu Indonesia berencana memperluas negara tujuan ekspor Isuzu Traga hingga lebih dari 20 negara.

Uni Eropa Gugat Indonesia Ekspor Nikel

Uni Eropa Gugat Indonesia Ekspor Nikel

daftarhargakomoditi.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Uni Eropa Gugat Indonesia Ekspor Nikel.  Berikut ini kami akan memberikan pembahasan yang berkaitan dengan artikel yang membahas mengenai Uni Eropa Gugat Indonesia Ekspor Nikel

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan tidak takut terhadap gugatan yang Uni Eropa layangkan ke World Trade Organization (WTO) terkait kebijakan ekspor bijih nikel. Jokowi memastikan pemerintah siap menghadapinya.”Digugat ke WTO gak apa-apa, kami hadapi. Jangan (kira) digugat terus grogi, enggak,” kata Jokowi saat melepas ekspor perdana Isuzu Traga di di pabrik Isuzu Karawang Plant, Kawasan Industri Suryacipta, Karawang Timur, Kamis, 12 Desember 2019.Jokowi menjelaskan puluhan tahun Indonesia hanya bergantung pada ekspor barang mentah. Padahal Indonesia bisa mengolahnya terlebih dahulu menjadi barang setengah jadi atau barang jadi agar mendapatkan nilai tambah.

Menurut Jokowi, jika hilirisasi dan industrialisasi di Indonesia berjalan lancar maka bakal membuka lapangan kerja yang luas. Ataa dasar ini maka Jokowi meminta pelaku industri tidak perlu takut dengan gugatan-gugatan negara lain. “Untuk kepentingan nasional kita, apapun yang diprotes negara lain akan kami hadapi,” ucap dia.Mantan gubernur DKI Jakarta itu memerintahkan agat mengutus pengacara terbaik sehingga bisa memenangkan gugatan di WTO. Menurut dia, selama ini Indonesia kerap kalah karena tidak serius dalam menghadapi gugatan.

Baca Juga : Alasan 2019 Ekspor Jasa Melambat

“Digugat, ya hadapi. Terpenting jangan berbelok. Baru digugat saja mundur. Apaan, kalau saya, sih, enggak. Digugat malah tambah semangat. Tapi, ya, jangan kalah,” tuturnya.Sebelumnya, surat pemberitahuan rencana gugatan disampaikan Wakil Tetap atau Duta Besar Uni Eropa kepada Duta Besar Indonesia di di Jenewa, Swiss, pada 22 November 2019. “Uni Eropa akan mengajukan gugatan kepada Indonesia,” kata Wakil Tetap Indonesia untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 28 November 2019.Gugatan dilayangkan karena Uni Eropa menilai tiga kebijakan Indonesia melanggar sejumlah ketentuan dalam The General Agreement of Tariffs and Trade (GATT), sebuah perjanjian pendahulu dari WTO. Ketiganya yaitu pertama, pembatasan ekspor untuk produk mineral, khususnya nikel, bijih besi, dan kromium yang digunakan sebagai bahan baku industri stainless steel di Uni Eropa.

Alasan 2019 Ekspor Jasa Melambat

Alasan 2019 Ekspor Jasa Melambat

daftarhargakomoditi.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Alasan 2019 Ekspor Jasa Melambat.  Berikut ini kami akan memberikan pembahasan yang berkaitan dengan artikel yang membahas mengenai Alasan 2019 Ekspor Jasa Melambat

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Dody Edward memprediksikan kinerja ekspor jasa hingga akhir tahun ini mengalami perlambatan.Berdasarkan data Neraca Pembayaran Indonesia yang dirilis Bank Indonesia pada triwulan III tahun ini, ekspor jasa Indonesia mencapai US$ 23,17 miliar atau tumbuh 2,34 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2018 yang mencapai US$ 22,64 miliar).Melihat data dan kondisi tersebut, ekspor jasa Indonesia di tahun 2019 tidak akan jauh dari capaian di tahun sebelumnya,” ujar Dody kepada Tempo. Pada 2018, sektor jasa Indonesia mencatatkan nilai ekspor mencapai US$ 30,3 miliar. Dody mengatakan perkembangan ekspor jasa Indonesia sebagian besar disumbang oleh jasa perjalanan atau pariwisata, jasa telekomunikasi, dan jasa transportasi.Namun demikian, dari sisi impor, Indonesia juga masih bergantung pada jasa transportasi atau pengangkutan dari provider asing, terutama pengangkutan laut, jasa keuangan, dan jasa asuransi.

Baca Juga : Minta Ekspor Udang Rebong Dari China

Pada 2018 impor sektor jasa adalah senilai US$ 36,8 miliar, sehingga pada tahun tersebut sektor jasa Indonesia mengalami defisit sebesar US$ 6,5 miliar. Sementara itu, defisit pada tahun ini usah mencapai US$ 5,792 miliar per September 2019.Menurut Dody, Indonesia masih mempunyai banyak peluang untuk mendorong ekspor jasa. “Apalagi ekspor jasa dapat menjadi sektor unggulan untuk mengisi dan mengimbangi defisit perdagangan untuk ekspor barang, terutama untuk ekspor jasa tenaga kerja dan transportasi,” ucapnya. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengatakan ekspor jasa pada 2019 masih akan defisit sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Penyumbang defisit neraca jasa, kata dia, adalah jasa transportasi dan jasa lainnya. “Sementara jasa travel kita mengalami surplus yang bahkan meningkat pada triwulan III ini karena pengeluaran wisman yang meningkat,” tuturnya.

Dody menambahkan, sinergi untuk mendorong sektor pariwisata terus dilakukan dalam rangka mendorong ekspor jasa dan meningkatkan devisa, termasuk insentif pajak oleh pemerintah dan pengembangan destinasi wisata baru. Selain peningkatan jumlah dan belanja wisatawan mancanegara, langkah yang telah dilakukan adalah memperkuat infrastruktur dan konektivitas transportasi. “Sehingga defisit dari jasa transportasi dapat dikurangi.”

Luhut Yakin RI Jadi Eksportir Stainless Steel Terbesar

Luhut Yakin RI Jadi Eksportir Stainless Steel Terbesar

daftarhargakomoditi.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Luhut Yakin RI Jadi Eksportir Stainless Steel Terbesar.  Berikut ini kami akan memberikan pembahasan yang berkaitan dengan artikel yan membahas mengenai Luhut Yakin RI Jadi Eksportir Stainless Steel Terbesar

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meyakini Indonesia bakal menjadi eksportir baja nirkarat atau stainless steel terbesar di dunia pada 2021. Keyakinan itu berangkat dari tren ekspor baja nirkarat yang meningkat dari tahun ke tahun.“Tahun lalu ekspor (baja nirkarat) kita sudah mencapai US$ 5,8 miliar per tahun,” ujarnya kala Hari Wawasan Nusantara Indonesia ke-62 di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Desember 2019.Kendati tak menyebut secara rinci target ekspor stainless steel tahun 2019, Luhut meyakini nilainya akan lebih tinggi ketimbang capaian tahun lalu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik atau BPS pada kuartal I tahun ini, ekspor besi dan baja memang melesat 30,96 persen ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya.

Kala itu, ekspor besi dan baja berkontribusi sebesar 4,46 persen terhadap total ekspor. Sedangkan berdasarkan data terakhir BPS, ekspor besi dan baja selama Januari hingga Oktober 2019 berkontribusi menyumbang 11,54 persen terhadap keseluruhan ekspor.Kementerian Perindustrian sebelumnya mencatat ekspor besi dan baja, khususnya kelompok baja nirkarat, tumbuh dari 302.919 ton pada 2017 menjadi 459.502 ton selama Januari-September 2018. Sedangkan baja nirkarat HRC melonjak dari 324.108 ton menjadi 877.990 ton pada periode yang sama.

Baca Juga : China Kalahkan Komponen HP Indo

Ekspor stainless steel meningkat lantaran didukung adanya pembentukan kawasan industri di Morowali. Kawasan ini akan mampu memproduksi baja nirkarat sebesar 6 juta per tahun.Dukungan terhadap produksi baja nirkarat juga ditunjukkan dengan adanya pengembangan kawasan pengolahan dan pemurnian di Konawe. Konawe digadang-gadang bakal mampu memproduksi baja nirkarat dengan kapasitas 3 juta ton per tahun.Luhut meyakini tren peningkatan ekspor baja nirkarat bakal membantu pemerintah menekan defisit transaksi berjalan alias current account deficit alias CAD. “Ini akan mengubah CAD kita single idgit atau US$ 2-3 miliar,” kata Luhut.

China Kalahkan Komponen HP Indo

China Kalahkan Komponen HP Indo

daftarhargakomoditi.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  China Kalahkan Komponen HP Indo. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai China Kalahkan Komponen HP Indo

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, mencatat impor Indonesia pada September 2019 sebesar USD 14,26 miliar. Mayoritas impor masih disumbang oleh China sebesar USD 3,8 miliar.”Pada September komoditas utama yang kita impor dari Tiongkok adalah handphone tanpa baterai kemudian notebook,” ujarnya di Kantor BPS, Jakarta, Selasa.Menurut data BPS, selain impor handphone tanpa baterai Indonesia juga mengimpor barang-barang lain dari negara tirai bambu tersebut. Beberapa di antaranya seperti mesin pesawat mekanik, peralatan listrik, besi baja, perabotan hingga penerangan rumah.

“Untuk beberapa negara impor non-migas kita mengalami peningkatan. Impor dari China mengalami peningkatan USD 142,6 juta dari bulan Agustus ke bulan September 2019,” jelasnya.Selain China, negara lain pemasok barang impor ke Indonesia adalah Ukraina, Korea Selatan, Singapura dan Jepang. Keempat negara tersebut mengimpor serelia, transmisi, emas dan mesin pesawat mekanik.”Impor kita dari Ukraina mengalami peningkatan, dari Ukraina ini kalau kita bedah ke dalam barangnya adalah serelia dan juga mesin pesawat mekanik. Ekspor dari Korea Selatan juga mengalami peningaktan USD 140 juta. Sementara dari Jepang, beberapa transmisi dan mesin. Dari Singapura adalah emas,” katanya.

Impor September 2019 Naik 2,41 Persen
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju impor September 2019 mencapai USD14,26 miliar. Laju impor tersebut mengalami penurunan sebesar 2,41 persen dibandingkan dengan September 2018 yang sebesar USD14,61 miliar.Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, laju impor migas di September 2019 mengalami penurunan, sebaliknya pada impor non migas mengalami peningkatan. Secara bulanan, sektor migas mengalami penurunan 2,36 persen menjadi sebesar USD1,59 miliar dari USD1,63 miliar di Agustus 2019.

Baca Juga :Sewa Kapal Asing 97 Triliun.

“Untuk impor di sektor non migas tercatat mengalami kenaikan. Dari Agustus 2019 sebesar USD12,54 miliar menjadi USD12,67 miliar di September 2019,” jelas dia.Pada komoditas non migas yang mengalami peningkatan nilai impor terbesar yakni serelia sebesar USD25,5 juta, kapal laut dan bangunan terapung USD102,8 juta, kendaraan dan bagiannya USD97,2 juta, bahan kimia organik USD27,9 juta, serta kapas USD22,1 juta.Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan nilai impor terbesar yakni gula dan kembang gula sebesar USD66 juta, kapal terbang dan bagiannya USD53,9 juta, tembaga USD47,4 juta, benda-benda dari besi dan baja USD31,9 juta, serta binatang hidup USD27,7 juta.Adapun secara sepanjang Januari-September 2019 kinerja impor Indonesia tercatat mencapai USD126,12 miliar. Realisasi ini lebih rendah 9,12 persen dari periode Januari-September 2018 yang sebesar USD126,12 miliar.

Ekspor RI Kalah Sama Impor

Ekspor RI Kalah Sama Impor

daftarhargakomoditi.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Ekspor RI Kalah Sama Impor. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Ekspor RI Kalah Sama Impor

Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, impor tanaman pangan segar sepanjang semester I 2019 mencapai Rp 35,5 triliun. Angka tersebut masih jauh lebih miliar pada Januari-Juni 2019. Adapun secara volume, ekspor beragam komoditas tanaman tersebut mencapai 14,9 ribu ton, jauh tertinggal dibanding impor yang tercatat sebesar 8 juta ton.
Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan Suwandi mengatakan pihaknya berkomitmen terus mendorong ekspor. Karena, ekspor komoditas pangan segar Indonesia telah menembus hingga 29 negara. “Ekspor beras, jagung, kacang tanah, ubi jalar, dan lainnya mencapai US$ 12 juta ke 29 negara,” kata dia .Dari 10 komoditas pangan yang diekspor, volume terbesar dicatat oleh komoditas ubi jalar (4.856 ton), kacang hijau (3.378 ton), kedelai (2.831 ton), dan talas (1.910 ton).Adapun, ekspor ditujukan untuk beberapa negara, seperti Jepang, Hongkong, Korea, Tiongkok, Thailand, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia dan Arab

Baca Juga : Holtikultura Jadi Target Ekspor Baru

Selain komoditas tadi, Kementan juga mencatat beberapa komoditas potensial yang bisa didorong untuk ekspor, contohnya beras organik, ketan hitam, beras premium, dan beras tarabas. Kemudian, kacang hijau, talas, ubi jalar, dan janggel jagung. Sedangkan untuk komoditas impor, berdasarkan catatan Kementan, impor berasal dari kelompok komoditas tanaman pangan lainnya sebesar 5,8 juta ton atau US$ 1,6 miliar. Adapun impor terbesar lain, berasal dari komoditas kedelai (1,31 juta ton), jagung (580 ribu ton), dan kacang tanah (186 ribu ton)

Impor kelompok ini berasal dari beberapa negara, beberapa seperti Jepang, Amerika Serikat, Korea, Tiongkok, Thailand, hingga Malaysia. Direktur Amerika II Kementerian Luar Negeri, Darianto Harsono, menjelaskan, Indonesia berpeluang menjadi pemain utama dan pemasok bahan pangan ke wilayah Amerika Selatan. Kunjungan Presiden Argentina ke Indonesia membawa angin segar di wilayah kawasan amerika lainnya, khususnya untuk produk pangan organik yang sangat diminati warga Amerika Selatan.
Kunjungan Presiden Argentina ke Indonesia membawa angin segar di wilayah kawasan amerika lainnya, khususnya untuk produk pangan organik yang sangat diminati warga Amerika Selatan. Kemenlu mendorong dan mengoptimalkan seluruh potensi untuk mendorong agar peningkatan ekspor komoditas pertanian terus meningkat. “Dalam 3 tahun terakhir data menunjukkan peningkatan yang signifikan dan ini akan kita dorong terus, dengan menampilkan produk pertanian berlabel healty,” katanya.

1 2 3 4 9