Korut Meraup Untung Dari Ekspor Komoditi Terlarang

Daftarhargakomoditi.web.id –¬†Laporan rahasia PBB mengungkapkan bahwa Korea Utara setidaknya mendapatkan $200 juta setelah melanggar sanksi larangan ekspor di tahun 2017. Barang-barang yang Korea Utara ekspor merupakan komoditi terlarang menurut yuridiksi PBB, seperti yang dilansir dari CNN, The Guardian, dan Voice of America.

1. Berbagai komoditas terlarang mengalir secara diam-diam masuk ke Suriah dan Myanmar
PBB yang sudah memberikan sanksi larangan ekspor kepada Korea Utara sejak tahun 2016 terbukti tidak dapat menghentikan pergerakan mereka. Hasil laporan PBB menunjukkan bahwa Korea Utara berhasil mengekspor berbagai jenis senjata konvensional, amunisi, maupun senjata kimia ke daerah konflik seperti Suriah dan Myanmar.

Korea Utara yang memang secara tidak langsung terlibat dalam berbagai konflik di dunia diam-diam telah membuat pasar baru bagi industri pertahanan dalam negerinya.

Tidak hanya senjata, PBB terang-terangan melarang Korut untuk mengirim SDA yang mereka miliki ke berbagai negara di dunia. Setelah PBB menyelidiki sebuah pengiriman di tanggal 5 Agustus 2017, dari 16 pengiriman yang dilakukan oleh Korut 15 di antaranya terindikasi mengirim barang/komoditas larangan dari PBB.

Negara tujuan mereka adalah Korea Selatan, Rusia, Malaysia, Vietnam, dan sekutu terbesarnya RRC.

2. Sanksi diberikan sebagai hukuman atas tindakan Korea Utara yang terus menguji coba senjata nuklir maupun misil mereka
Tujuan PBB memberikan sanksi kepada Korea Utara bukanlah tanpa alasan yang tidak jelas. PBB menganggap bahwa Korea Utara yang terlalu berambisi dalam memutakhirkan senjata nuklir mereka dapat merusak perdamaian dunia.

Berbagai peringatan sudah dilontarkan, tetapi tetap saja Korut menghiraukan hal itu. Dengan dorongan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, PBB akhirnya memutuskan untuk memberikan sanksi ekonomi kepada Korea Utara.

Sanksi ini berisi bahwa Korea Utara dilarang mengirim komoditas SDA seperti batu bara, minyak bumi, besi, dan baja. Bahkan mereka pun dilarang melakukan ekspor manufaktur persenjataan mereka. Sanksi ini baru mulai diberlakukan pada akhir tahun 2016, dan akan berpengaruh di tahun 2017.

PBB yang secara diam-diam terus memonitor pergerakkan ekspor-impor Korut melihat perkembangan yang aneh di antara bulan Januari hingga September 2017. Setelah ditelaah lebih dalam, Korea Utara telah terbukti mengekspor komoditas terlarang meski sanksi masih diberlakukan kepada mereka.

PBB mengestimasi bahwa hasil ekspor terlarang mereka dari Januari hingga September ditaksir sebesar $200 juta.

Baca Juga : Kementan Dorong Desa Pertanian Organik

3. Tidak hanya ekspor minyak bumi, Korea Utara juga mengimpornya dari negara ‘anonim’
Ternyata PBB tidak hanya memberikan larangan ekspor kepada Korea Utara, tetapi juga menetapkan larangan impor minyak bumi. PBB mengkhususkan bahwa larangan impor minyak bumi kepada Korut bertujuan untuk membekukan ataupun melemahkan daya uji coba nuklir dan rudal mereka.

Sayangnya, larangan impor yang diterapkan oleh PBB kepada Korut memiliki nasib yang sama seperti larangan ekspor mereka. Setidaknya ada beberapa perusahaan minyak bumi dari berbagai negara yang masih bermain impor maupun ekspor bersama Korea Utara.

Sejauh ini baru satu negara yang dengan lantang menyatakan bahwa mereka menolak keras sanksi larangan impor minyak bumi terhadap Korut, yaitu Federasi Rusia. Pemerintah Rusia menganggap bahwa larangan impor minyak bumi sangatlah tidak relevan untuk prosedur ini dan akan membahayakan kondisi kemanusiaan warga Korea Utara.

Maka dari itu, Rusia tetap akan mengimpor minyak bumi untuk menjamin keselamatan dan kemanusiaan warga Korut.

Sejauh ini baru satu negara yang mengakui hal tersebut, dan PBB mencatat ada banyak negara lagi yang secara diam-diam di kegelapan melakukan transaksi impor maupun ekspor bersama Korut.