susu2

Dilema Pembatasan Impor Bahan Baku Industri Susu

Dilema Pembatasan Impor Bahan Baku Industri Susu – Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) atau local content kembali didengungkan oleh Kementerian Perindustrian beberapa waktu lalu. Sebenarnya kebijakan ini bukan kebijakan terobosan atau baru terkait dengan tingkat penggunaan komponen dalam negeri di sektor industri, tetapi kebijakan ini kembali digaungkan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Sebelumnya, kebijakan ini kurang berhasil karena minimnya kebijakan strategi industri hulu terkait dengan penyediaan bahan baku industri hilir.
Kali ini saya akan menyoroti kebijakan TKDN di sektor industri makanan-minuman (mamin). Industri mamin merupakan bagian dari industri pengolahan hilir yang menjadi sasaran kebijakan Kementerian Perindustrian untuk Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Kebijakan TKDN pada dasarnya dikenakan pada industri hilir mamin, khususnya industri susu. Industri susu memerlukan kecukupan bahan baku di hulu yang berasal dari peternakan sapi perah dalam negeri.

susu

Hingga hari ini seluruh produk susu sapi dari para peternak telah diserap oleh Industri hilir susu dan ini baru memenuhi sekitar 20 persen dari total kebutuhan industri susu. Sebelum memberlakukan TKDN 35% di tahun 2022, pemerintah terlebih dahulu harus menguatkan industri hulu susu yang diproduksi oleh para peternak. Modernisasi peternak sapi perah harus segera diutamakan supaya produksi susu dengan standar higienitas industri tercapai.

Buruknya manajemen pengelolaan susu perah yang tidak berkembang dari puluhan tahun lalu diduga merupakan penyebab utama gagalnya pengembangan peternakan sapi perah hingga kini. Sehingga stagnasi produksi susu segar yang berkualitas industri sulit beranjak dari angka sekitar 20% yang saat ini sudah terserap oleh industri susu. Akibatnya industri susu domestik harus mengimpor kebutuhan bahan baku susu hingga 80%. Nah kalau tahun 2022 hanya diizinkan menggunakan bahan baku impor maksimum 35%, lalu bagaimana nasib industri susu nasional?

Antara Kebijakan dan Implementasi

Idealnya kebijakan peningkatan TKDN untuk industri mamin, khususnya susu, lebih diarahkan pada peningkatan kualitas dan kuantitas di sisi hulu, yaitu peternak sapi perah untuk dapat menghasilkan Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) sesuai standar industri. Berbagai program telah dilakukan untuk peningkatan produk susu dalam negeri tetapi selalu gagal akibat kebijakan yang tidak terpadu dan tidak konsisten dijalankan oleh regulator. Misalnya kebijakan tentang harga pakan, kebijakan pengembangan ternak sapi perah, kebijakan penggunaan teknologi perah, kebijakan harga susu dan sebagainya.

Terkait dengan kluster industri mamin, khususnya industri susu, kandungan bahan baku yang diimpor sampai hari ini masih menjadi persoalan serius. Jadi kalau pemerintah menetapkan bahwa tingkat kandungan lokalnya hanya maksimum 35%, mustahil dapat tercapai apalagi dalam hitungan kurang dari satu tahun, industri susu pasti terkendala untuk survive. Produk susu peternak dalam negeri sejak puluhan tahun lalu sampai hari ini belum pernah mencapai di atas 40% dari kebutuhan. Apalagi 65% seperti yang diminta pemerintah di tahun 2022. Pengembangan sapinya saja perlu waktu panjang.

Buruknya pola dan manajemen pemeliharaan ternak di Indonesia menyebabkan sapi tidak optimal menghasilkan susu dengan standar industri. Banyak peternak di sentra sapi perah, misalnya di Malang dan Boyolali yang berprofesi utama sebagai sopir angkot atau pedagang informal. Mereka memelihara 1 – 3 sapi hanya untuk tambahan pendapatan bukan pekerjaan utama. Banyak dari mereka dengan kondisi tangan tidak steril atau tanpa mencuci tangan memerah susu sapinya. Cara tersebut membuat bakteri masuk ke dalam susu saat sapi diperah. Akibatnya sapi stres dan kualitas susu tidak memenuhi syarat sebagai bahan baku susu industri.

Jumlah sapi perah peternak yang tidak ekonomis ini (hanya 1 – 3 ekor per peternak), ditambah kondisi kandang yang buruk, kualitas pakan yang buruk juga menjadi penyebab rendahnya kualitas dan kuantitas susu. Pakan sapi dengan kualitas baik harganya tidak terjangkau oleh peternak. Banyak peternak hanya memberi makan sapinya dengan rumput yang di arit seadanya, akibatnya sapi kurang gizi dan berujung kualitas susunya buruk atau tidak sesuai dengan standar industri. Sehingga tujuan pemerintah untuk pemulihan ekonomi nasional melalui industri susu belum akan tercapai dalam waktu dekat.

Produktivitas sapi perah secara nasional memang mengalami stagnasi, rata-rata produksi susu hanya berkisar antara 8-12 liter per hari, dengan skala pemeliharaan per KK peternak 2-3 ekor induk. Selain itu 90% produksi susu Indonesia dihasilkan dari peternakan rakyat, dimana kualitas dan produktivitas belum dapat memenuhi standar permintaan industri susu dalam negeri, sehingga masih harus impor.

Baca Juga : Komoditi Ramadhan Untuk Anak Kos

Industri mamin memerlukan bahan baku susu sekitar 4 juta ton per tahun. Sementara susu sapi dari peternak hanya menghasilkan 0,9 juta ton per tahun atau sekitar 20%. Kemenperin menargetkan di tahun 2022 susu peternak domestik dengan kualitas sangat baik naik menjadi 41%. Suatu keinginan yang berlebihan dan membingungkan peternak, pemerintah daerah dan aparat Kementerian Perindustrian sendiri. Sebelum ada Inpres No. 4 Tahun 1998, produksi SSDN memang pernah mencapai 41%, tetapi setelah itu turun terus.

Saat ini impor susu berbentuk skim milk powder, anhydrous milk fat, dan milk powder sebesar 3,1 juta ton/tahun atau setara dengan 78% kebutuhan berasal dari berbagai negara, seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Di tahun 2019 nilai impor bahan baku susu untuk industri mencapai Rp 720 miliar, lalu di tahun 2021 diperkirakan menjadi Rp 540 miliar, dan di tahun 2022 diharapkan menjadi Rp 470 miliar. Saat ini ada 58 industri pengolahan susu yang beroperasi dan menyerap SSDN, namun produksi susu segar cenderung semakin menurun.

Sebagai bagian dari enam (6) kluster industri prioritas yang ditujukan untuk percepatan ekonomi nasional, seperti industri manufaktur, industri berbasis agro, industri alat angkut, industri elektronik dan telematika, dan lain-lain, sepertinya masih sulit untuk diharapkan karena hingga hari ini belum ada Peraturan Menteri Perindustrian atau Peraturan Pemerintah atau Peraturan Presiden yang dikeluarkan Pemerintah untuk memayungi kebijakan TKDN 35%.

Langkah Pemerintah

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian sebagai regulator harus segera menetapkan peraturan perundangan yang sesuai supaya implementasi kebijakan pembatasan impor bahan baku demi pemulihan ekonomi nasional dapat dilakukan segera mengingat waktu yang tersedia kurang dari satu tahun. Jika pemerintah tidak dapat segera menyiapkan peraturan perundangannya, sebaiknya rencana kebijakan ini dibatalkan demi ketenangan industri.

Selain itu otomatisasi peternakan sapi perah dan manajemen transportasi dari sentra produksi susu perah ke industri demi menjaga higienitas dan kualitas susu segar perlu segera dilakukan. Dalam situasi defisit neraca berjalan kali ini, semua sektor memerlukan kepastian peraturan dan kepastian implementasi kebijakan, termasuk industri mamin yang menggunakan bahan baku utama susu segar. Siapkan dulu kebijakan di hulu agar kebutuhan bahan baku di industri hilir tercukupi.

Nah demikian penjelasan kita mengenai daftar harga komoditi mengenai bahan keperluan, semoga artikel ini membantu

Komoditi Ramadhan Untuk Anak Kos

Komoditi Ramadhan Untuk Anak Kos – Dalam kondisi dimana sedang terjadi larangan mudik, banyak anak rantau yang menjalankan bulan ramadhan sendiri tanpa keluarga di rumah.

Manyambut Ramadan di tengah kondisi jauh dari keluarga memang terkadang memaksa para anak kos http://162.214.117.184/ untuk senantiasa mandiri dalam mengatur berbagai keperluan selama sahur sampai waktu berbuka.
Komoditi Ramadhan Untuk Anak Kos
Salah satu cara untuk mengatur hal tersebut ditawarkan melalui solusi seperti masak sendiri. Namun demikian, perlu adanya perhatian terhadap beberapa komoditi agar puasa ala anak kos menjadi lancar. Apa saja persiapan bahan tersebut?

1. Selalu sedia beras

Sebagian besar masyarakat Indonesia cukup bergantung akan kebutuhan karbohidrat dengan memanfaatkan beras sebagai makanan pokok. Tentu apabila kamu merupakan bagian dari kelompok ini, maka menempatkan beras sebagai prioritas merupakan hal penting selama Ramadan.
Karena beras cukup fleksibel untuk dapat disimpan di mana saja, maka kamu bisa menyimpan stok beras dalam jumlah yang disesuaikan. Bila tinggal sendiri dalam kos, kamu bisa membeli 3-5 kg beras untuk jatah sekian minggu.

2. Bumbu masak jadi

Kebanyakan tempat kos memiliki peralatan yang jauh lebih sedikit ketimbang di rumah, mengakses alat-alat untuk membuat bumbu pun terkadang harus dimiliki oleh diri sendiri. Oleh sebabnya, kamu tidak mesti berbelanja banyak bumbu mentah selama Ramadan ini.
Selain mempersingkat waktu, hal tersebut dilakukan untuk mempermudah kamu selama memasak. Sehingga tidak ada bumbu mentah yang terbuang atau membusuk sebelum digunakan. Maka dari itu, membeli bumbu jadi, baik itu berupa bumbu basah ataupun kering dalam kemasan merupakan alternatif bagi para penghuni kos.

3. Pilih lauk sesuai kondisi

Tidak semua tempat kos memiliki tempat yang baik untuk menyimpan beberapa jenis bahan makanan. Hal tersebut disebabkan keterbatasan penyimpanan yang dimiliki, seperti lemari pendingin yang digunakan bersama atau bahkan tidak tersedia sama sekali.
Kalau sudah begini, kamu dapat menyesuaikan bahan masakan dengan penyimpanan seadanya. Hindari membeli bahan-bahan yang tidak kuat di suhu ruang terlalu banyak, sebab rasa dan kualitas akan menjadi kurang baik bila didiamkan terlalu lama.

4. Stok buah dan sayur

Meskipun tidak memiliki lemari pendingin atau penyimpanan yang memadai, usahakan jangan absen dalam membeli buah dan sayur sebagai pelengkap nutrisi harian kamu.
Pilih buah dan sayur yang tahan lama, atau kamu dapat membeli keduanya dalam porsi yang cukup untuk beberapa hari saja. Akan lebih baik jika buah dikonsumsi secara langsung, dan sayur dimasak tidak terlalu lama agar vitamin yang terkandung tetap terjaga.

5. Sedia air minum

Jika tempat kos tidak memfasilitasi air minum bersama ada baiknya selama puasa ini kamu membeli air dalam kemasan galon, baik yang berukuran mini atau besar untuk persediaan.
Selain memiliki durasi penghabisan yang lebih panjang, harga air dalam botol kemasan dan air dalam galon terpaut berbeda sedikit dengan jumlah yang jauh lebih banyak, sehingga kamu dapat berhemat untuk jatah pengeluaran air minum.
Bahkan jika memungkinkan, ada baiknya kamu memasak sendiri supaya lebih mudah dalam mengonsumsi air dalam jumlah yang cukup tanpa repot membeli di luar.
Pertamina-Akan-Mengekspor-Avtur-Dan-Solar

Pertamina Akan Mengekspor Avtur Dan Solar

daftarhargakomoditi – PT Pertamina (Persero) mengalami kelebihan produksi solar dan avtur. Akibat kelebihan produksi ini, rencananya Bahan Bakar Minyak (BBM) tersebut akan diekspor.

Direktur Keuangan Pertamina Pahala N Masury mengatakan, kelebihan pasokan ini terjadi sejak Mei 2019. Dengan demikian pada bulan itu juga, Indonesia sudah tidak perlu impor avtur dan solar.

“Dari BBM kita menghentikan impor solar dan impor avtur,” kata Pahal, di Jakarta

Pahala melanjutkan, agar avtur dan solar Pertamina yang berlebih tidak mengendap, ada rencana mengola bahan bakar tersebut untuk dijadikan produk turunan dari petrokimia.

‎”Sebenarnya dari sisi volume tidak terlalu besar. Sebenarnya avtur dan solar base-nya sama, sulit juga mengalihkan jenis produk yang sama. Solusinya mungkin kita bisa olah kembali,” paparnya.

Pahala melanjutkan, produk turunan solar dan avtur dari pengolahan petrokimia rencananya akan diekspor. Hal ini sedang dijajaki oleh perusahaan energi plat merah tersebut.

“Jenis produk lain, kita jual, memang ini penjajakan, kita masih lihat realisasinya. Dari pada jadi persediaan, perlu kita lakukan ekspor,” tandasnya.

Pertamina-Akan-Mengekspor-Avtur-Dan-Solar

Laba Pertamina Semester 1 2019 Meroket 112 Persen

PT Pertamina (Persero) mencatat pencapaian laba bersih semester 1 2019 mengalami peningkatan 112 persen dibanding periode yang sama pada 2018.

‎Direktur Keuangan Pertamina Pahalah N Mansury mengatakan, pencapaian laba bersih semester 1 2019‎ sebesar USD 660 juta atau Rp 9,4 triliun, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu sebear USD 311 juta atau Rp 4,4 trilin

“Memang meningkat signifikan dibanding semester pertama tahun lalu,” kata Pahala, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (26/8/2019).

Pahala mengungkapkan, peningkatan laba bersih Pertamina disebabkan penurunan harga minyak dunia sepanjang periode tersebut dengan rata-rata USD 63 per barel, sehingga membuat biaya produksi Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami penurunan.

‎”Memang komposisi signifikan adalah minyak mentahnya kita produksi BBM tapi crude diproduksi kilang kita,” tuturnya.

Baca Juga :Daftar Harga Komoditi

Hingga Semester I 2019, Penjualan BBM Pertamina Meningkat

PT Pertamina (Persero) menyatakan produksi minyak mentah dan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami kenaikan selama semester I 2019.

Direktur Keuangan Pertamina Pahala N Masyuri mengatakan, produksi minyak Pertamina semester I 2019 sebesar 413 ribu barel per hari (bph), meningkat dari periode yang sama pada tahun lalu sebesar 385 bph.

‎”Produksi minyak mentah meningkat 6 persen dari tahun lalu,” kata Pahala, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (26/8/2019)‎.

Pahal melanjutkan, penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina pada semester I 2019 sebesar 34,1 juta Kilo liter, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 33,9 juta Kl.

“Selain itu volume penjualan meningkat 700 ribu Kl,” tuturnya.

Sementara itu, untuk penjualan produk non-BBM juga mengalami peningkatan dari periode sebelumnya sebesar 7,9 juta KL menjadi 8,3 juta KL. ”Bahkan sejak Mei 2019, Avtur dan Solar sudah tidak perlu diimpor karena telah dapat dipenuhi dari produksi kilang Pertamina,” ujarnya.

Menurut Pahala, dengan beroperasinya kilang Proyek Langit ‎Biru Cilacap (PLBC), produksi Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina dengan standar Euro 4 meningkat menjadi 1,6 juta barel per hari.

“Salah satu milestone cukup penting adalah PLBC memproduksi produk selama ini belum mampu produksi, dengan PLBC ini kita mengasilkan produk Pertaseries,” tandasnya.

Indonesia Impor Gula Nusantara Kurang Manis

Indonesia Impor Gula Nusantara Kurang Manis

daftarhargakomoditi.web.id Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Indonesia Impor Gula Nusantara . Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Indonesia Impor Gula 

Harga gula pasir konsumsi atau gula kristal putih (GKP) masih terus melambung. Untuk menormalisasikan harga, Perum Bulog mengusulkan buka keran impor.Per kemarin harga gula berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN) mencapai Rp 14.600 per kilogram (kg). Lalu, berdasarkan data Info Pangan Jakarta, harga gula per hari ini Rp 13.680/kg.Sementara, harga acuan gula di tingkat konsumen yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 7 tahun 2020 yakni Rp 12.500/kg.Untuk mengantisipasi harga semakin melonjak, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi mengusulkan agar pemerintah segera mengimpor GKP.

“Banyak pihak yang minta kalau Bulog harus punya stok (gula). Kita sampaikan itu ke rapat koordinasi (rakor) bahwa kami butuh untuk stabilisasi harga,” ungkap Tri di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Rabu (19/2/2020).Usulan itu dilontarkan, mengingat panen tebu untuk kebutuhan produksi gula dalam negeri akan jatuh setelah Hari Raya Idul Fitri. Sedangkan, di bulan Ramadan dan Idul Fitri dapat dipastikan kebutuhan gula konsumsi akan melonjak drastis.

“Ya panen kan setelah lebaran, panen tebu. Jadi kami mengusulkan untuk mendapat penugasan importasi gula,” kata Tri.Ia mengusulkan agar volume GKP yang diimpor sekitar 200.000 ton. Namun, ia belum mengetahui negara asal impornya dari mana karena usulan ini belum disetujui oleh pemerintah.”Tergantung, kita kita suplai dari mana,” ujar Tri.Lalu apakah Kementerian Perdagangan setuju? Menanggapi hal itu, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mentatakan, pemerintah tidak main-main soal membuka keran impor. Usulan itu akan dibahas terlebih dahulu dengan pemangku kepentingan lain melalui rapat koordinasi terbatas (rakortas).”Semua itu kan berdasarkan rakortas, jadi sesuai rakortas ya kita keluarkan. Tidak serta merta kita main keluarkan. Karena harus ada koordinasi dengan kementerian lain,” ujarnya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Agus menekankan, keputusan impor ditentukan melalui rakortas agar ada pertimbangan. Dengan begitu keputusan impor GKP bisa tepat sasaran.Dia khawatir jika terlalu mudah membuka keran impor akan merusak harga. Lalu yang akan dirugikan petani gula dalam negeri.”Jangan sampai merusak petani kita, harganya jangan terlalu murah tidak boleh, terlalu mahal ya apa lagi terlalu mahal,” tuturnya.Untuk mengantisipasi kenaikan harga gula konsumsi yang terus melambung, pemerintah sudah mulai mengeluarkan stok untuk melakukan operasi pasar.

Perum Bulog sudah mengusulkan agar pemerintah melakukan impor gula kristal putih (GKP) sebanyak 200.000 ton sejak 17 Februari. Hal itu diusulkan melihat harga gula konsumsi sudah merangkak naik sejak awal 2020.Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga gula mencapai Rp 14.750 per kilogram (kg). Lalu, berdasarkan Info Pangan Jakarta, harga gula hari ini mencapai Rp 14.244/kg. Sementara, harga acuan gula di tingkat konsumen yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 7 tahun 2020 yakni Rp 12.500/kg.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso (Buwas) mengatakan, hingga saat ini pemerintah belum juga memberikan keputusan importasi gula itu. Dia mengatakan izin dipegang oleh Menteri Perdagangan.”Sampai saat ini belum ada keputusan. Itu yang menentukan kan Menteri Perdagangan (Mendag). Ya sudah nggak perlu ditanyakan keputusannya. Itu kan tidak ada keputusannya,” ungkap Buwas ketika sidak Gudang Bulog di Jakarta Utara, Kamis (27/2/2020).Ia mengungkapkan, saat ini pasokan gula sudah terhenti hingga membuat harga melonjak.”Supply-nya terhenti, terhenti itu kan dari sebab-akibat, karena kekurangan. Termasuk tidak adanya tambahan impor, kan harusnya kita hitung memang kebutuhan. Impor tidak berdasarkan kuota, tapi kebutuhan. Harusnya kan begitu,” ucap mantan Kepala BNN tersebut.

Baca Juga : Bu Susi Kontrol Ekspor Lobster

Menurutnya, dengan menugaskan impor pada Bulog, stabilisasi harga dapat dilakukan dengan efektif. Pasalnya, Bulog diawasi langsung oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).”Bulog ini kan tidak impor secara umum. Kita impornya diawasi. Diaudit oleh BPK. Bukan seperti swasta, karena kita penugasan. Berarti harganya sudah dipatok sekian, jualnya sekian, kualitasnya harus sekian. Itu, jadi beda. Maka Bulog tidak bisa disamakan dengan swasta. Kalau swasta begitu dapat perintah impor ya impor, ya suka-suka dia saja,” terangnya.Buwas juga menyinggung soal penugasan impor gula yang hanya diberikan pada pelaku industri yang tak pernah menyerap hasil tebu dalam negeri. Ia mengeluhkan hal itu.”Sekarang kan justru yang paling banyak mendapatkan kuota gula justru pabrik-pabrik rafinasi yang tidak menyerap tebu-tebu rakyat, masyarakat petani tebu. Tapi orang pabrik yang mengolah rafinasi jadi gula, ya sudah itu yang ada sekarang. Maka kita banyak impor dan membuat petani-petani yang sekarang kesulitan penerapan tebunya,” pungkasnya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan impor untuk komoditas gula pasir konsumsi atau gula kristal putih (GKP). Hal ini dilakukan mengingat harga komoditas pangan ini belakangan terus naik signifikan.Per hari ini, Kamis (27/2/2020) harga gula berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN) telah mencapai Rp 14.500 per kilogram (kg). Padahal, harga acuan gula di tingkat konsumen yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 7 tahun 2020 yakni hanya sebesar Rp 12.500/kg.Mengatasi hal tersebut, Kementan memutuskan untuk kembali membuka keran impor. Rencananya realisasi pemenuhan gula impor mulai masuk per Mei 2020 mendatang.

“Mei (2020) nanti,” ujar Agung ditemui di Menara Kadin Indonesia, Kamis (27/2/2020).Kementan mengusulkan agar volume GKP yang diimpor sekitar 130.000 ton. Untuk negara impornya, Kementan memilih India sebab dianggap paling strategis untuk melancarkan ekspor produk kelapa sawit Indonesia yang sempat menurun akibat Corona.”Kita sudah mengajukan kebutuhan impor baru sebesar 130.000 ton tapi ini dari India jadi kita barter dengan mereka, karena kalau gak gitu (sawit) kita nggak bisa masuk ke sana,” tambahnya.Meski demikian usulan itu belum final dan perlu dibahas terlebih dahulu dengan pemangku kepentingan lain melalui rapat koordinasi terbatas (rakortas).”Keputusannya kita baru usulkan, belum ketok palu, ketok palu di Rakortas,” pungkasnya.

Bu Susi Kontrol Ekspor Lobster

Bu Susi Kontrol Ekspor Lobster

daftarhargakomoditi.web.id Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Bu Susi Kontrol Ekspor Lobster. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Bu Susi Kontrol Ekspor Lobster

Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo berniat merevisi Peraturan Menteri (Permen) Nomor 56 Tahun 2016, tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan dari Indonesia.Revisi dilakukan supaya Indonesia bisa membudidaya lobster dan mendapat nilai tambah sebelum akhirnya diekspor. Sudah sampai mana rencana revisi Permen ini?”Kalau revisi Permen sudah finalisasi. Kami sudah laporkan secara lisan kepada Pak Menko Maritim (Luhut Binsar Pandjaitan) dan beliau menerima laporan itu sangat mendukung, dan untuk langkah selanjutnya kami akan laporkan ke Bapak Presiden (Joko Widodo/Jokowi),” katanya di pusat riset kelautan Universitas Tasmania, Hobart, Tasmania, Kamis (27/2/2020)”Secara lisan sudah saya sampaikan (ke Jokowi), tinggal nanti kami akan presentasi dalam waktu dekat,” tambahnya.Ia mengatakan, jika Jokowi sudah setuju, maka KKP akan merilis Permen baru yang akan menggantikan Permen yang dirilis oleh menteri KP sebelumnya, Susi Pudjiastuti.”Kalau presiden sudah setuju, kita tinggal keluarkan Permen. Karena permen ini muncul atas aspirasi penyerapan masyarakat semua, pelaku usaha termasuk pemangku kepentingan lainnya termasuk orang-orang pemerhati lingkungan. Mayoritas setuju untuk budidaya. Intinya harus ada pemanfaatan dan diawasi dengan baik,” jelasnya.

Saat ini budidaya lobster masih terganjal Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016 tersebut. Sekarang ini benih lobster banyak diselundupkan akibat budidaya yang memakan waktu lama.Pemerintah pun berniat membuka kembali keran ekspor benih lobster sambil mengembangkan teknik budidaya dengan tingkat keberhasilan lebih tinggi.Salah satu caranya adalah menggandeng Universitas Tasmania, Australia, untuk kerja sama riset dan pengembangan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan berniat membudidaya lobster di dalam negeri sehingga mendapatkan nilai tambah. Indonesia tidak akan sendiri karena negara tetangga mengaku siap bantu.Negara tetangga tersebut adalah Australia. Pada Kamis 27 Februari 2020 waktu setempat, pemerintah Indonesia sudah meneken MoU dengan pihak Australia, dalam hal ini Universitas Tasmania.”Australia bukan hanya sahabat Indonesia tapi juga tetangga. Kita bisa memilih teman, tapi tidak bisa memilih tetangga. Tetangga itu sudah kehendak Tuhan. Apakah kita bisa jadi tetangga yang baik, atau tetangga yang jahat. Australia memilih untuk jadi tetangga yang baik untuk Indonesia, maka dari itu saya bersyukur dan berterima kasih,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo di Hobart, Tasmania, Kamis (27/2/2020).

Ruang lingkup kerja sama yang diteken dalam MoU tersebut antara lain:
– Melakukan penelitian bersama di bidang kelautan dan perikanan,
– Mengembangkan program tailor-made di bidang pendidikan dan pelatihan kelautan dan perikanan,
– Secara bersama-sama mempromosikan pencapaian dan hasil penelitian bersama melalui pengembangan proyek percontohan,
– Segala bentuk kerja sama lain yang relevan yang akan diputuskan bersama oleh para pihak terkait.

Baca Juga : Beras Bulog Telat Ekspor Jadi Rastra

Indonesia sendiri sudah berniat untuk membudidaya lobster supaya dapat nilai tambah. Edhy mengaku akan merevisi Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan Lobster, Kepiting dan Rajungan melarang penangkapan benih lobster karena dinilai bisa menghambat budidaya lobster.Menurut Edhy, rencana revisi permen itu sudah disampaikan ke Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, dan secara lisan disampaikan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).”Secara lisan sudah saya sampaikan (ke Jokowi), tinggal nanti kami akan presentasi dalam waktu dekat,” tambahnya.Ia mengatakan, jika Jokowi sudah setuju, maka KKP akan merilis Permen baru yang akan menggantikan Permen yang dirilis oleh menteri KP sebelumnya, Susi Pudjiastuti.

Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan Lobster, Kepiting dan Rajungan melarang penangkapan benih lobster karena diperkirakan bisa berujung kepada kepunahan lobster.Namun Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo akan merevisi kebijakan yang diterbitkan pendahulunya, Susi Pudjiastuti. Menurut Edhy, lobster tidak akan punah meski sudah ditangkapi berkali-kali.”Satu, masalah tentang lobster kita harus klarifikasi dulu, bahwa ternyata kita tidak akan mengalami kepunahan soal lobster ini. Di sini dijawab langsung oleh ahlinya, beliau meneliti sudah 20 tahun,” katanya di pusat riset kelautan Universitas Tasmania, Hobart, Tasmania, Kamis (27/2/2020).Edhy sebelumnya sudah berdiskusi dengan para peneliti lobster dari Universitas Tasmania. Wilayah Australia ini memang termasuk dalam sepuluh besar penghasil lobster terbaik di duniaSekarang, menurut Edhy, tinggal bagaimana Indonesia bisa membudidaya lobster dengan baik sehingga bisa menjadi nilai tambah.Edhy menambahkan, tingkat keberhasilan budidaya lobster Australia sudah mencapai 25%, sehingga Indonesia bisa meniru cara negeri jiran tersebut.

“Indonesia harus bisa belajar. Apalagi lobster adalah salah satu komoditas yang masih dimakan oleh orang kaya, nah ini yang harus kita kembangkan dan ini harus kita dorong,” ujarnya.”Salah satunya adalah bagaimana melakukan budidaya secara sustainable efektif efisien, dan bagaimana melakukan penangkapan ikan juga supaya ramah lingkungan,” tambahnya.Selain itu, Edhy yang datang bersama rombongan eselon I KKP itu juga berdiskusi soal budidaya ikan hingga kepiting di universitas tersebut.”Kita harapkan ini bisa jadi langkah pertama, jadi bagaimana budidaya yang diminta pak presiden ini bisa menjadi perkayaan bagi kami untuk melakukan budidaya di masyarakat lebih cepat dan lebih ramah lingkungan,” tambahnya.

Teten Mengeluh Impor Susu Nasional Melonjak

Teten Mengeluh Impor Susu Nasional Melonjak

daftarhargakomoditi.web.id Susu sapi nasional yang di pasteurisasi yang banyak di jual di Indonesia ternyata di dominasi oleh susu impor. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Teten Mengeluh Impor Susu Nasional Melonjak .Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Teten Mengeluh Impor Susu Nasional Melonjak

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, konsumsi susu rakyat Indonesia saat ini mencapai 8 juta liter, sementara produksi baru 1,5 juta liter. “Artinya, kebutuhan susu nasional didominasi susu dari impor,” ujar Teten seusai meninjau Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) di Lembang, Bandung, Selasa (24/12/2019) malam.

Melihat hal tersebut, sambung Teten, sektor persusuan nasional harus menjadi satu kebijakan nasional. Sesuai arahan Presiden RI, pemerintah harus fokus di sektor produksi terutama yang berorientasi ekspor dan substitusi impor. Dari hasil diskusinya bersama KPSBU, dipetakan tiga masalah untuk membangkitkan kembali koperasi susu di Indonesia. Masalah pertama, kebutuhan peremajaan indukan sapi yang berkualitas, agar produktivitas petani meningkat. Kedua, kebutuhan lahan untuk pakan ternak. Ketiga, terkait pembiayaan. Teten mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan beberapa kementerian untuk mengakses lahan milik PTPN sebagai lahan pakan ternak, serta menyangkut impor indukan, dan sebagainya.

Pihaknya juga siap bekerjasama dengan Kementan untuk memproduksi susu dan dengan Kemenkes untuk penyediaan susu bagi anak sekolah secara berkala. Kementerian BUMN pun akan dilibatkan agar bisa memanfaatkan lahan-lahan yang menganggur. Untuk masalah pembiayaan, Kemenkop memiliki LPDB KUMKM. Selain itu, kini sudah ada KUR (kredit usaha rakyat) untuk peternak dengan jangka waktu kredit lebih panjang. “Kita sudah ada itu, dan saya pikir sudah tidak menjadi masalah lagi,” ungkap Teten.

Baca Juga : Malaysia Larang Impor Babi Dari Indonesia

Pengurus Gaubungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Unang Sudarma mengatakan, minum susu merupakan cara paling mudah untuk meningkatkan gizi dan makanan paling mudah dicerna. Untuk itu ia berharap agar kendala-kendala terkait produksi susu segera diatasi. Kendala itu antara lain pengadaan populasi bibit sapi perah dan kurangan modal. Utamanya, bagaimana agar generasi milenial tertarik menjadi peternak sapi.

“Kini, usaha sapi perah menjadi usaha yang cukup menarik dengan menggunakan tekhnologi, tidak lagi terkesan kotor, kumuh dan kampungan,” tutur Unang. Direktur Utama PT Industri Susu Alam Murni Yusuf Munawar mengungkapkan hal serupa, sulit mendapatkan bibit bagus. Peternak susu yang dikelola koperasi akan menurunkan biaya produksi 25 persen. “Kapasitas produksi 200 ton, dan saat ini baru dimanfaatkan 75 persen. Karenanya kami masih bisa memproduksi susu lebih banyak lagi jika bahan baku susunya tersedia,” jelas Yusuf.

Peneliti dari Fakultas Peternakan Unpad Andre R Daud mengungkapkan, industri susu mengalami beberapa persoalan. Yakni produksi susu menurun, harga produk rendah, dan biaya produksi tinggi. Untuk itu Andre meminta adanya upaya menurunkan biaya produksi peternak sapi perah. Apalagi alih fungsi lahan untuk ketersediaan hijauan makin berkurang. Andre menyarankan, untuk perluasan pemasaran, jangan hanya menjual bahan baku susu, tapi bagaimana bisa penyedia bahan jadi atau susu olahan. “Saya berharap Kemenkop sebagai bapaknya yang mencari dananya, Kementan sebagai ibunya yang mengelola industrinya,” ujar dia.

Minta Ekspor Udang Rebong Dari China

Minta Ekspor Udang Rebong Dari China

daftarhargakomoditi.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Minta Ekspor Udang Rebong Dari China.  Berikut ini kami akan memberikan pembahasan yang berkaitan dengan artikel yang membahas mengenai Minta Ekspor Udang Rebong Dari China

Pemasaran udang papai atau udang rebon hasil tangkapan nelayan Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, mampu menembus pasar ekspor Cina.“Pengelolaan udang papai hasil nelayan dikelola oleh PT Pilar Lautan Persada yang telah memegang izin HACCP kelas B, sehingga diizinkan untuk melakukan ekspor,” kata Kepala Dinas Perikanan Kotawaringin Barat (Kobar) Rusliansyah di Pangkalan Bun, Kamis 12 Desember 2019.Menurut dia, di Indonesia hanya di Kabupaten Kobar yang memiliki alat pengeringan dan alat pengukusan udang papai yang telah bersertifikasi dari Kementerian Kelautan. Selama 2019 ini sekitar 30 ton udang papai sudah diekspor ke Cina.

Saat ini ekspor udang papai Kotawaringin Barat ke Cina melalui Surabaya, Jawa Timur, karena pelabuhan di kabupaten ini belum memiliki ruang pendingin. Hal ini yang akan diperjuangkan kepada pemerintah pusat dan dari pihak karantina sudah menyetujui sehingga diharapkan ekspor bisa semakin mudah.Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Hermanto menambahkan, saat ini pihaknya baru melibatkan masyarakat nelayan Desa Kubu dan Keraya, padahal masih banyak desa lain yang berpotensi.

Ia mencontohkan, di Desa Sungai Cabang Timur pun memiliki potensi udang papai yang bagus, tetapi terkendala transportasi ke desa itu karena harus melalui laut sehingga baru dari dua desa yang bisa dioptimalkan.Saat ini Dinas Perikanan tengah memperjuangkan agar masyarakat nelayan memiliki alat tangkap khusus udang papai untuk memenuhi permintaan ekspor ke Cina yang mencapai 500 ton setiap tahunnya. Nelayan terkendala peralatan nelayan sehingga belum bisa memenuhi permintaan meski potensi sangat besar.

Baca Juga :Luhut Yakin RI Jadi Eksportir Stainless Steel Terbesar

Pihaknya optimistis Kotawaringin Barat akan memiliki produk sendiri hasil dari udang papai. Informasi dari Kementerian Kelautan, Kotawaringin Barat menjadi daerah pertama di Indonesia yang memiliki pabrik udang papai yang dilengkapi peralatan pengukuran dan pengeringan yang canggih sesuai permintaan pasar Cina.“Hasil pengeringan udang papai kita sudah sempurna karena rendemen mencapai 20 sampai dengan 30 persen. Jadi dari 100 kg udang papai basah jika dikeringkan hanya menjadi 20 kg udang papai kering. Hal itulah alasan mengapa udang papai kita tembus ke Cina karena memiliki kualitas yang terbaik,” kata Hermanto.

Rokok Peran Kedua Kemiskinan

Rokok Peran Kedua Kemiskinan

Daftarhargakomoditi.web.id Rokok merupakan sumber penghasilan bagi Indonesia dan juga aspek kemiskinan. Berikut ini adalah ulasan mengenai rokok yang menjadi peran kedua dalam kemiskinan RI.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data data garis kemiskinan di Tanah Air per Maret 2018. Ada sejumlah komoditi makanan yang mempengaruhi angka kemiskinan di Indonesia tersebut.Secara nasional, demikian dikutip dari situs BPS, beras menjadi faktor paling berpengaruh, baik di perkotaan (20,95 persen) maupun di pedesaan (26,79 persen). Apa lagi komoditi lainnya yang mempengaruhi garis kemiskinan ini?

1. Rokok kretek filter ternyata ada di posisi kedua
Kala Rokok Kretek Filter Punya Andil Besar Terhadap Garis Kemiskinan
Boleh percaya boleh tidak, tapi data menyebutkan bahwa rokok kretek filter memberi sumbangan terbesar kedua terhadap garis kemiskinan. Dan, ini terjadi di perkotaan (11,07 persen), maupun di pedesaan (10,21 persen).

Info Terbaru Game Joker123 : Kini daftar agen situs judi slot joker123 online Indonesia dengan deposit minimal hanya 25000 ribu saja dapat anda lakukan melalui link http://www.jokerr123.org/ sehingga anda bisa memainkan semua game slot online, game tembak ikan joker123.

Contoh di Kalimantan Barat. Di provinsi ini, beras juga memberi sumbangan pengaruh sebesar 22,52 persen di perkotaan dan 29,53 persen di pedesaan. “Sedangkan rokok kretek filter, di perkotaan sebesar 12,11 persen dan 9,71 persen di pedesaan,” kata Kepala BPS Kalbar Pitono, Selasa (17/7), seperti dikutip dari situs Antara.

Lebih lanjut dia menjelaskan, garis kemiskinan dipergunakan sebagai suatu batas untuk mengelompokkan penduduk menjadi miskin atau tidak miskin. Garis kemiskinan merupakan juga nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kalori per kapita per hari. Jadi, penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Baca Juga : Rokok Dan Beras Jadi Penyumbang Kemiskinan RI

2. Apa arti data-data di atas?
Artinya berdasarkan data garis kemiskinan tersebut, ungkap Pitono, warga memilih untuk membeli rokok kretek setelah beras ketimbang kebutuhan lainnya, seperti makanan bergizi bagi anak.

3. Komiditi lain yang mempengaruhi garis kemiskinan
1. Telur ayam ras (4,09 persen di perkotaan dan 3,28 persen di pedesaan)
2. Daging ayam ras (3,55 persen di perkotaan dan 2,08 persen di pedesaan)
3. Mi instan (2,43 persen di perkotaan dan 2,21 persen di pedesaan)
4. Gula pasir (2,24 persen di perkotaan dan 3,07 di pedesaan)
5. Kopi bubuk dan kopi instan (1,88 persen di perkotaan dan 1,93 persen di pedesaan)

Sementara itu, komoditi bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar terhadap garis kemiskinan–baik perkotaan dan pedesaan–adalah perumahan, bensin, listrik, pendidikan, dan perlengkapan mandi.

Wakil Bupati Banyuwangi Katakan Tidak Ada Harga Naik Di Pasar

Wakil Bupati Banyuwangi Katakan Tidak Ada Harga Naik Di Pasar

Daftarhargakomoditi.web.id – Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama-sama melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap harga kebutuhan pokok di beberapa pasar di Banyuwangi, Rabu (22/2). 05/2019). Ketika Rogojampi tiba di pasar, Yusuf mengunjungi toko kelontong, pedagang sayur dan penjual daging.

Dari hasil sidak tersebut, diketahui harga komoditas pangan di Banyuwangi selama Ramadan relatif stabil. Bahkan, harga sebagian komoditas harganya turun. Misalnya bawang putih, yang sebelum bulan puasa harganya Rp 80 ribu/kg, kini turun di kisaran Rp 25 ribu/kg. Komoditas lain seperti bawang merah, cabai, semua stabil bahkan cenderung turun.

Adapun harga barang kebutuhan pokok Pasar Rogojampi antara lain Rp 25 ribu/kg untuk bawang merah, cabai rawit Rp 10 ribu/kg, dan minyak goreng Rp 12,5 ribu/liter. Selain itu, daging sapi dijual Rp 115 – 120 ribu/kg, daging ayam Rp 30 – 32 ribu per kg, dan telur 21 – 23 ribu/kg. Kestabilan harga tersebut dibenarkan oleh sejumlah pedagang, salah satunya Asiyah pedagang telur di Pasar Rogojampi. Menurutnya, permintaan telur dari konsumen meningkat dua kali lipat selama Ramadan. Dari yang biasanya 25 peti telur per hari, kini dia harus menyediakan stok 50 peti per harinya.

“Meski permintaan meningkat, namun harga stabil bahkan cenderung turun. Turun Rp 1.000, dari yang semula Rp 22 ribu kini Rp 21 ribu per kilogram. Padahal, permintaan akan telur terus meningkat,” ucap Aisyah.

Meski harga kebutuhan pokok cenderung stabil, Yusuf tetap memerintahkan jajarannya untuk fokus mengawal agar tak ada lonjakan berarti.

“Pasar murah tetap dijalankan kerjasama dengan Bulog. TPID tetap kami minta terus mengawasi pergerakan harga untuk bisa menjaga harga. Kalau memang dibutuhkan, Bulog tadi menyatakan sudah siap untuk membuka lebih banyak pasar murah,” kata dia.

Baca juga : Jokowi Minta Menteri Jaga Harga Pangan Jelang Ramadhan

Sementara itu, Kepala Bulog Subdivre V Banyuwangi, David Susanto, menambahkan bahwa untuk menjaga stabilitas harga, pihaknya akan terus menggelar Operasi Pasar (OP) hingga menjelang Lebaran. Saat ini, OP digelar di tiga titik bersama Dinas Peridustrian dan Perdagangan Banyuwangi.

“Operasi terus kita gelar keliling Banyuwangi. Selain juga tentatif, kalau ada warga yang meminta untuk mengadakan pasar murah di arealnya, kita siap buka di sana,” ujarnya.

Khusus stok beras, di gudang Bulog saat ini ada 52 ribu ton beras. Jumlah ini, ucap David, bisa mencukupi stok hingga enam bulan ke depan karena Banyuwangi memasuki musim panen padi pada Juni.

“Untuk beras dijual dengan harga Rp 9.000/kg. Bahkan, di pasaran banyak ditemui harga beras di bawahnya. Kita juga ada stok komoditas lainnya yang cukup untuk kebutuhan Lebaran. Seperti gula pasir kita jual Rp 11 ribu, minyak goreng Rp 10.500/liter, gula pasir Rp 11.000/kg, tepung terigu Rp 8.500/kg,” kata dia.

Sangat Sulit Mencari Beras Bagus

Sangat Sulit Mencari Beras Bagus

Daftarhargakomoditi.web.idBeras bagus sulit di temukan di karenakan tidak banyak petani yang ingin menamamnya karena beras ini tidak banyak orang yang mau menurut petani kebanyakan orang lebih memilih beras biasa dari pada beras kelas utama. Berikut kali ini Daftarhargakomoditi.web.id akan memberikan ulasan lengkapnya dibawah ini.

Sangat sulit untuk menghitung jumlah produksi beras khusus, hal tersebut karena jumlah petani yang menanam beras ini masih terhitung minim, sementara beras khusus sangat beragam. Saat ini pemerintah masih terus melakukan diskusi untuk mengelompokan beragam jenis beras khusus tersebut. karena banyak petani yang berbeda beda menanam beras khusus, dan produksinya masih sulit dihitung.

Pengelompokan beras khusus mengalami kendala dari jenisnya, sebab jenis beras khusus cukup banyak. Ditambah dengan data terbaru yang belum dimiliki. Menghitung dari produksi sulit, karena petani beras khusus masih sedikit. Benih beras ini tidak dikeluarkan oleh pemerintah. beras merah dan beras hitam dikeluarkan pemerintah tetapi tidak banyak

Saat ini luas areal sawah untuk beras khusus masih terbilang minim. dari 8 juta hektar luas sawah, hanya ada sekitar 100.000-300.000 hektar sawah yang ditanami beras khusus dan sisanya di tanam jenis padi biasa. Banyaknya jumlah petani yang menanam beras khusus masih mengikuti permintaan dipasar. Namun untuk saat ini, masih sedikit masyarakat di Indonesia yang tertarik mengonsumsi beras khusus.

Baca juga : Memburuknya Harga Jagung

Sementara itu, proses menanam beras khusus juga lebih sulit dibandingkan dengan beras biasa. Seperti menanam beras organik yang harus melalui uji coba laboratorium dulu sebelum mendapatkan sertifikat organik. beras organik juga memiliki berbagai tingkatan.

Ada juga beras semi organik, yang dimana proses penanamannya tidak menggunakan pupuk nonorganik, namun bila terserang hama, petani dapat menggunakan pestisida

1 2