Amerika Serikat Memperpanjang Batas Waktu Untuk Tarif Impor Tiongkok

Daftarhargakomoditi.web.id – Pada Senin (25/2/2019), rupee dibuka menguat di Rp. 13.995 per dolar dan tetap bergerak di zona hijau. Rupee menguat sebesar 0,271% atau meningkat 38 poin menjadi Rp14.020 per dolar AS pada 10:15 WIB.

Rupee dan sebagian besar mata uang Asia pulih setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa mereka akan memperpanjang jangka waktu untuk meningkatkan tarif impor Tiongkok seiring dengan perkembangan negosiasi komersial antara kedua negara.

Sementara itu, renminbi China naik 0,344% menjadi 6,6906 per dolar AS, yuan asing naik 0,329% menjadi 6,6876 per dolar AS, dan yen Jepang naik 0,054% menjadi 110,63 per dolar AS.

Pada Miggu (24/2) malam, Trump menyampaikan bahwa AS telah membuat kemajuan substansial dalam pembicaraan perdagangan dengan China tentang masalah struktural penting, termasuk perlindungan kekyaan intelektual, transfer teknologi, pertanian, layanan, mata uang, dan banyak masalah lainnya.

“Alhasil dari pembicaraan yang produktif tersebut, saya akan menunda kenaikan tarif AS yang sebelumnya dijadwalkan 1 Maret 2019,” tulisnya seperti dikutip dari akun Twitter resminya, Senin (25/2).

Baca juga : Anjloknya Haraga Minyak Mentah

Trump dan Presiden China Xi Jinping direncanakan akan bertemu di resor Mar-a-Lago di Florida, AS untuk membuat perjanjian pada akhir Maret 2019.

Sebagai informasi, perundingan perdagangan tingkat tinggi antara AS dan China seharusnya selesai pada Jumat (22/2), tetapi tim negosiator China memperpanjang kunjungan ke AS hingga akhir pekan.

Adapun perundingan perdagangan putaran terakhir akan menghasilkan kesepakatan tentang ketentuan mata uang. Sebelumnya, AS meminta China untuk menjaga nilai yuan agar tetap stabil sebagai upaya AS untuk menetralkan defisit neraca perdagangannya.

Pemerintahan Trump mengatakan akan menghasilkan pakta mata uang terkuat sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan setelah mengeluh bahwa China gagal menindaklanjuti janji reformasi pada masa lalu.

Selain itu, perpanjangan batas waktu pengenaan bea impor sebesar US$200 miliar untuk barang-barang China dari 1 Maret 2019 telah membantu menenangkan kekhawatiran investor bahwa perang dagang akan semakin memperlambat pertumbuhan ekonomi global, yang kini sudah mulai terlihat.

Akibatnya, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap mata uang utama bergerak negatif, melemah 0,03% menjadi 96,447.