Kegiatan Ekspor Teh RI ke Mesir Terus Meningkat

Kegiatan Ekspor Teh RI ke Mesir Terus Meningkat

Daftarhargakomoditi.web.id – Minuman Olahan Daun Teh merupakan minuman paling populer di Mesir yang dikonsumsi oleh semua segmen pendapatan, dan tersedia di seluruh negeri. Pasar mesir 2 tahun terakhir diwarnai dengan program reformasi ekonomi negara Mesir terkait pencabutan secara bertahap sampai tahun 2021 dari subsidi bahan bakar dan listrik yang berdampak terhadap laju inflasi yang tinggi.

Meskipun demikian, teh masih mencatat pertumbuhan positif, meskipun pada tingkat yang lebih lambat. Hal ini terjadi karena teh dianggap sebagai produk penting dalam rumah tangga Mesir, sehingga permintaan tetap dipertahankan meskipun harganya naik, sebagian karena peningkatan populasi.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertania (Kementan) Kasdi Subagyono mengatakan, pemerintah mendorong industri untuk pengembangan produk-produk baru teh yang menjadi peluang untuk dikembangkan karena menawarkan alternative cita rasa dan kandungan zat antioksidan yang lebih kaya untuk konsumen.

“Pemerintah dengan program BUN-500 juga turut berkontribusi untuk membantu petani teh dalam penyediaan benih unggul dan bermutu sehingga dapat meningkatkan produksi dan produktivitas teh nasional, juga tidak kalah penting dari sisi kualitas dengan memperhatikan standar kualitas dari benih, panen, pascapanen sampai pengolahan yang dibutuhkan negara pengimpor, ” kata dia di Jakarta,

Baca Juga : Ekspor Karet Meningkat Pesat

Kasdi menambahkan, di satu sisi yang lain, emerintah juga mendorong pelaku usaha membuka peluang akses pasar di negara lain tentunya pasar di negara yang beriklim subtropics-sedang-dingin.

Sebagaimana data BPS diolah Ditjen Perkebunan Kementan, pada 2018, ekspor komoditas perkebunan teh ke Mesir sebesar 990,4 ribu ton dengan nilai ekspor mencapai USD 673,7 juta.

Dari data volume ekspor tersebut 94 persen ekspor Indonesia ke Mesir berupa kelapa Sawit. Sedangkan untuk komoditas teh diekspor sebesar 199,6 ton berupa teh hitam dan teh hijau dengan nilai mencapai USD 415,2 ribu dan sampai dengan semester 1 tahun 2019 ekspor teh Indonesia sebesar 20 ton.

Saat ini, Badawy & Sons Co terus memimpin kategori teh secara keseluruhan di pasar Mesir, melalui merek El Arosa, dengan produk utama teh hitam. El Arosa diuntungkan dari keterjangkauan dan jaringan distribusi yang luas, yang menjangkau daerah pedesaan Mesir.

Tetapi dengan semakin meningkatnya konsumsi teh dimesir dengan rata-rata peningkatan 5% per tahun utamanya dalam mengisi pasar cafe-cafe dan supermarket maka akan menjadi peluang untuk teh Indonesia untuk diekspor ke Mesir, utamanya aromatic tea, white tea dan black tea.

Ekspor Karet Meningkat Pesat

Ekspor Karet Meningkat Pesat

Daftarhargakomoditi.web.id – Kebijakan Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Sudi Mardianto dan Kepala Pusat Sosial Ekonomi, menjelaskan lalu lintas ekspor getah karet selama empat setengah tahun terakhir terus mengalami peningkatan yang cukup tajam. Peningkatan ini juga sekaligus menunjukan bahwa Indonesia adalah produsen karet alam terbesar kedua di dunia.

“Data BPS menunjukkan volume dan nilai ekspor getah karet kita untuk periode 2014-2018 meningkat tajam dari 31,2 ribu ton menjadi 53,2 ribu ton. Atau dengan kata lain jumlahnya meningkat signifikan sekitar 70 persen,” ujar Sudi,

Meningkatnya ekspor karet Indonesia merupakan hasil kerja keras petani karet yang selama ini terus menjaga kualitas. Karena itu, produksi yang ada mampu menembus pasar dunia seperti negara India dengan nilai transaksi mencapai USD 15,4 juta atau sebesar 27,23 persen dari total ekspor getah karet. Selain itu, ada juga negara tujuan Vietnam dengan nilai transaksi mencapai USD 12,9 juta.

“Kita juga mengekspor karet ke negara Tiongkok dengan nilai transaksi mencapai USD 8,3 juta. Kemudian ekspor ke negara tetangga Singapura sebesar USD 3,3 juta dan Bangladesh sebesar USD 2,5 juta,” katanya.

Sudi menjelaskan, transaksi nilai ekspor karet meningkat tajam dari USD 37 juta menjadi USD 56,6 juta atau dengan angka sekitar 53 persen. Kata dia, peningkatan ini juga merupakan implementasi kebijakan dan program terobosan Kementerian Pertanian yang memangkas sejumlah regulasi ekspor dan mempermudah proses perijinan.

Faktanya, getah karet Indonesia terus menunjukan nilai yang kompetitif di pasar nasional maupun internasional. Ke depan, lanjut Sudi, produksi getah karet diprediksi akan semakin meningkat produksi dan kualitasnya seiiring dengan dilaksanakannya program peremajaan kebun karet rakyat melalui program BUN500. Agar manfaat ekonomi getah karet dapat dinikmati lebih besar oleh petani, upaya peningkatan nilai tambah juga harus dilakukan.

“Salah satu upaya yang kami sarankan adalah dengan mengundang investor untuk membangun industri pengolahan karet di daerah sentra perkebunan rakyat. Upaya ini secara operasional akan menggunakan pendekatan korporasi, sehingga petani karet dapat manfaat yang besar dari pengolahan getah karet yang dihasilkan,” katanya.

Baca Juga : Pihak Kementan Ekspor Cangkang Sawit ke Jepang

Peningkatan Produksi

Seperti diketahui bersama, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian saat ini tengah memacu peningkatan produksi komoditas perkebunan dengan meluncurkan program BUN500. Program tersebut dibuat untuk mengembalikan kejayaan komoditas perlebunan Indonesia dalam menopang perekonomian rakyat secara nasional.

Ketersediaan benih unggul merupakan faktor penentu untuk meningkatkan produksi berdaya saing tinggi, juga sebagai solusi bagi kendala yang dihadapi masyarakat. Sebab, Ketersediaan benih unggul dipastikan mampu memenuhi kebutuhan, terutama untuk perkebunan rakyat.

Kegiatan dukungan perbenihan perkebunan ini melalui APBN-P 2017 dan 2018, menyediakan benih bermutu tanaman perkebunan. Di mana dilaksanakan secara non swakelola dan swakelola dengan melibatkan UPT Pusat lingkup Direktorat Jenderal Perkebunan, UPTD Perbenihan, maupun kelompok masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga akan membangun kebun sumber benih dalam bentuk kebun entres maupun kebun induk penghasil biji selama kurun waktu 2020-2024. Diharapkan program yang telah direncanakan ini dapat dicapai dengan baik mulai dari mutu teknik maupun mutu genetik.

Pihak Kementan Ekspor Cangkang Sawit ke Jepang

Pihak Kementan Ekspor Cangkang Sawit ke Jepang

Daftarhargakomoditi.web.id – Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) melepas 22,8 ribu ton produk turunan sawit asal Sumatera Barat. Produk turunan sawit masing-masing minyak sawit berupa RBD sebanyak 4 ribu ton, CPO sebanyak 7,8 ribu ton dengan tujuan China. Juga produk samping atau by product berupa cangkang sebanyak 11 ribu ton ke Jepang. “Untuk urusan ekspor, sesuai instruksi Menteri Pertanian harus diberikan karpet merah. Kami pastikan layanan cepat, tepat dan sesuai persyaratan teknis negara tujuan,” kata Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil,

Jamil menjelaskan selaku fasilitator perdagangan produk pertanian, pihaknya menjadi penjamin kesehatan dan keamanan produk pertanian yang dilalulintaskan ke negara mitra dagang. Perlakuan pemeriksaan karantina dilakukan sesuai dengan standar internasional dan persyaratan tiap negara tujuan. “Penguatan sistem perkarantinaan tidak hanya untuk menjaga kelestarian SDA hayati, tapi sekaligus juga untuk mendorong kinerja ekspor pertanian,” tambahnya.

Percepatan Layanan dengan Digitalisasi

Penerapan sertifikasi online atau e-Cert telah dilakukan Barantan untuk menjamin keberterimaan produk pertanian di negara tujuan ekspor. Pertukaran data ini memungkinan pemeriksaan pemenuhan persyaratan teknis dilakukan sebelum produk sampai. Sehingga jika ada ketidak kesesuaian dapat segera diantisipasi perlakuan karantinanya. Layanan digital yang memberikan solusi berkelanjutan. “Saat ini baru ada 4 negara, Australia, Selandia Baru, Belanda dan Vietnam. Ke depan akan terus kami jajagi kerja sama ini. Pak Mentan menginstruksikan kalau bisa ke depan semua negara,” pungkas Jamil.

Nilai Ekonomi

Kepala Karantina Pertanian Padang Eka Darnida Yanto menyebutkan selain produk turunan sawit pada hari yang sama juga diekspor produk pertanian lain asal Sumbar. Total ekonominya mencapai Rp 212,8 miliar. Terdiri dari lempeng karet sebanyak 604,8 ton, biji kopi sebanyak 18 ton, kayu manis sebanyak 95 ton dan produk turunan kelapa yang terdiri dari santan 83,8 ton, kelapa parut 25 ton dan air kelapa sebanyak 71,2 ton.

Baca Juga : Peluang Ekspor Kopi RI Makin Terbuka Di Eropa

Adapun negara tujuan ekspor antara lain Belanda, Spanyol, Norwegia, Tiongkok, Bangladesh dan Jerman. Eka menjabarkan eksportasi cangkang sawit dari data sistem otomasi perkarantinaan, IQFAST diwilayah kerjanya tercatat adanya peningkatan sebesar 28 persen. Total ekspor di tahun 2018 sebanyak 404,8 ribu ton sementara hingga minggu ke-2 Agustus 2019 ekspor cangkang sawit telah telah mencapai 344,4 ribu ton.

Secara khusus Gubernur Sumbar yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumbar, Chandra dalam sambutannya mengapresiasi tumbuhnya industri turunan asal sawit berupa cangkang. Chandra yang hadir dan turut melepas ekspor ini dalam sambutannya berharap Kementan dapat memberikan tambahan bantuan mulai dari benih unggul, budidaya hingga peningkatan kemampuan SDM disamping penjaminan produk di pasar ekspor.

Dengan keunggulan sebagai biomassa dan harga yang lebih murah dibanding sumber energi asal fosil, Kadistan yakin bahwa cangkang sawit sebagai energi hijau bakal menjadi kebutuhan dunia, tutup Chandra.

Peluang Ekspor Kopi RI Makin Terbuka Di Eropa

Peluang Ekspor Kopi RI Makin Terbuka Di Eropa

Daftarhargakomoditi.web.id – Provinsi Jawa Timur (Jatim) sering dikenal sebagai salah satu produsen kopi terkemuka di tanah air. Kopi yang dihasilkan petani Jember, Banyuwangi, Bondowoso dan sejumlah petani di Jatim lainnya hingga saat ini sudah merambah pasar ekspor di Eropa, Belanda dan India.

Ketua DPW Asosiasi Petani Kopi Indonesia Jawa Timur (Apeki Jatim), Misbachul Khoiri Ali mengungkapkan, jika melihat pangsa pasarnya, ekpor kopi dari Jatim ini masih terbuka dan sangat potensial.

“Untuk jenis kopi arabika banyak diekspor ke Eropa. Sampai saat ini permintaanya juga banyak . Tapi, kita kekurangan bahan baku. Sehingga, ekspor kopi arabika ke Eropa saat ini hanya sekitar 20 persen dari pangsa pasar,” kata Misbachul Khoiri Ali, dalam keterangan tertulis di Jakarta

Misbachul, mengatakan, memang sampai saat ini petani Jatim belum ekspor langsung ke buyer. Artinya, kopi dari petani Jatim yang diekspor masih melalui sejumlah perusahaan eksportir di Jatim.

“Sehingga, kami (petani) hanya suplai bahan baku berupa kopi bean ke sejumlah eksportir,” ujarnya.

Menurut Misbachul, kopi robusta yang disuplai ke sejumlah eksportir di Jatim rata-rata sebanyak 500 ton per musim. Sedangkan, kopi arabika yang disuplai ke sejumlah eksportir di Jatim sekitar 100 ton-200 ton per musim.

“Untuk robusta biasanya diekspor ke Belanda dan dan India. Sedangkan kopi arabika diekpor ke beberapa negara Eropa,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, untuk suplai kopi arabika ke sejumlah eksportir pada tahun ini bahan bakunya sudah habis. Namun, kalau suplai jenis kopi robusta di Jatim masih banyak.

“Sebab, kopi robusta di Jatim masih panen hingga September-November 2019,” ujarnya.

Pesaing Utama RI

Meski peluang ekspor kopi kian terbuka, menurut Misbachul, Indonesia punya dua pesaing berat, yakni Brazil dan Vietnam.

“Kebetulan kondisi iklim di dua negara tersebut sedang bagus-bagusnya. Sehingga produksi kopi dari dua negara itu cukup besar sehingga berdampak terhadap anjloknya harga kopi dunia,” papar Misbachul.

Data DPW Apeki Jatim menyebutkan, harga kopi arabika saat ini antara Rp 50 ribu-Rp 60 ribu per kg. Padahal beberapa waktu sebelumnya harga kopi arabika sempat naik di kisaran Rp 65 ribu per kg. Sedangkan harga kopi robusta saat ini Rp 20 ribu-Rp 21 ribu per kg, dari sebelumnya Rp 23 ribu-Rp 25 ribu per kg.

Dia juga mengungkapkan, selama ini kopi yang sisuplai ke eksportir berupa kopi bean. Kopi yang disuplai ke sejumlah eksportir tergantung musim panen. Untuk kopi arabika biasanya disuplai ke eksportir pada April-Juli. Sedangkan kopi robusta pada Juni-Oktober. Artinya, suplainya tergantung pada musim panennya. Menurut Gus Misbach, potensi ekspor kopi dari Jatim sangat besar.

Baca Juga : PT Pertamina Akan Ekspor Solar dan Avtur

“Sayangnya produktivitas kopi yang ditanam petani sangat rendah. Beda dengan Vietnam, kopi yang dibudidaya petani Vietnam produktivitasnya bisa mencapai 2-3 ton per ha. Kalau di Indonesia, produktivitasnya masih di bawah 1 ton/ha,” kata dia.

Lantaran harga kopi saat ini jatuh, lanjut Misbachul, petani kopi di Jatim mulai bergerak ke hilir. Artinya, petani kopi tak hanya menjual kopi cherry atau kopi bean saja ke eksportir.

“Petani mulai melirik peluang pasar menengah ke bawah yang potensinya juga besar. Dengan begitu, petani bisa langsung menjual produknya ke user. Bahkan, tak jarang yang membuka warung kopi, kedai atau kafe sendiri dan hal ini jauh lebih efektif untuk mendapatkan margin keuntungan,” jelas Gus Misbach.

Produksi Kopi

Hal yang hampir sama juga diungkapkan, Ketua DPD Apeki Pasuruan, Abdul Karim. Menurut Abdul Karim, lahan budidaya kopi yang dilakukan petani di Jatim antara 0,25 ha-5 ha.

“Produktivitasnya pun tak terlalu banyak. Seperti arabika hanya sekitar 8 kwintal-1,4 ton per ha. Sedangkan untuk robusta sebanyak 1-2 ton per ha,” ujarnya.

Abdul Karim mengatakan, umumya budidaya kopi yang dilakukan petani Jatim ditumpangsari dengan tanaman sela seperti cengkeh, pisang dan empon-empon (jahe, kunyit dan lain-lain). Karena memanfaatkan tanaman sela, petani kopi Jatim tiap tahun tak hanya panen kopi, tapi bisa juga panen pisang atau empon-empon tiap bulan.

“Karena menerapkan tumpangsari, petani di sini penghasilannya minimal Rp 2 juta per bulan,” ujarnya.

Menurut Abdul Karim, karena petani kopi di Jatim belum bisa ekspor langsung ke buyer, pihaknya mendorong mereka untuk berkoperasi.

“Jadi, hasil panennya nanti bisa dijual langsung ke koperasi, kemudian diolah lagi, barulah diekspor,” pungkasnya.

Sengketa Dagang AS dan China Memanas Dorong Harga Emas Naik

Sengketa Dagang AS dan China Memanas Dorong Harga Emas Naik

Daftarhargakomoditi.web.id – Harga emas menguat seiring melemahnya Dolar Amerika Serikat (AS) dan investor yang memburu aset safe haven setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan jika kesepakatan perdagangan dengan China dalam bahaya dan mendorong saham global turun.

Kekhawatiran tentang dampak potensial sengketa perdagangan berkelanjutan pada pertumbuhan ekonomi juga telah membebani harga paladium, yang jatuh ke level terendah dalam empat bulan.

harga emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi USD 1.284,55 per ounce, setelah sempat naik ke level tertinggi sejak 15 April di USD 1.291,39 pada hari Rabu. Sementara harga emas berjangka AS stabil 0,3 persen menjadi USD 1.285,20 per ounce.

“Harga emas cukup stabil seiring melemahnya ekuitas global dipicu kondisi kekhawatiran tentang perdagangan,” kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures.

Dia mengatakan jika pembicaraan perdagangan dalam beberapa hari ke depan akan membuat ketidakpastian.

Kantor Perwakilan Dagang AS mengatakan bahwa tarif impor barang-barang Tiongkok senilai USD 200 miliar akan meningkat menjadi 25 persen dari 10 persen, mulai hari Jumat. Ini tepat di tengah-tengah berlangsungnya pertemuan dua hari antara Wakil Perdana Menteri China Liu Dia dan pejabat perdagangan utama Trump di Washington.

Tercatat jika Yen Jepang melonjak ke level tertinggi dalam tiga bulan terhadap dolar, sementara saham dunia turun untuk hari keempat.

Baca Juga : Kendalikan Defisit Perdagangan KEIN Dorong Pemerintah Genjot Ekspor

Harga Logam Lainnya

Emas, bersama dengan yen Jepang dan Treasury AS, dipandang sebagai investasi yang relatif aman di masa krisis politik dan keuangan.

Di sisi lain, melemahnya penjualan mobil di China dan luar negeri membuat paladium autokatalis di bawah tekanan.

Harga paladium jatuh untuk sesi keempat berturut-turut, sebesar 1,7 persen menjadi USD 1.295,50 per ounce. Harga logam ini telah jatuh sebanyak 4 persen ke level terendah sejak 4 Januari di awal sesi.

Sementara harga perak tergelincir 0,4 persen menjadi USD 14,78 per ons. Kemudian platinum turun 1 persen menjadi USD 848,25 per ons. Kedua logam mencapai posisi terendah satu minggu di awal sesi.

Harga Emas Kemarin

Harga emas berjangka melemah seiring kenaikan harga selama tiga sesi berturut-turut didorong kekhawatiran negosiasi dagang Amerika Serikat (AS)-China dan sentimen bursa saham AS.

Pada awal perdagangan, harga emas cenderung lebih tinggi seiring bursa saham global alami aksi jual pada pekan ini.

“Pasar sebagian besar memegang pola menjelang negosiasi perdagangan berisiko tinggi di AS pada Kamis pekan ini. Oleh karena itu pembicaraan perdagangan pada pekan ini dapat membuktikan untuk emas dan sentimen global secara umum,” ujar Analis Forex.com,

“Jadi mengingat hal itu, kami tidak memiliki pandangan yang terlalu kuat tentang arah jangka pendek harga emas,” ia menambahkan.
Harga emas untuk pengiriman Juni melemah USD 4,2 atau 0,30 persen ke posisi USD 1.281,40 per ounce setelah sentuh posisi tertinggi USD 1.292,80.

Harga perak untuk pengiriman Juli melemah 6,4 sen atau 0,4 persen ke posisi USD 14.862 per ounce. Bursa saham AS pun bervariasi pada perdagangan Rabu waktu setempat yang dipengaruhi negosiasi perang dagang.

Kendalikan Defisit Perdagangan KEIN Dorong Pemerintah Genjot Ekspor

Kendalikan Defisit Perdagangan KEIN Dorong Pemerintah Genjot Ekspor

Daftarhargakomoditi.web.id – Wakil Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN), Arif Budimanta menyoroti, defisit neraca perdagangan Indonesia. Dia menuturkan, defisit sebesar USD 2,50 miliar tersebut harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah, lantaran menjadi terbesar dibandingkan tahun-tahun lalu.

“Apa yang sebabkan defisit di April capai USD 2,50 miliar ini merupakan defisit terdalam dalam jangka waktu 6 tahun terakhir,” kata Arif

Arif mengatakan, dengan memburuknya posisi neraca perdagangan Indonesia otomatis akan berimbas pada terkoreksinya pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dalam asumsi makro Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019 pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan mencapai sebesar 5,3 persen.

“Di tahun 2019 kita akan tumbuh 5,3 persen dari asumsi makro APBN 2019. Maka target nilai ekspor kita harus minimal capai Rp 3.408 triliun,” kata dia.

Oleh karena itu, kata dia, untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi RI harus ada tindak lanjut dalam upaya pengendalian terhadap defisit neraca perdagangan. Paling tidak pemerintah dapat melakukan refleksi dari arah kebijakan moneter, fiskal hingga kepada sektor riil.

Baca Juga : Pemerintah Kaji Kebijakan Perbaiki Defisit Neraca Perdagangan Migas

Dia menambahkan, dalam upaya pengendalian defisit neraca perdagangan dapat dilakukan juga dengan mendorong ekspor dan menahan laju impor.

Untuk mendorong ekspor, kata dia, bisa dilakukan dengan meningkatkan volume perdagangan atau mengubah harga relatif komoditas ekspor.

Arif menyebut, salah satu yang bisa dilakukan untuk mendorong volume perdagangan dapat dilakukan dengan mendiversifikasi ekspor selain komoditas utama. Sebab selama ini, Indonesia masih bergantung dan mengandalkan CPO beserta produk turunannya untuk ekspor.

“Kalau kita bergantung kepada CPO saja maka harga komoditinya akan turun. Secara agregat harga komoditas migas itu April 2018 ke April 2019 turun 21 persen secara agregrat, secara keseluruhan. Volume meningkat, tapi harga turun,” kata dia.

Strategi Pemerintah Tingkatkan Neraca Perdagangan
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pemerintah akan menerapkan sistem industrialisasi substitusi impor untuk meningkatkan neraca perdagangan.

Pemerintah mengganti barang impor dengan barang produksi dalam negeri. Dia menjelaskan, pelaku industri harus lebih cermat mengenai identifikasi barang apa yang bakal diekspor. Mengingat, Indonesia tidak bisa lagi mengekspor barang ke luar negeri tanpa perhitungan yang cermat.

“Kalau mau ekspor kelihatannya kita harus lebih cermat, apa barangnya. Itu sudah harus diidentifikasi dengan baik. kalau hanya dicoba-coba dalam situasi seperti ini, itu tidak benar,” kata Darmin di Jakarta.

Pemerintah Kaji Kebijakan Perbaiki Defisit Neraca Perdagangan Migas

Pemerintah Kaji Kebijakan Perbaiki Defisit Neraca Perdagangan Migas

Daftarhargakomoditi.web.id – Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengkaji sejumlah langkah kebijakan terkait pencatatan impor minyak hasil ekplorasi Pertamina yang masuk ke Indonesia. Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bersama sejumlah kementerian teknis.

“Sebetulnya, defisit migas kita tidak terlalu lebar. Masyarakat perlu tahu bahwa hasil eksplorasi minyak yang dilakukan Pertamina di luar negeri dan di bawa ke dalam negeri tercatat sebagai barang impor. Itulah yang menyebabkan defisit neraca perdagangan menjadi lebar,” ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta.

Dalam rapat koordinasi mengenai Neraca Perdagangan Migas ini, Pemerintah merumuskan sejumlah bauran kebijakan antara, merumuskan kebijakan ESDM 2019, terkait dengan pemanfaatan crude oil hasil eksplorasi di dalam negeri yang biasanya diekspor, sekarang sebagian diolah di dalam negeri untuk pasar dalam negeri.

“Crude oil hasil eksplorasi bagian Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di dalam negeri yang selama ini diekspor, sebagian diolah di kilang Pertamina di dalam negeri. Hal ini akan mengurangi impor crude oil yang dibutuhkan oleh Pertamina untuk memproduksi BBM, seperti solar dan avtur,” jelas Menko Darmin.

Ke depan, pemerintah juga menginginkan pencatatan impor atas importasi crude oil hasil eksplorasi dari investasi pertamina di luar negeri tetap dicatat.

Baca Juga : Pemerintah Terus Buka Keran Impor Bawang Putih

Pencatatan atas importasi crude oil hasil investasi dari Pertamina di luar negeri tetap dicatat di Neraca Perdagangan, di samping itu hasil investasi dari Pertamina di luar negeri juga akan di catat sebagai pendapatan primer di neraca pembayaran.

“Kedua pencatatan tersebut sesuai dengan standar International Merchandise Trade Statistic (IMTS) dan standar Balance of Payment Manual IMF,” katanya.

Dengan pencatatan hasil investasi Pertamina tersebut, maka pendapatan primer di Neraca pembayaran akan meningkat sehingga dapat mengurangi defisit neraca transaksi berjalan (Current Account Deficit).

Turut hadir dalam rakor ini antara lain Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir.

Kemudian Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Energi, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kemenko Perekonomian Monty Giriana, Kepala Departemen Statistik Bank Indonesia Wiwiek Sisto Widayat, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Yunita Rusanti.

Pemerintah Terus Buka Keran Impor Bawang Putih

Pemerintah Terus Buka Keran Impor Bawang Putih

Daftarhargakomoditi.web.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan pemerintah masih terus akan membuka keran impor bawang putih. Hal ini dilakukan hingga kebutuhan di dalam negeri mencukupi dan harga komoditas tersebut kembali normal.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahja Widjayanti menyatakan, impor bawang putih yang telah masuk sebanyak 8.600 ton. Bawang putih tersebut mayoritas berasal dari China.

Menurut dia, bawang putih impor tersebut telah didistribusikan ke seluruh Indonesia, baik untuk pasar tradisional maupun ritel modern.

“(Distribusi ke seluruh Indonesia?) Iya,” kata dia.

Tjahja mengungkapkan, pada hari ini atau besok juga akan kembali ada bawang putih impor yang masuk ke dalam negeri. Hal ini dilakukan sebagai upaya menambah pasokan di pasaran dan menurunkan harga.

Baca Juga : Trump Tunda Tarif Impor Mobil Wall Street Melonjak

Mentan Klaim Harga Bawang Putih Sudah Turun Jadi Rp 30 Ribu per Kg

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan bahwa dengan berbagai upaya yang telah dilakukan oleh jajaran Kementerian Pertanian, harga bawang putih yang sempat menyetuh angka Rp 50 ribu per kilogram (Kg) mampu ditekan.

Amran mengaku telah melakukan pemantauan langsung ke pasar untuk memastikan harga bawang putih sudah turun sesuai target dalam tiga hari. “Tadi saya datang ke pasar pagi. Sudah ada penurunan harga ya. Sesuai target Rp 30 ribu per kg dalam tiga hari,” kata Amran, di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta,

Penurunan harga bawang putih merupakan hasil yang luar biasa. Pemerintah pun terus melakukan penambahan stok untuk menstabilkan harga bawang putih pada kisaran Rp 30 ribu per Kg.

“Hari ini kami gelontorkan dan harga kemarin itu sampai Rp 50 ribu per kg turun menjadi Rp 34 ribu per kg. Itu turun luar biasa, jadi kalimatnya sudah turun,” tuturnya.

Amran mengungkapkan, Kementerian Pertanian sudah menggelontorkan 115 ribu ton bawang putih Untuk membuat stok stabil. Untuk luar wilayah Jakarta, telah didaftarkan bawang putih sebanyak 145 ribu ton.

“Saya pastikan pemerintah gelontorkan terus. karena kami datangkan 115 ribu ton. Luar Jakarta kami kirim. ini langsung dari Medan ada 145 ribu ton masuk. langsung menyebar gerakannya ini masif,” paparnya.

Namun seorang ibu rumah tangga Sri Hartini (54) masih mengeluhkan mahalnya harga bawang putih sampai hari ini. Dia membeli bawang putih pada tingkat pengecer di Pasar Ciracas, Jakarta Timur Rp 80 ribu per kg.

“Harga bawang putih cutting masih mahal, tadi saya beli Rp 80 ribu di pengecer,” tandasnya.

Trump Tunda Tarif Impor Mobil Wall Street Melonjak

Trump Tunda Tarif Impor Mobil Wall Street Melonjak

Daftarhargakomoditi.web.id – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat didorong laporan Presiden AS Donald Trump akan menunda pemberlakuan tarif mobil impor dan suku cadang. Hal ini mengurangi kekhawatiran pertumbuhan, bahkan ketika data ekonomi mengecewakan investor.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu (Kamis pagi WIB), indeks saham Dow Jones naik 115,97 poin atau 0,45 persen ke posisi 25.648,02. Indeks saham S&P 500 menguat 16,55 poin atau 0,58 persen ke posisi 2.850,96. Indeks saham Nasdaq bertambah 87,65 poin atau 1,13 persen ke posisi 7.822,15.

Indeks saham utama di wall street mencatatkan kenaikan selama dua hari berturut-turut usai aksi jual tajam pada perdagangan Senin.

Adapun penundaan selama enam bulan tarif pada mobil dan suku cadang impor menjadi katalis positif.

Selain itu, pernyataan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin yang mengharapkan negosiasi perdagangan segera dilanjutkan di China juga direspons positif oleh investor.

Padahal, awal perdagangan, investor melakukan aksi jual di wall street seiring laporan data ekonomi yang kurang baik.

Penjualan ritel mencatatkan penurunan mengejutkan pada April. Ini dipicu konsumen menarik kembali pengeluarannya. Laporan terpisah dari Departemen Tenaga Kerja AS menyebutkan produksi industri AS juga secara tak terduga turun pada April.

“Investor mengambil isyarat dari presiden dan menteri keuangan yang sedikit melunak pada negosiasi perdagangan. Itu memberi alasan pasar untuk percaya kalau suatu kesepakatan perdagangan sebentar lagi akan tiba,” ujar Chief Investment Strategist SlateStone Wealth,

“Investor sudah masuk ke dalam pola reaksi spontan ini,” ia menambahkan.

Dari 11 sektor saham utama dalam indeks saham S&P 500, delapan sektor saham berakhir positif dengan sektor saham jasa komunikasi mencatatkan kenaikan persentase terbesar. Hal itu didorong kenaikan saham Alphabet Inc dan Facebook Inc.

Baca Juga : Impor di Atas Kebutuhan Biasanya Bikin Harga Gula Petani Ambruk

Volume Perdagangan Saham Tipis

Perusahaan yang sudah melaporkan kinerja keuangan, 75,2 persen melampaui harapan. Sekitar 455 perusahaan yang masuk indeks saham S&P 500 telah melaporkan kinerja keuangan.

Saham Macy’s Inc turun 0,5 persen setelah perseroan mengalahkan harapan kuartalan. Akan tetapi, perseroan menyatakan kenaikan tarif baru-baru ini pada barang-barang China akan mengganggu bisnis furniturenya.

Agilent Technologies Inc mencatatkan kinerja terburuk di indeks saham S&P 500. Saham Agilent Technologies Inc merosot 11 persen setelah pembuat peralatan medis melaporkan laba kuartalan yang kurang dari perkiraan konsensus.

Saham Uber dan Lyft Inc pun akhirnya mencatatkan kenaikan usai alami penurunan saat pencatatan perdana. Saham Uber dan Lyft Inc masing-masing naik 3,3 persen dan 7 persen.

Saham Cisco Systems Inc naik lebih dari tiga persen usai rilis pendapatan. Volume perdagangan saham di wall street tercatat 6,29 miliar saham. Angka ini di bawah rata-rata perdagangan selama 20 hari terakhir perdagangan di kisaran 7 miliar saham.