OJK Tahun Lalu Agak Berat

Daftarhargakomoditi.web.idOtoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan bahwa pertumbuhan kredit bank hingga akhir tahun ini akan mencapai 10%. Angka ini sedikit direvisi dibandingkan dengan target tahun ini sebesar 11%.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengungkapkan hingga September 2017 mencapai 7,8%. Capaian ini diperkirakan bisa mengejar target 10% di akhir tahun.

“Akhir tahun kelihatannya ini memang agak berat kita perkirakan tercapai sekitar 10%,” kata Wimboh dalam Jumpa Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor Pusat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat.

Masih lambatnya pertumbuhan kredit, kata Wimboh, disebabkan karena banyaknya perbankan yang masih melakukan restrukturisasi pasca merasakan masa kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang cukup tinggi. Sehingga bank masih cukup berhati-hati dalam menyalurkan kreditnya.

“Kenapa demikian? Setelah kami track individu bank proses restrukturisasi kredit-kredit kategori kredit komersial bentuknya modal kerja jumlahnya antara Rp 250 miliar sampai Rp 900 miliar, range-nya itu. Secara jumlah debitur relatively cukup besar di beberapa bank, ini debitur kemarin lebih banyak bisnis komoditas (dan) mining sehingga komoditi kemarin harganya sempet turun drastis,” tutur Wimboh.

Saat ini, rasio NPL nerada di level 2,9% atau mengalami penurunan tipis dibandingkan posisi sebelumnya 3,1%. Restrukturisasi perbankan untuk kembali menyalurkan kredit dalam jumlah yang lebih besar diperkirakan mulai dirasakan paling cepat di tahun mendatang.

“Tanda-tanda restrukturisasi NPL tanda-tanda perbaikan. Kemungkinan perlu waktu 1 sampai 1,5 tahun perbaikan NPL dan diperkirakan menurun gradual (bertahap),” ujar Wimboh.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyebutkan sektor infrastruktur akan mendorong permintaan kredit di akhir tahun

“Prediksi kami akhir tahun ini kredit bisa tumbuh 8%-9%. Jadi memang perkiraan kami di kuartal akhir tahun ini ada peningkatan di proyek infrastruktur,” kata Kepala LPS Fauzi Ichsan dalam acara Economic & Capital Market Outlook 2018, di Financial Hall, Jakarta.

Baca juga : Angin Segar Bagi Industri Alat Berat

Menurut dia sektor infrastruktur karena saat ini Indonesia juga sedang gencar membangun. “Proyek infrastruktur saat ini masih terus jalan, sehingga permintaan pasti akan terus meningkat. Selain itu penetrasi kredit perbankan masih 35% jadi masih luas,” kata dia. Bank Indonesia (BI) juga optimis pertumbuhan kredit akan meningkat akhir tahun ini.

“Bank sudah mulai siap menyalurkan kredit. Mudah-mudahan di kuartal 4 juga ada peningkatan pada penyaluran,” kata Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara.

Tahun depan, BI menargetkan pertumbuhan kredit 10%-12%. Menurut Mirza sektor swasta sudah saatnya melakukan ekspansi, pasalnya perbankan nasional sudah mulai siap untuk menyalurkan kredit.

“Sekarang tinggal sektor swastanya, apa yang dicanangkan terkait ekspansi 2018 ya dilaksanakan saja. Kalau ada Pemilu ya selalu ada Pemilu kok tapi tetap berlanjut, tahun politik tidak berpengaruh,” imbuh dia.