Rapat produsen Pemicu keraguan, melemahnya harga karet

Harga karet untuk kontrak paling aktif pada Juli 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup 0,77 persen atau 1,5 poin menjadi 193,60 yen per kilogram (kg).

Harga karet terus melemah setelah operasi Kamis (21/2/2019), kontrak karet Juli berakhir pada 195,10 dengan melemahnya 1,22% atau 2,4 poin.

Harga Karet melemah pada hari kerja kedua berturut-turut pada Jumat (22/2/20), sementara kenaikan mingguan terbesar sejak 7 bulan terakhir berkurang.

Harga sebelumnya dibuka di zona merah dengan penurunan 0,15% atau 0,3 poin di level 194,80 per kg. Selama sesi ini, harga karet bergerak di kisaran 191,80-195,80 yen per kg.

Baca juga : Masukkan kenaikan tertinggi pada 2019

Sebagaimana diberitakan Daftarhargakomoditi, harga karet melemah dan memangkas kenaikan mingguan terbesar sejak Juli 2017, di tengah keraguan atas hasil dari pertemuan negara-negara produsen di Thailand.

Gu Jiong, analis di Yutaka Shoji mengatakan kurangnya informasi yang berasal dari pertemuan para menteri dari Thailand, Indonesia dan Malaysia membungkam harapan karena adanya kekhawatiran tidak ada kebijakan yang baru dapat terjadi.

“Beberapa aksi profit taking juga menekan harga,” ungkap Gu, seperti dikutip Daftarhargakomoditi.

Seperti diketahui, Anggota Dewan Karet Tripartit Internasional – Thailand, Indonesia dan Malaysia – berkumpul di Bangkok untuk membahas program pembatasan ekspor guna menopang harga.

Topik lain dalam diskusi tersebut termasuk bagaimana meningkatkan konsumsi domestik setelah masing-masing negara diminta untuk menyarankan program cara menyerap pasokan.

Pergerakan Harga Karet Kontrak Juli 2019 di Tocom
Tanggal Harga (Yen/Kg) Perubahan
22/2/2019 193,60 -0,77%
21/2/2019 195,10 -1,22%
20/2/2019 197,50 +2,07%
19/2/2019 193,50 +3,48%
18/2/2019 187,00 +2,47%