Neraca Dagang Indonesia Bulan Lalu

Neraca Dagang Indonesia Bulan Lalu

Daftarhargakomoditi.web.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar USD 85,1 juta pada Agustus 2019. Surplus tersebut disumbang oleh ekspor sebesar USD 14,28 miliar dan impor sebesar USD 14,20 miliar.

“Pergerakan neraca dagang Agustus 2019, Alhamdulillah, surplus USD 85,1 juta. Tentu ini belum sepenuhnya seperti yang kita diharapkan,” ujar Kepala BPS Suhariyanto di Kantornya, Jakarta,

Suharyanto mengatakan, sejak Januari hingga Agustus 2019 neraca perdagangan Indonesia masih mencatat defisit sebesar USD 1,81 miliar. Angka tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan dengan posisi tahun sebelumnya sebesar USD 4,16 miliar.

“Surplus bulan Agustus USD 85,1 miliar sejak awal tahun, migasnya masih defisit, non migas surplus tapi dibandingkan agustus 2018 jauh lebih bagus,” paparnya.

Sementara itu, beberapa negara yang mengalami surplus terhadap Indonesia antara lain China, Thailand dan Australia. Sementara itu Indonesia mengalami surplus terhadap Amerika Serikat, India dan Belanda.

“Untuk Tiongkok (China) kita masih defisit cukup dalam sebesar USD 12,52 miliar. Pada posisi tahun lalu masih tercatat sekitar USD 12,17 miliar,” tandasnya.

Baca Juga : Harga Emas Pulih dari Penurunan Pasca Keputusan The Fed

BPS: Inflasi Agustus 2019 di Angka 0,12 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi selama Agustus 2019 di angka 0,12 persen. Angka ini lebih rendah dibanding Juli 2019 yang ada di angka 0,31 persen.

Sementara Untuk inflasi tahun kalender Januari-Agustus 2019 mencapai 2,48 persen. Sedangkan inflasi tahun ke tahun sebesar 3,49 persen.

“Bulan agustus 2019 menunjukan adanyaa kenaikan. Berdasarkan survei di 82 kota pada bulan Agustus 2019 ini tejadi inflasi 0,12 persen,”kata Kepala BPS, Suhariyanto di Kantornya Jakarta

Dia mengungkapkan, dari 82 kota IHK yang dilakukan pemantauan, sebanyak 44 kota mengalami inflasi. Sedangkan 38 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi dialami di Kudus sebesar 0,82 persen, sedangkan terendah yaitu di Tasikmalaya, Madiun, Parepare sebesar 0,04 persen.Sementara untuk deflasi tertinggi dialami Bau-Bau ebesar -2,10 persen dan deflasi terendah di Tegal, Palopo -0,02 persen.

“Dengan perhatikan inflasi ini masih berada di bawah target pemerintah. Ini termasuk kendali karena berbagai program yang dilakukan pemerintah,” pungkasnya.

Harga Emas Pulih dari Penurunan Pasca Keputusan The Fed

Harga Emas Pulih dari Penurunan Pasca Keputusan The Fed

Daftarhargakomoditi.web.id – Harga emas naik pada Jumat siang kemarin, pulih dari penurunan pada sesi sebelumnya setelah hasil keputusan pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve AS.

Emas Berjangka untuk penyerahan Desember menguat 0,4% pada 1,512,25 per ons berdasar data divisi Comex di New York Mercantile Exchange (NYMEX) pukul 12:42 ET (04:42 GMT).

The Fed memotong suku bunga 25 basis poin untuk kedua kalinya tahun ini Kamis. Tingkat dana federal sekarang berkisar 1,75% hingga 2%.

Dolar AS, yang biasanya bergerak berlawanan arah dengan logam kuning, tetap bergeming usah langkah Fed tersebut lantaran pemotongan telah diperkirakan oleh pasar.

Harga emas kembali pulih saat ini, tetapi trader masih mengambil sikap hati-hati di tengah ketidakpastian atas langkah Fed berikutnya.

Bank sentral AS memiliki dua pertemuan kebijakan lagi untuk tahun ini, Oktober dan Desember, tetapi tidak ada kepastian pemangkasan suku bunga akan berlanjut. Perangkat Monitor Bunga Fed Investing.com menempatkan peluang penurunan suku bunga Oktober kurang dari 50%, tetapi memperkirakan pemotongan suku bunga lagi terjadi di bulan Desember.

Baca Juga : Harga Komoditas Telur Ayam Stabil

Meskipun tidak mempengaruhi harga emas hari ini, kekhawatiran No Deal Brexit agaknya sedikti mereda hari ini setelah Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan ia yakin kesepakatan bisa tercapai sebelum batas waktu.

“Saya pikir kita bisa mencapai sebuah kesepakatan,” Juncker menjelaskan dalam wawancara dengan Sky News. “Saya melakukan segalanya untuk membuat kesepakatan terwujud karena saya tidak menyukai gagasan no deal tersebut karena saya pikir ini akan memiliki konsekuensi yang sangat besar setidaknya untuk satu tahun.”

Pernyataan itu mendorong pound Inggris melaju tinggi terhadap dolar AS, tetapi berdampak kecil terhadap harga emas hari ini.

Harga Komoditas Telur Ayam Stabil

Harga Komoditas Telur Ayam Stabil

Daftarhargakomoditi.web.id – Harga komoditas telur terpantau stabil di kisaran Rp 23 ribu per kilogram (kg) di Pasar Tomang Barat, Jakarta Barat. Berdasarkan pengakuan pedagang, harga sudah stabil selama dua minggu. “Harganya Rp 23 ribu stabil. Harga telur ayam kampung Rp 2.200 per butir. Telur bebek Rp 3.000. Telur puyuh sepuluh 10 ribu, sekilonya Rp 36 ribu,” ujar Nurchamid (41)

Ia berkata, telur seharga Rp 23 ribu sudah sejak awal bulan hingga kini. Meski harga telur turun, ia mengaku omzet masih biasa saja. Nurchamid hanya berharap pemerintah dapat meningkatkan daya beli masyarakat. Pedagang lainnya, Yuni (24), juga berkata harga turun sedang menurun. Pada pantauan pasar sebelumnya, wanita yang juga berbisnis film itu menjual telur seharga Rp 24 ribu per kg.

“Harganya sudah turun jadi Rp 23 ribu per kg,” ungkap Yuni. Untuk harga telur bebek lun Rp 3.000 per butir dan telur ayan kampung di kisaran Rp 2.500. Harga telur terpantau terus menurun sejak akhir Agustus. Sebelumnya, harga telur di pasar tradisional sempat menyentuh Rp 25 ribu per kg.

Baca Juga : Harga Cabai di Pasar Tradisional Turun

Harga Telur di Pasar Tradisional Stabil di Kisaran Rp 23 Ribu per Kg

Sebelumnya, harga telur masih terpantau stabil pada pekan ketiga September ini. Beberapa pedagang telur menyebut harga normal di antara Rp 23 ribu – Rp 24 ribu per kilogram (kg). “Harga telur sekilo Rp 23 ribu, agak turun,” ujar Marjuki Chen (64). Untuk telur ayam kampung merah dijual Rp 22 ribu per 10 butir atau harga satuan Rp 2.500. Sementara, telur ayam kampung biasa seharga Rp 2.000.

Telur bebek dijual Marjuki seharga Rp 2.500 per butir dan telur puyuh dijual per kotak seharga Rp 13.000 dengan isi 30 butir. Yuyun (43) juga menyebut harga telur per kilo turun pada pekan ini. “Harganya Rp 24 ribu, minggu lalu Rp 25 ribu,” jelasnya. Untuk telur puyuh dijual Yuyun seharga Rp 30 ribu per kg. Telur bebek dan ayam kampung merah dijual Rp 2.500 per butir. Yuyun pun menjual telur ayam negeri pecah yang bisa dijadikan telur dadar oleh pelanggan. Harga telur pecah per kilonya dibanderol Rp 20 ribu.

Harga Cabai di Pasar Tradisional Turun

Harga Cabai di Pasar Tradisional Turun

Daftarhargakomoditi.web.id – Harga cabai rawit merah kembali menunjukan tren penurunan di pasar tradisional. Kini harganya sudah di angka Rp 50 ribu per kilogram (kg). Penurunan ini diikuti jenis cabai lain. “Sekarang sudah turun Rp 50 ribu per kg. Yang keriting sama Rp 50 ribu. Rawit hijau Rp 45 ribu,” jelas Ida Rahayu (42) di Pasar Tomang Barat, Jakarta Barat.

Ida memperkirakan harga menurun karena pasokan sudah mulai banyak. Bulan lalu, harga cabai rawit merah terpantau masih Rp 90 ribu per kg. Namun masih ada pedagang yang menjual dengan harga di atas Rp 50 ribu per kg. Rosni (34) menyebut harga cabai rawit merah seharga Rp 65 ribu per kg, sementara harga cabai keriting merah seharga Rp 50 ribu per kg dan rawit hijau seharga Rp 55 ribu per kg.

Untuk bawang merah, Ida menjual seharga Rp 25 ribu per kg. Bawang putih biasa dan kating ia jual masing-masing seharga Rp 25 ribu dan Rp 32 ribu per kg. Harga sayuran yang Ida jual juga relatif murah, yakni timun seharga Rp 8 ribu, tomat Rp 10 ribu, dan kentang seharga Rp 15 – Rp 16 ribu. Namun, Rosni memberi catatan bahwa harga jeruk nipis sedang naik. “Jeruk nipis lagi naik. Jualnya Rp 30 eibu per kilo. Biasanya Rp 25 ribu, Rp 22 ribu, juga dikasih,” ujar Rosni.

Baca Juga : Harga Ayam Rp 35 Ribu perKg di Pasar Tomang Barat

Harga Cabai Rawit Merah Turun Jadi Rp 70 Ribu per Kg

Sebelumnya, harga cabai rawit merah perlahan menurun di pasar tradisional. Berdasarkan pantauan akhir bulan lalu jarga cabai masih Rp 90 ribu per kilogram (kg), kini harga sudah menyentuh Rp 70 ribu per kg. Marni (40) berkata turunnya harga cabai dipengaruhi pasokan yang kembali meningkat karena panen.

“Cabai rawit merah Rp 70 ribu per kg. Turun. Kemarin kan sampai Rp 80 ribu per kg. Mungkin di sono sudah mulai banyak, panennya mulai lagi. Kemarin belum panen,” ucapnya Harga cabai rawit hijau juga turun menjadi Rp 40 ribu per kg, padahal sebelumnya harga menyentuh Rp 80 ribu per kg. Sementara, hargai cabai merah keriting dijual Rp 60 ribu per kg. Marni berkata komoditas bawang pun masih stabil, yakni bawang merah seharga Rp 25 ribu per kg, bawan putih Rp 30 ribu per kg, dan bawang putih kating Rp 35 ribu per kg.

Harga Ayam Rp 35 Ribu perKg di Pasar Tomang Barat

Harga Ayam Rp 35 Ribu perKg di Pasar Tomang Barat

Daftarhargakomoditi.web.id – Harga daging ayam di pasar tradisional terpantau stabil di kisaran Rp 35 ribu per kilogram (kg). Kisaran harga ini tetap sama dari pekan dan bulan sebelumnya. “Harga sekilo kalau filet dada Rp 50 ribu per kg, kalau daging biasa Rp 35 ribu. Ini lagi turun, kalau stabilnya Rp 37 ribu,” ujar Sadiman (45) di Pasar Tomang Barat, Jakarta Barat.

Selain daging ayam, bagian lain seperti kulit dijual Rp 25 ribu per kg, ati ampela sepasang Rp 2.500, dan sayap Rp 30 ribu per kg. Ceker sekilo dijual Rp 20 ribu per kg dari biasanya Rp 25 ribu per kg. Ijan (44) menjual dengan varian lebih murah, yakni Rp 29 ribu per kg. Murahnya harga daging ini disebutkan karena tergantung tempat pemotongan. Ijan mengambil dari daerah Ciledug, Karang Tengah.

Harga daging ayam buntung (tanpa kepala dan ceker) lebih murah karena harga yang ditimbang seutuhnya daging. Beda dengan daging ayam yang buntung yang masih punya kepala dan ceker, sehingga harga per kilonya lebih murah. “Yang buntung Rp 29 ribu per kg, yang utuh seharga Rp 26-Rp 27 ribu. Filet dada Rp 45 ribu per kg,” ucap Ijan. Harga daging sapi pun tetap stabil di Pasar Tomang Barat. Ari (25) menyebut harga daging masih Rp 120 ribu per kilogram seperti minggu-minggu sebelumnya.

Dongkrak Harga, Kemendag Minta K/L Gelar Bazaar Daging Ayam

Awal bulan ini dilaporkan, anjloknya harga ayam hidup siap potong (livebird) kini menemukan titik terang. Harga livebird di tingkat peternak mulai hari ini terpantau berangsur naik. Meski belum dipastikan dapat berlangsung dalam jangka panjang, Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengupayakan sejumlah langkah khusus guna menjaga harga livebird agar tak anjlok lagi di level Peternak.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Suhanto mengatakan, pihaknya sudah menyurati Asosiasi Pengusaha Ritel (Aprindo) untuk menyerap livebird sesuai harga acuan mengangkat harga ayam di peternak. Selain itu, Kemendag juga menyurati Kementerian dan Lembaga (K/L) dan instansi daerah untuk membantu menyediakan lokasi pelaksanaan bazaar daging ayam ras, bagi para karyawan dengan teknis penjadwalan yang akan diatur.

Baca Juga : Kegiatan Ekspor Teh RI ke Mesir Terus Meningkat

“Kami juga sudah menyurati Dirjen PKH untuk melaksanakan usulan peternak dalam hal pengurangan produksi guna mengurangi supply sehingga dapat memperbaiki harga livebird di tingkat peternak,” Suhanto menjelaskan, dari sisi Aprindo menyebutkan sangatlah mendukung permintaan Kemendag dan akan langsung berkoordinasi di lapangan dengan rumah potong dengan seluruh anggotanya.

“Langkah-langkah ini antara lain memang kami lakukan untuk menjaga harga ayam,” terangnya. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Pengusaha Peternak Ayam Nasional (Gopan) Sugeng Wahyudi menyebutkan, pihaknya akan terus memantau pergerakan harga ayam di level peternak beberapa hari mendatang. “Harga kami akan pantau terus, sampai dengan sesuai Peraturan Kementerian Perdagangan (Permendag) dengan harga Rp18.000 batas bawah,” ujarnya.